Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Puluhan Pelajar Terjaring Razia

Penulis : Dicko
Jum'at 19/12/2014. Video : Zulkifli

video
 KRAKSAAN- Puluhan pelajar tingkat SMA dan SMK, terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo. Merka diamankan dari sebuah warung minuman dan makanan ringan di Kelurahan Sidomukti, blok Patemon, Kecamatan Kraksaan, pada Jum’at (18/12/2014).

Razia tersebut sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan siswa, yang ingin meloloskan diri. Tak terima, salah satu siswa membentak petugas, karena takut dan merasa bersalah. Berdasarkan informasi dari warga, para pelajar tersebut sering kali membolos, bahkan hampir setiap hari para pelajar nangkring di warung tersebut.

“Dari pagi sampai siang mereka nongkrong disini, kami disini merasa kesal. Karena mereka pelajar kalau nongkrong pada jam sekolah yang masih aktif, sehingga kami melaporkan hal ini ke Satpol PP,”ujar Edi Wasito warga setempat.

Puluhan pelajar itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Probolinggo, guna dilakukan pembinaan, sekaligus pihak Satpol PP langsung memanggil Humas sekolah dan orang tua masing-masing siswa.

Sigit Prasityo, humas sekolah saat hadir dalam pembinaan itu mengatakan, pihaknya tidak bisa memantau siswanya ketika sedang membolos, karena sifatnya diluar tanggung jawab sekolah,”namun ini adalah sebuah ucapan terima kasih kami dari pihak sekolah, karena melalui razai ini kami bias mengetahui perbuatan siswa kami. Dan sekaligus ini adalah pelajaran baginya,”sebut Sigit.

Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Ach. Aruman menjelaskan, razia ini di lakukan untuk peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo, salah satunya yaitu melalui dunia pendidikan, selain itu agar Kabupaten Probolinggo lebih kondusif tertib dan disiplin.

“Tetap kami galakkan razia untuk pelajar, agar di Kota Kraksaan ini tetap menciptakan suasana kondusif dan disiplin,”ujar Aruman.(dc/fir)

Misbakhun Terjang Medan Extreme Untuk Jaring Aspirasi

 Jum'at 19/12/2014

PROBOLINGGO- Jaring aspirasi warga, anggota DPR RI Komisi XI, Mukhamad Misbahun menerjang medan berat di Desa Kalianan, Kecamtan krucil, Kabupaten Proboinggo. Besama rombongan, inisiatror kasus Bank Century tersebut disambut meriah warga.

Ahmad Muhlisin (34), warga Kalianan, mengaku kalau kehadiran anggota DPR RI Misbakhun menjadi harapan baru bagi mereka ditengah minimnya perhatian pemerintah kabupaten setempat terhadap kondisi kehidupan sekitar.

“Kalau DPR RI dari dapil Dapil Jatim  II Probolinggo-Pasuruan seperti pak Misbakhun, kemungkinan besar harapan hidup layak dalam segala hal bisa terealisasi dikemudian hari. Buktinya, selain kedatangannya menjaring aspirasi warga, ternyata pak Misbakhun juga memberikan bantuan dua ruang kamar untuk santri di pesantren Mambaul Ulum” terang pria yang berprofesi sebagai petani. Jum’at (18/12/2014).

Bahkan menurutnya, kamar santri di ponpes tersebut nyaris menyerupai kandang Ayam.
“Memang betul, kamar santri seperti kandang ayam. Ya jadi santri itu tidur di kamar itu. Satu kamar di tempati 3 orang,”beber Muhlisin serta di iyakan oleh pengasuh pondok Pesantren ustad Badri.

 Sementara itu, disinggung medan yang Exstrem (menantang) menuju desa Kalianan tak membuat Misbakhun gentar. Sebab, politisi partai Golkar tersebut mengaku komitmen untuk terus menyambangi warga di mana saja.

” Alhamdulillah, saya bisa memenuhi janji untuk menemui kembali warga kalianan. Karena sesuai janji saya sewaktu menjadi Calon Anggota Legislatif,” ungkapnya di depan warga kalianan dalam acara serah terima bantuan ruang kamar santri.

Misbakhun menginginkan, kalau kamar santri yang di bangun tersebut agar di manfaatkan betul oleh santri di Ponpes Mambaul Ulum desa Kalianan Kecamatan Krucil. “ini termasuk perjuangan untuk menegakan agama
islam,”sebutnya di damping Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman.

Terpisah, Pasca menjaring Aspirasi warga, Misbakhun juga melakukan  dengar pendapat dengan masyarakat tentang “Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI” di Desa Condong, Kecamatan Gading. Dalam acara tersebut, seratusan warga dari sejumlah daerah di Kabupaten Probolinggo ikut hadir. (ful/mus)

Lowongan Kerja PT Cipta Niaga Semesta

Lowongan Kerja
Jum'at 19/12/2014

Berita probolinggo , detik probolinggo ,Bupati probolinggo , ekonomi probolinggo , wisata probolinggo, ukm probolinggo, lowongan kerja probolinggo

Tes Langsung Indomaret Jum'at 26 Desember 2014

Lowongan Kerja
Kamis 18/12/2014

Berita probolinggo , detik probolinggo ,Bupati probolinggo , ekonomi probolinggo , wisata probolinggo, ukm probolinggo, lowongan kerja probolinggo

Mengenai CSR PLTU, Warga Mengadu Ke Komisi XI DPR RI.

Penulis : Musta'in Abdullah
Kamis 18/12/2014


PROBOLINGGO - Tidak adanya akses keterbukaan informasi dalam distribusi CSR PLTU Paiton menuai tanda tanya dari sejumlah kalangan. Kondisi jauhnya kesejahteraan warga Probolinggo, serta manfaat dari penggunaan CSR yang jauh dari harapan semakin memperparah kondisi tersebut.

Suut Budiharto warga Probolinggo menyesali sikap direksi PLTU Paiton yang tidak memberikan akses informasi bagi setiap warga.Bagi suut, ditengah upaya perbaikan regulasi keterbukaan informasi, seharusnya pihak PLTU tidak lagi menutupi penggunaan dana  CSR.

"CSR PLTU tidak pernah menyetuh kebutuhan warga secara kesuluruhan, CSRnya hanya di gunakan tanpa ada aspirasi dari warga sekitar,"ujar Suut ketika di reses Mukhammad Misbakhun anggota Komisi XI DPR/MPR Republik Indonesia di desa Paiton Kecamatan Paiton.

Menyikapi hal itu, anggota komisi X1 DPR RI, Mukhammad Misbakhun, saat melakukan dialog kepada warga Paiton,  disela program reses mengaku  akan  mengusahakan adanya keterbukaan informasi dalam setiap penggunaan CSR. "Idealnya CSR dinikmati warga. Jika CSR tidak lagi dirasakan warga, distribusi tersebut perlu dikaji ulang" ungkap politisi Golkar ini.

Misbakhun menambahka, manfaat CSR harus benar benar dinikmati warga.bukan segelintir orang. Tanpa menyentuh warga, amat sulit tujuan penggunaan CSR tepat sasaran. (mus/ful)

Sales Minuman Tewas Terlindas Truk, Istri Histeris

Penulis : Dicko
Kamis 18/12/2014. Video : Zulkifli

video
KRAKSAAN-Nahas di alami Sanadi (35) warga Kelurahan Sidomukti, Blok Patemon Kecamatan Kraksaan. Ia tewas saat mengendarai motor dan mencoba menyalip truk, hingga akhirnya tersenggol dan terlindas dengan kondisi kepala pecah. Korban yang diketahui bekerja sebagai sales minuman itu hendak berangkat kerja. Kejadian ini terjadi di jalan raya PB Sudirman Kota Kraksaan, tepatnya depan deler motor lombok mas, pada Kamis (18/12/2014).

Yang di sesalkan warga, truk yang diketahui bak-nya berwarna biru itu langsung tancap gasnya ke arah barat dan tidak menghiraukan kejadian tersebut. Dari peristiwa itu, kondisi jalan raya raya Kraksaan sempat tersendat kemacetan sekitar 15 menit.

Korban yang memakai celana jeans berwarna dongker dan jaket warna abu-abu itu langsung di bawa ke rumah sakit Waluyo Jati Kraksaan untuk di otopsi. Sementara itu, istri korban yang ada dilokasi kecelakaan langsung menangis histeris seusai melihat kondisi suaminya itu.

Menurut saksi mata yakni Rahmatullah (45) warga setempat mengatakan, korban memang terlihat terburu-buru mengendarai motornya, sehingga ia tidak melihat kondisi jalan yang tidak sepatutnya dilewati,”korban melaju kencang, ia berusaha menyalip truk dari sebelah kiri, ia terjatuh dan terlindas. Disini sering terjadi kecelakaan mas, tapi yang pa ling parah sekrang ini,”katanya.

Sayangnya, saat media hendak mengkonfirmasi, tentang terjadinya kecelakaan itu, pada Polisi yang ada dilokasi. Mereka enggan untuk berkomentar tentang penyebab pasti kecelakaan tersebut.(zul/dc)  

Polisi Siap Dor Pelaku Kriminal

Penulis Dicko
Kamis 18/12/2014 


Berita probolinggo , detik probolinggo ,Bupati probolinggo , ekonomi probolinggo , wisata probolinggo, ukm probolinggo, lowongan kerja probolinggoProbolinggo-Jelang pergantian tahun baru 2014-2015. Satuan Reskrim Polres Probolinggo, menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media.

Pada pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, Kapolres baru Probolinggo, AKBP Riky Haznul, menyampaikan beberapa permasalahan yang perlu dibenahi dilingkup kabupaten setempat.

Masalah tersebut salah satunya yakni, dari segi keamanan yang menurutnya masih kurang berjalan efektif. Diketahui selama ini kasus kriminal meliputi tindakan curat, curas dan curanmor di Kabupaten Probolinggo, masih kerap terjadi. Bahkan, saat ini sebagian besar pelaku kriminal masih dalam perburuan.

Kapolres berharap, perlu adanya penanganan yang lebih serius untuk menekan tindak kejahatan  tersebut. Salah satunya yakni, dengan melakukan tindakan yang lebih tegas terhadap para pelaku tindak kejahatan.

Dalam pesannya, kapolres akan tidak segan-segan untuk perintahkan anggotanya melakukan tembak ditempat bagi para pelaku tindak kriminal.

“ untuk menegakkan hukum dan menjamin keamanan masyarakat, saya tak akan segan perintahkan anak buah saya untuk tembak ditempat bagi pelaku kriminal, tindakan ini diambil agar menjadi efek jera buat mereka (pelaku) kejahatan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, tindakan kejahatan di wilayah hukum Polres Probolinggo tergolong berani dalam membahayakan nyawa para anggota Polisi. Alasannya, para pelaku tindak kriminal diwilayah setempat cukup kejam jika melawan hukum. Salah satu contohnya yakni, penggunanaan bondet saat para pelaku tindak kejahatan sedang melancarkan aksinya.

Hal itulah, yang menjadi dasar keputusannya untuk perintah tembak ditempat bagi para pelaku tindak kejahatan.

Diketahui, selama ini wilayah Kabupaten Probolinggo. Masih sering terjadi tindak kriminal kepada masyarakat , serta juga diikuti tindak kekerasan bagi mereka. Bahkan, tak sedikit diantaranya ada yang terluka dan juga sampai terbunuh saat mencoba mempertahankan diri. (dc/fir)

7 PT Digugat Pewaris Tanah, Peradilan Molor 26 Tahun

Penulis : Dicko/Zulkifli
Rabu 17/12/2014

video

KRAKSAAN-Tak kunjung selesai, Umi Cholifa warga desa jabung sisir kecamatan paiton kabupaten probolinggo. Lagi-lagi harus  menghadiri sidang yang digelar kesekian kalinya di Pengadilan Negeri Kraksaan. Ia yang  mengaku pemilik sah tanah seluas kurang lebih 37 hektare di Desa Jabung Sisir Kecamatan Paiton Kabupaten setempat, terus bersikukuh mengajukan gugatan atas keabsahan kepemilikan lahan warisan turun temurun itu.

Ummi Cholifah selaku penggugat menuturkan, tanah seluas 37 hektare itu adalah milik Alm H. Ghozali kakeknya, yang kini telah meninggal dunia.  Tapi pada 1990-an, tiba-tiba tanah itu diserobot beberapa pihak lain yakni  PT Sumber Bahari Prima, PT Intibahari Windutama, PT Tirtaswadaya, dan PT Permata Citra Nusa. Dengan status lahan sudah terjual dan berganti kepemilikan.

Ada tujuh pihak yang tertera dalam materi gugatan Ummi Cholilah yakni PT. Surya Windu Pertiwi, PT. Intibahari Windutama, PT. Tirta Swadaya Karsa, PT. Permata Citra Nusa, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, BPN Jatim serta BPN Kabupaten Probolinggo.

Gugatan itu sebelumnya saya layangkan pada BPN  tahun 2000 lalu. Namun tidak ada respon dari pihak terkait, bahkan tahun 2010 pihak tergugat malah memperoleh perpanjangan HGO (Hak guna usaha).

Pihak tergugat, juga pernah menawarkan sejumlah uang untuk pembelian lahan sebesar RP 5 Miliar agar tuntutan Umi Cholifa dihentikan, namun ia menolak.

“Kasus ini sudah berlangsung selama 26 tahun. Molornya kasus ini karena terus diulur-ulur oleh para penegak hukum. Pada 2004 lalu, gugatannya pernah ditolak oleh PN setempat. Namun, dirinya langsung melaporkannya ke Polda Jatim,”aku Ummi Cholifah usai sidang dilaksanakan.

Kuasa Hukum penggugat, Mustofa Ridwan mengaku kasus ini sarat dengan rekayasa. Apalagi, penerbitan sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN banyak kejanggalan dan merupakan sebuah kejahatan yang berjemaah. “Harusnya kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah dan penegak hukum. Sudah bertahun-tahun kasus ini tak kunjung punya keadilan kepada yang berhak,”kata Mustofa Ridwan.

kejahatan berjamaah ini, diduga melibatkan perangkat desa, kecamatan, mantan Bupati Soeprapto, BPN Pusat, BPN Provinsi dan BPN Kabupaten Probolinggo, serta notarisnya. BPN telah mengeluarkan sertifikat tanpa dasar yang jelas," kata Ummi, cucu H. Ghozali di Pengadilan Negeri Kraksaan.
                      
Pada sidang kali ini, Pihak pengadilan hanya mengagendakan pengambilan keterangan dari beberapa saksi pada para majelis hakim. Ummi berharap, PN Kraksaan memberikan keputusan yang adil pada sidang selanjutnya. Agenda sidang berikutnya rencananya akan digelar lagi pada 2 minggu kedepan.

Menariknya, saat sejumlah wartawan melakukan peliputan waktu sidang dengan agenda keterangan saksi. Ketua Majelis Hakim dan salah satu Anggota melarang wartawan untuk mengambil gambar. Anggota Majelis Hakim bernama Agung Iriawan menyuruh sejumlah wartawan untuk meminta ijin kepada Panitera pengadilan kalau hendak meliput.

Sidang ini memang terbuka untuk umum. Namun, silahkan ijin dulu kepada panitera untuk mengambil gambar dan peliputan,” ujar anggota majelis Hakim, Agung Iriawan, SH. MH diamini Ketua Majelis Hakim, Heriyenti, SH. MH saat mencoba menjelaskan arah larangannya kepada wartawan untuk meliput
Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Blogger Widgets

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan