Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Kugar Diberi BLM

Penulis Dicko 
Selasa 18/11/2014

Berita probolinggo , detik probolinggo ,Bupati probolinggo , ekonomi probolinggo , wisata probolinggo, ukm probolinggo, lowongan kerja probolinggo
SETIAP tahun, pada 2011-2014, Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kelompok petambak garam sebagai penunjang kegiatan penggaraman.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan, Pugar merupakan program pemberdayaan yang difokuskan pada kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi petambak garam. Fungsinya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada masyarakat pesisir, penguatan kelembagaan dan pemangku kepentingan di sektor garam.
“Pugar untuk menanggulangi kemiskinan bagi para petambak garam serta peningkatan produksi dan kualitas produk garam. Tujuan terbesarnya adalah mendukung program swasembada garam nasional,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo ini menegaskan 

BLM-Pugar yang diterima oleh Kugas dan Gabungan Kugarini langsung ditransfer ke rekening masing-masing kelompok. Sehingga bantuan ini bisa langsung dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sarana dan prasarana kelompok petani garam.
“Setelah menerima bantuan ini, kelompok petambak garam ini memiliki kewajiban untuk meningkatkan produksi garam rakyat sehingga tidak ada lagi impor garam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam masyarakat Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Pria kelahiran Jakarta, 27 Desember 1961 ini berharap,  BLM-Pugar mampu meningkatkan kesejahteraan petambak garam khususnya kegiatan penggaraman yang berhubungan langsung dengan produksi garam. 

“Mudah-mudahan program Pugar ini mampu meningkatkan kesejahteraan petambak garam di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.(dc/fir)

BNK Sosialisasi Anti Narkotika di Rutan

Penulis Dicko
Selasa 18/11/2014

Berita probolinggo , detik probolinggo ,Bupati probolinggo , ekonomi probolinggo , wisata probolinggo, ukm probolinggo, lowongan kerja probolinggoKRAKSAAN - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Probolinggo menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Kraksaan.

Dalam sosialisasi ini BNK mendatangkan narasumber Satreskoba Polres Probolinggo yang membawakan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Dinas Kesehatan dengan materi Penyalahgunaan Obat-Obatan, dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dengan materi HIV-AIDS dan Permasalahannya di Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi ini digelar karena Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) merupakan salah satu musuh utama bagi manusia. Semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali dapat terjerumus ke dalam bahaya narkoba.
Ketua Pelaksana Harian BNK Probolinggo Asy’ari mengatakan, sosialisasi bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk penyalahgunaan Narkoba dan dampak buruknya. Sebab masalah narkoba ini bukan saja tugas Badan Narkotika Naisonal (BNN) dan Polri, tetapi telah menjadi masalah bersama.
“Karena itu dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat untuk memberantas narkoba. Apalagi

Narkoba sudah menjadi musuh bersama. Di tingkat kabupaten, ada BNK sebagai kepanjangan tangan BNN untuk menjadi yang terdepan menangani masalah ini,” ungkapnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan, BNK menginginkan terwujudnya Indonesia bebas narkoba pada tahun 2015 mendatang. Sehingga berbagai upaya, baik pencegahan maupun penindakan telah dilakukan BNK.

“Salah satu wujud dari upaya pencegahan adalah dengan melakukan sosialisasi. Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Probolinggo ini sudah semakin marak dan ketergantungan Narkoba tengah melanda di tiap kalangan,” jelasnya.

Pria kelahiran Jombang, 3 Mei 1958 ini menyakini jumlah pengguna narkoba cukup banyak. Hal ini tentu mengkhawatirkan bagi generasi penerus bangsa, karena jaringan pengedar narkoba semakin canggih dan terus up to date.

“Sangat penting untuk bekerjasama dalam rangka melindungi generasi muda kita dari bahaya narkoba. Dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat agar terhindar dari bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima,” pungkasnya.(dc/fir)

Siap Siaga Antisipasi Erupsi Bromo

Penulis Dicko
Senin 17/11/2014

gunung bromoBADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan erupsi Gunung Bromo dan antisipasi banjir di Kabupaten Probolinggo.

Rakor diikuti Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Bagian Organisasi, ORARI, SAR, Dinas Sosial, 3 (tiga) PU (Bina Marga, Cipta Karya dan Pengairan), Dinas Perhubungan, PMI, Tagana serta Kecamatan Sukapura, Lumbang dan Sumber.

Kegiatan itu hanya difokuskan pada wilayah sekitar Gunung Bromo. Sebab wilayah tersebut dinilai rentan bencana semisal erupsi, longsor dan banjir. Rakor bertujuan membuat pedoman penanganan bencana yang cepat dan efektif.

Hal ini sebagai dasar mobilisasi sumber daya pemangku kepentingan (stakeholder) atau kemampuan masing-masing tim yang mengambil peran dalam menyusun rencana kontinjensi serta menyelaraskan wewenang institusi pelaksana tentang siapa yang melakukan apa, saat kapan, di mana dan bagaimana pelaksanaanya. Karena jika terjadi bencana, membutuhkan penanganan yang singkat dan cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan, rakor bertujuan untuk mengetahui ketersediaan peralatan dan obat-obatan dalam menghadapi bencana alam tersebut. Serta menjalin koordinasi antara satuan kerja terkait atau tim yang terlibat dalam penangganan bencana agar tidak terjadi miss komunikasi dan tidak saling lempar tanggung jawab nantinya, karena ini merupakan tanggung jawab bersama.

“Dengan terjalin komunikasi yang baik antar tim, bukan tidak mungkin bencana alam yang terjadi dapat tertangani secara cepat, baik itu proses evakuasi maupun pembenahan kerusakan yang terjadi karena bencana,” ungkapnya.(dc/fir)

Produksi Garam Capai 18.254 Ton

Penulis Dicko
Senin 17/11/2014

Produksi garam probolinggoPRODUKSI garam melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 (hingga Oktober) mencapai 18.254 ton. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai 11.515 ton.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan, program Pugar dilaksanakan mulai tahun 2011-2014. Keberhasilan yang dicapai selama empat tahun tersebut adalah tidak ada lagi garam impor untuk konsumsi. “Tetapi untuk industri masih impor. Program ke depan adalah tidak ada lagi impor garam untuk industri,” ungkapnya.

Sebelum adanya program Pugar jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo ini, pemberdayaan garam rakyat dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Hal ini yang membuat produksi garam rakyat di Kabupaten Probolinggo tidak stabil.

“Tetapi setelah adanya program Pugar, usaha garam rakyat terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun batasannya, kami hanya sampai kepada penyediaan stok garam dan tidak sampai iodisasi. Sebab itu merupakan kewenangan dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan),” jelasnya.

Pria kelahiran Jakarta, 27 Desember 1961 ini menegaskan pengembangan usaha garam rakyat di Kabupaten Probolinggo tersebar di Desa Randutatah (Kecamatan Paiton), Desa Kebonagung, Sidopekso, Kalibuntu dan Asembagus (Kecamatan Kraksaan), Desa Penambangan dan Sukokerto (Kecamatan Pajarakan) dan Desa Klaseman, Pesisir, Gending, Pajurangan dan Curahsawo (Kecamatan Gending).

“Luas lahan sentra garam di Kabupaten Probolinggo tahun 2014 mencapai 382,235 hektar dengan jumlah petambak garam 538 orang. Mereka tergabung dalam 60 kelompok,” pungkasnya.(dc/fir)

Hanya 1 Jam, Uang 4 Juta dan Laptop Ludes

Penulis : Dicko
Minggu 16/11/2014


KRAKSAAN-Aksi Pencurian dan Pemberatan (Curat) semakin tidak mengenal waktu. Pasalnya, siang bolong pun masih beraksi di sebuah perumahan Jati Asri Kraksaan wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa yang terjadi pada Minggu  terjadi pada (16/11/2014) siang itu menjadi perhatian warga setempat.

Adalah Irfan dan Muri yang menjadi korban curat ini, uang tunai senilai Rp 4 Juta dan  laptop miliknya menjadi santapan maling dising bolong. Menueurt Irfan, kejadian itu sekitar pukul 12.00, saat dirinya bersama keluarganya sedang keluar rumah untuk beli makan siang.

“Tidak lama kok saya dan istri keluar, sekitar 1 jam saja. Setelah saya dating dan masuk rumah, dalam rumah saya ini sudah agak kocar kacir, Dan saya lihat laptop yang di charger sudah ludes,”aku Irfan.

Tidak hanya itu lanjutnya, uang yang posisinya didalam kamarnya sebanyak 4 juta juga ludes,”kejadian ini aneh. Padahal saat saya keluar posisi pintu dan jendela terkunci semua. saya dating dari beli makan pintu tetap terkunci,”tuturnya.

Sementara Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar mengatakan, dari peristiwa tersebut, pelaku tidak hany 1 orang saja, melainkan 2 atau 3 orang, dan pelaku dinilai sudah cukup professional, sebab, dilihat dari kondisi pintu dan jendela tidak ada bekas congkelan.

“Pelaku sudah cukup spesialis, mereka masuk tanpa ada bekas congkelan, pelaku keluar pun pintu masih tetap terkunci. Kemingkinan mereka menggunakan kunci khusus, untu membuka kunci rumah,”terang Subadar.(dc/fir)

Disperindag Sidak Soal Harga Pupuk Bersubsidi

Penulis Dicko
Minggu 16/11/2014

Disperindag kab probolinggoPROBOLINGGO – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke berbagai kios pupuk bersubsidi. Pasalnya, serbagian besar kios pupuk tidak menggunakan aturan harga yang telah ditentukan oleh Pemerintah. Sidak yang dilangsung pada (11/11/14) itu, setiap kios pupuk secara intensif di datangi oleh Disperindag untuk mengatasi kendala terkait pengiriman pupuk bersubsidi dari distributor.

Hal tersebut dilakukan agar supaya pengecer pupuk bersubsidi mengikuti harga yang telah ditentukan. Selain itu, pihak Disperindag menekankan agar pelayanan pupuk terhdap petani tidak ada kendala lagi, dan tidak menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET)  . Dari hasil Sidak yang dilaksanakan itu, berjalan lancer dan kondusif.

Dari hasil Sidak itu, Disperindag mendapati, bahwa beberapa kios telah menjual pupuk bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). “Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada, kami melakukan tindakan ke beberapa kios yang tidak memasang papan nama kios resmi pupuk bersubsidi dan  tidak tertera stiker Harga Eceran Tertinggi (HET),”ungkap kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo, Sidik Wijanarko.

Menurutnya, Dengan temuan itu, Sidik mengaku, tindakan tersebut sebagai peringatan kepada pemilik kios, jika masih ada yang melanggar, maka pihak Disperindag lanjutnya, akan melakukan tindakan yang lebih jauk lagi kepada pemilik kios.

“Dalam Sidak kali ini, semua sudah bisa teratasi dengan seksama, semua sudah terselesaikan dengan baik. Saya berharaap stok pupuk bersubsidi tetap aman dan terkendali,”paparnya.(dc/fir
 

)

Tajamkan Penyusunan RAD Keselamatan Jalan

Penulis Dicko
Minggu 16/11/2014

RAD keselamatan jalanKRAKSAAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo, mengadakan penajaman penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kabupaten Probolinggo di ruang pertemuan Rengganis Setda Kabupaten Probolinggo. Hal itu sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi (rakor) kelompok kerja (pokja) keselamatan jalan Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri berbagai instansi meliputi, Dinas PU Bina Marga, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, RSUD, Dinas Pendidikan, Bagian Hukum, Polres Probolinggo, BPPJ Wilayah V, Organda, Satpol PP, Kominfo, Kantor Penanaman Modal dan Perijinan, Sub Denpom V/3 Probolinggo serta dari UPM Probolinggo. Mereka dibagi menjadi lima kelompok kerja yang membahas mengenai draft RAD Keselamatan Jalan sebagai bahan diskusi kelompok.

Pilar-pilar pembahasan pokja antara lain, manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan serta penanganan korban pasca kecelakaan. Tiap-tiap pokja membahas lebih terperinci dalam pencapaian target keselamatan jalan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Sugianto mengungkapkan, untuk menyatukan ide terkait RAD keselamatan jalan diperlukan sinergi dan kerjasama yang solid dari berbagai unsure.

“Sebaik apapun sarana yang tersedia harus diimbangi dengan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Sehingga perlu diadakan diskusi segala hal faktor penentu dan penunjang untuk mencapai kesepakatan sehingga mencapai hal ideal yang diharapkan,” ungkapnya. (dc/fir)

Bappeda Latih Kelola Peta Tematik

Penulis Dicko
Sabtu : 15/11/2014

Bappeda latih kelola peta tematikPROBOLINGGO - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pengelolaan peta tematik menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) selama 3 hari Rabu hingga Jumat (12-14 /11) lalu di Hotel Tampiarto Kota Probolinggo.

Pelatihan ini dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis seperti Dinas PU (Cipta Karya, Bina Marga dan Pengairan), Badan Lingkungan Hidup, Kantor Penanaman Modal dan Perijinan, Dinas Pertanian, PDAM, Dinas Perhubungan, Bagian Pengelolaan dan Pengadaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta instansi terkait lainnya.

Pelatihan SIG tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman serta skill sumber daya manusia di lingkungan Pemkab Probolinggo dalam pengoperasian SIG dengan tujuan terintegrasinya data-data spasial di lingkungan Pemkab Probolinggo untuk kegiatan pembangunan.

Narasumber kegiatan ini berasal dari ITN Malang Trijuwono Husoda bersama timnya. Mereka menggembleng peserta selama tiga hari. Pada hari pertama peserta pelatihan dikenalkan pada simpul jaringan dan peta dasar Kabupaten Probolinggo. Hari kedua dan ketiga peserta diajarkan cara pengoperasian aplikasi ArcGIS. Terakhir, para peserta diajarkan untuk praktek pengambilan data di lapangan dengan menggunakan GPS.

Bappeda selaku ujung tombak dalam perencanaan dan pembangunan memerlukan keberadaan peta/data spasial untuk kegiatan pembangunan khususnya untuk proses analisis dan perencanaan suatu wilayah dalam menyusun rencana pembangunan.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan nantinya dapat mendukung Peraturan Bupati (Perbup) No 24 tahun 2013 tentang Simpul Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Probolinggo.

Dengan mengadakan pelatihan ini diharapkan para SKPD terkait tersebut menjadi satuan unit kerja pada Simpul Jaringan Data Spasial Daerah Kabupaten Probolinggo dan fungsi Bappeda adalah sebagai penanggungjawab penyelenggaraan, pengumpulan, pemeliharaan, pemutakhiran, pertukaran dan penyebarluasan data spasial agar data-data yang dikumpulkan oleh SKPD tidak tercecer. (dc/fir)
Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Blogger Widgets

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan