Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Petani Tembakau Probolinggo Keluhkan Kekeringan Kritis Air

Penulis : Dicko
Sabtu 01/08/2015



Probolinggo – Akibat kritis kekeringan yang melanda 40 Desa di 12 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, musim kemarau tahun, tidak hanya membuat sejumlah warga mengalami kritis air bersih. Namun, berdampak negatif pula terhadap petani tembakau di 7 Kecamatan area produktif tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo.

Sebagian besar petani tembakau mengeluhkan dampak kekeringan ini. Pasalnya, faktor asupan air untuk tembakau sangat dibutuhkan, dan saat ini sangat kekurangan, sehingga tembakau mengalami kerusakan parah. Bahkan, penyakit tembaku mulai menyerang, seperti dimakan ulat dan londrak (ker-ker) pada umumnya.

“Kalau sudah seperti ini petani tembakau sangat merugi mas, karena faktor air sangat utama untuk tembakau. Dari kekeringan ini, penyakit hama tembakau mulai menyerang. Yang jelas petani sudah bisa dipastikan merugi,”kata Mutaham, salah satu petani tembakau, saat ditemui detikcom disawahnya, Selasa (28/7/2015).

Hal senada dikatakan Samsudin, yang juga petani tembakau, dirinya menyebut kalau kekeringan yang melanda di Kabupaten Probolinggo, tahun ini sangat parah, sehingga mengancam terhadap tanaman tembakau yang merupakan sumber utama petani disaat musim tanam tembaku tiba.

“Kami sangat berharap terhadap pemerintah, agar mengambil kebijakan untuk menstabilkan harga tambakau. Karena kalau harganya tidak stabil bagaimana nasib petani. Kualitas tembaku sekrang rusak, sedangkan biaya obat-obatan dan perawatannya cukup mahal,”tandas Samsudin.

Secara terpisah, Rahardjo Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo, mengatakan setidaknya ada 7 Kecamatan Kabupaten Probolinggo, yang berpotensi menghasilkan tembakau, diantaranya Kecamatan Paiton, dengan areal lahan 1949 hektar,  Kotaanyar 1544 hektar, Pakuniran 1490 hektar, Besuk 2188 hektar, Krejengan 2200 hektar, kraksaan 1110  hektar, dan Gading 299 hektar.

“Di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 ini, tembakau dibutuhkan sekitar 10774 hektar, dengan produksi per hektar 1,2 ton. Beberapa permasalahan disampaikan yaitu iklim, memasuki musim kemarau. Jalan keluarnya untuk daerah yang dilanda kekeringan, petani harus memberlakukan sistem tanam juringan,”tandas Rahardjo.(dc/fir)


Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Bercampur Abu Vulkanik,Harga Garam di Probolinggo Anjlok

Penulis : Dicko
Sabtu 01/08/2015



Probolinggo – Petani garam Sidoagung, di desa Kebonagung, kecamatan Kraksaan, kabupaten Probolinggo, mulai resah. Pasalnya, produksi garamnya warnanya berubah menjadi putih bercampur hitam, yang disebabkan imbas abu vulkanik Gunung Raung. Akibatnya, kualitasgaram jelek dan petani terancam merugi.

Menurut Sudar, koordinator kelompok garam Sidoagung mengatakan, sejak 2 minggu terakhir ini, produksi garam di desa Kebonagung Kraksaan, mengalami kendala, lantaran abu Gunung Raung mengguyur kabupaten Probolinggo, beberapa hari yang lalu, mempengaruhi lahan garamnya yang sudah memasuki masa panen.

“Kualitasnya jelek dan garam rusak, harganya pun anjlok. Biasanya harga jualnya mencapai Rp 600/kg, sekarang menjadi Rp 400/kg. Karena garam sudah bercampur abu vulkanik dari Gunung Raung,”jelas Sudar, Kamis (30/7/2015) saat ditemui detikcom dilahan garam Sidoagung.

Sudar menjelaskan, biasanya garam yang ia kelola setiap kali panen dikirim ke daerah Bali, sebagai bahan kecantikan seperti dibuat mandi sauna dan kolam renang. Namun, kali ini hanya bisa digunakan sebagai pengasinan ikan saja, dan dipasarkan ke daerah Puger Jember, dan daerah lokal Probolinggo.

“Setelah dibandingkan dengan garam yang tidak terkena imbas abu vulkanik, warnanya jauh berbeda, warnanya jernih putih. Yang kena abu vulkanik warnanya agak kehitaman dan abunya sangat nampak,”imbuh Sudar.

Sementara lahan garam di Sidoagung, dalam satu kali panen mencapai 4 ton, dalam 1 tambak dengan ukuran lahan meja garam 50x15 meter persegi. Sedangkan dari jumlah keseluruhan lahan tambak garam di Sidoagung mencapai belasan hektar, yang dikelola oleh kelompok Sidoagung.(dc/fir) 
 

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Daftar perusahaan yang mengikuti JOb Market Fair 2015



Rekapitulasi Perusahaan yang sudah fix sampai dengan tanggal 30 Juli 2015 jam 11.00 WIB dan beberapa perusahaan masih dalam proses negosiasi dan akan di update setiap ada perubahan oleh Disnakertrans Kab Probolinggo :

1. PT. Bank BTPN Syariah;
2. PT. Bank Danamon Indonesia;
3. PT. Arta Boga Cemerlang (Orang Tua);
4. PT. Bina Mandiri;
5. PT. Bank BTPN;
6. KSU Alam Raya Makmur;
7. PT. MNC Sky Vision;
8. Ganda Garment;
9. PT. Alim Ampuh Jaya Steel;
10. PR. Surya Putera;
11. PT. Wadja Karya Dunia;
12. PT. Sinar Sosro;
13. Bimbingan Belajar Ganesha Operation;
14. PT. Midi Utama Tbk ( Alfamidi );
15. PT. Surya Jaya Abadi Perkasa;
16. PT. Harigo Wood Indonesia (HWI);
17. CV. Honda Anugrah Sejati;
18. PT. Propan Jaya;
19. PT. Adira Dinamika Multi Finance;
20. PT. Surya Inti Putra Yamaha;
21. PT. Riva Garmen;
22. PT. Bank Bukopin;
23. PT. Sumbertaman Keramik Indonesia;
24. PT. Najwa Solution;
25. Optik Mayada;
26. BPR. Semeru Swasti;
27. PT. PNM;
28. CV. Pritama Disi;
29. PT. Charoen Pokphand Indonesia;
30. PT. Trans Retail Indonesia (Carrefour);
31. PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart);
32. PT. FIF Group;
33. BPR Surasari Hutama;
34. LPK Pratama Mulia;
35. PT. Jatim Autocomp Indonesia;
36. PT. Bromo Tirta Lestari (Alamo);
37. Rimba Sempana Indonesia;
38. CV. Batu Jajar;
39. Alamindo Perkasa;
40. Indomarco Prismatama ( Indomart ).


Sebagai informasi, pencari kerja yg terdaftar pada tanggal 30 Juli jam 12.00 sudah mencapai 1.109 orang.Untuk pengambilan nomor urut dan pengisian formulir dapat dilakukan di
 Kantor Disnakertrans Kabupaten Probolinggo, Jalan Lumajang Km. 5 Kedungasem
( Depan Pabrik Keramik SKI Sumbertaman) Probolinggo selama jam kerja (sabtu dan minggu kita jg insya Allah melayani pengambilan nomor urut dan formulir)

Sumber :
JMF Kab Probolinggo
Disnakertrans Kabupaten Probolinggo
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

Penulis Dimaz 
Kamis 30/07/2015

KRAKSAAN - Saat ini sebagian besar wilayah sudah memasuki musim kemarau, tidak terkecuali juga Kabupaten Probolinggo. Musim kemarau ini berdampak kuat dengan kekeringan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo telah menetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan.

Bahkan Pemkab Probolinggo sudah menetapkan beberapa dusun di 40 desa di 11 kecamatan terparah mengalami kekeringan tahun ini, masuk kategori daerah rawan kering kritis.

Sementara saat ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo mengaku masih belum siap dengan adanya musim kekeringan ini. Oleh karena itu diprediksi para petani akan mengalami gagal panen. Sebab sebelum kemarau petani menanam tanaman yang memerlukan asupan air yang maksimal.

“Kalau musim kemarau sudah tiba seperti saat ini, petani menanam tanaman yang tahan dengan kurang air. Karena kalau dipaksakan menanam tanaman yang membutuhkan air banyak, otomatis petani akan gagal panen,” ungkap Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan desa dikategorikan kering kritis apabila tidak hujan selama tiga hari berturut-turut sehingga kekurangan air bersih. Selain itu, masyarakat apabila mau mengambil air bersih minimal paling dekat 3 kilometer. “Menyikapi musibah kekeringan ini, kami sudah melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang masuk kategori mengalami kering kritis,” ungkapnya.

Joko menjelaskan pendistribusian air bersih nantinya akan dilakukan sesuai permintaan masyarakat yang direkomendasi kepala desa. Dalam distribusi tersebut, BPBD mengerahkan enam armada untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat. (maz/drs)

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Lowongan Kerja CV. Generasi Jaya Posisi Administrasi

Lowongan Kerja
Rabu 29/07/2015

Sumber :
CV. GENERASI JAYA
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Lowongan Kerja PT. Voda Indonesia

Lowongan Kerja
Rabu  29/07/2015

TANTANGAN BERKARIR
Kami sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri barang dari plastik untuk kemasan membutuhkan beberapa kandidat
Marketing
  • S1 Semua jurusan
  • Laki-laki/perempuan, max 35 tahun
  • Komunikatif, berpenampilan menarik
  • Berpengalaman diutamakan

Bagi yang berminat, dapat mengirimkan surat lamaran yang ditujukan kepada :
PT. Voda Indonesia
Jl. Nangka, Tanrise Southgate Blok C-11
Desa Sruni Gedangan Sidoarjo
atau
Email : hrd@vodaindonesia.com

sumber :
http://infokerja-jatim.com/index.php/detail/pengumuman/881

INFO LOWONGAN KERJA JAWA TIMUR LAINNYA BISA KUNJUNGI WEBSITE 
DISNAKERTRANS JAWA TIMUR DI 
http://infokerja-jatim.com/
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Apakah Petani Probolinggo Akan Gagal Panen Setelah Dilanda Bencana Kekeringan? Ini Alasannya

Penulis : Dicko
Rabu 29/07/2015

Foto Ilustrasi Redaksi KraksaanOnline
Probolinggo – Di tahun 2015 ini, memasuki musim kemarau. Di Kabupaten Probolinggo, mengalami Status Siaga Bencana Kekeringan, dengan adanya kekeringan  yang melanda, Pemerintah Kabupaten, Probolinggo menetapkan beberapa dusun di 40 Desa di 11 Kecamatan terparah mengalami kekeringan tahun ini, masuk kategori daerah rawan kering kritis.

Hasil dari pemetaan kekeringan tahun ini, resiko kekeringan kelas kritis tinggi berada di Kecamatan Tegal Siwalan, Kecamatan Tongas, dan Kecamatan Kuripan, tepatnya di Desa Menyono, yang saat ini mulai di distribusikan air bersih. Selain itu, di daerah Desa Bantaran, Dusun Curah Windu, Dusun Uter, Desa Karang Ayar, Desa Legundi dan Desa Sukapura, Sumber, Leces, Krucil,Tongas, Wonomerto, Sumber Bendo.

Sementara saat ini, Dinas Pertanian setempat, masih belum siap, dan memprediksi petani akan mengalami gagal panen, karena sebelum kemarau petani menanam tanaman yang memerlukan asupan air yang maksimal.

“Kalau musim kemarau sudah tiba, seperti saat ini, petani menanam tanaman yang tahan dengan kurang air. Karena kalau dipaksakan menanam tanaman yang membutuhkab air banyak, otomatis petani kewalahan,”kata Mahbub Junaidi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, saat ditemui diruang kerjanya.

Sedangkan menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, Desa dikategorikan kering kritis apabila tidak hujan selama tiga hari berturut-turut sehingga kekurangan air bersih. Selain itu, masyarakat apabila mau mengambil air bersih minimal paling dekat 3 kilometer.

Joko, menjelaskan pendistribusian air bersih nantinya akan dilakukan sesuai permintaan masyarakat yang direkomendasi kepala Desa. Dalam distribusi tersebut, BPBD mengerahkan enam armada untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.(dc/fir)

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Layani Kesehatan Ibu dan Anak

Penulis Wawan 
Selasa  29/07/2015

SUMBERASIH – Tugas seorang bidan adalah melayani kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi, serta Keluarga Berencana (KB). Hal tersebut ditegaskan bidan Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Indah Dwi Retnaningtiyas.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 23 Maret 1979 ini berpesan kepada masyarakat, terutama ibu hamil (bumil) untuk selalu memeriksakan kehamilannya sedini mungkin dan secara teratur setiap bulan ke fasilitas kesehatan, khususnya bidan yang ada di desa.

“Yang terpenting lagi, bumil harus melahirkan di fasilitas kesehatan sehingga ibu dan bayi lahir dengan sehat dan selamat,” ungkap istri dari Imam Subekti ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Suparmin dan Sriningsih ini mengaku, memiliki kunci sukses dalam melayani masyarakat. Yakni, selalu tersenyum dan ramah kepada setiap pasien yang datang, penuh kesabaran dalam menghadapi setiap orang, ikhlas menjalani profesi tersebut.

“Menjadi bidan yang profesional harus mampu menolong seluruh masyarakat tanpa menilai dari segi materi,” jelas alumnus Akbid Griya Husada Surabaya ini.

Perempuan yang mengawali karir sebagai bidan PTT di Desa Giliketapang ini mengaku, memiliki pengalaman yang sangat berkesan ketika menjemput dan mengajak ibu yang mau bersalin ke fasilitas kesehatan (Polindes) dengan menaiki becak dari rumahnya. Sejak saat itu semua ibu bersalin yang ada di Desa Laweyan tidak lagi bersalin di rumah dan mau bersalin di polindes semua.

“Harapan saya dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilannya secara dini dan teratur setiap bulan serta melahirkan di fasilitas kesehatan diharapkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) menurun,” tegas dua anak ini.

Bidan yang pernah bertugas di Desa Sumberbendo ini mengaku, motivasi menjadi bidan adalah mimpi dari seorang ibu yang menginginkan anak perempuannya menjadi seorang bidan. “Dari keinginan itu, saya sekolah ke program pendidikan bidan. Tetapi semua itu juga tidak lepas dari izin Allah,” pungkasnya. (wan/drs)

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online
Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan