Berita Kraksaan

Index Peristiwa

Profile

Polisi Kembali Bongkar Paksa Pos Penjagaan Padepokan Dimas Kanjeng

Penulis : Haryo
Sabtu 24 September 2016

Probolinggo – Setelah dilakukan pembogkaran portal di area padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kini polisi Polres Probolinggo bersama satuan Brimob Polda Jatim, membongkar pos penjagaan para santri di area padepokan Sabtu (24/9/2016).

Polres Probolinggo terus melakukan penjagaan di sekitar padepokan, dan patroli masih terus di lakukan oleh satuan Shabara Polres Probolinggo. Petugas memberi himbauan kepada para santri untuk segera meninggalkan tenda di padepokan dan pulang kerumah masing-masing.

Hanya saja, himbauan ini tidak begitu direspon oleh santri, mereka lebih memilih tetap bertahan di padepokan, sambil berharap menunggu guru besar dimas kanjeng taat pribadi pulang kembali ke padepokan.

Selain itu polisi juga meminta agar santri tidak menganggu aktifitas warga sekitar, dan juga melarang warga sekitar untuk melintas di jalan, yang kebetulan melewati padepokan.

Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifudin, itu dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban, polisi membongkar 2 pos keamanan yang berada di belakang padepokan dan pintu masuk utama padepokan. Pos tersebut selama ini digunakan santri untuk tempat berjaga-jaga. Rata-rata kata Kpolres Arman, santri ini yang bertahan karena sudah terlanjut cinta kepada padepokan.

“Kita terus siaga, melakukan pemjagaan, untuk menciptakan Kantibmas di area padepokan, dan menjaga status quo, yang sudah ditetapkan pihak kepolisian. Secara perlahan kita lakukan sehingga suasa menjadi kondusif,”jelas Kapolres Arman.

Rencanaya beberapa hari ke depan, polisi akan melakukan rekonstruksi terjadinya pembunuhan di padepokan, yang selama ini memnjadi perbincangan khalayak.(yo)

 Laporan : Haryo
Editor     : Dicko

Ini Kata Santri Dimas Kanjeng Bagaimana Nyantri di Padepokan

Penulis : June
Sabtu 24 September 2016

Probolinggo - Buntut dari isu penggandaan uang dan mahar yang dilakukan oleh padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Desa Wangkal Kecamatan Gading, sebagian santri akhirnya berbicara, yang saat ini bermukim di tenda padepokan, Sabtu (24/9/2016) sore.

Salah satu santri setia Dimas Kanjeng, yakni Agung (60) asal Purwakarta mengungkapkan, selama 3 bulan dirinya menjadi pengikut padepokan Dimas Kanjeng, dirinya telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 6 juta, dari jumlah total unag tersebut kata Agung, dipergunakan mahar dan pembangunan masjid padepokan.

"Karena saya disini mau nyantri, ya saya ikhlaskan saja uang yang saya keluarkan. Katanya untuk pemabangunan padepokan, masjid dan sebagi mahar,"ujar Agung, pria yang mengaku pensiunan dari BUMN ini.

Namun lanjut dia, mahar itu nantinya akan kembali melebihi dari uang semula yang ia berikan.

Hal senada juga di katakan Achmad (65) asal Palembang Jawa Tengah, selama 2 bulan ini ia juga bergabung manjadi santri padepokan, meski dirinya mengeluarkan uang lumayan banyak mencapai Rp 23 juta, namun ia tetap setia menjadi santri padepokan.

"Mau gimana lagi mas, saya tetap tinggal di padepokan saja, mahar itu sudah bagian dari amal saya untuk padepokan, saya tidak menuntut uang itu kembali,"tuturnya.

Pasca ditangkapnya Dimas Kanjeng, pada Kamis (22/9/2016) kemarin, ratusan santri masih bermukim di tenda area padepokan. Bahkan, sebagian santri masih tidak percaya kalau Dimas Kanjeng pimpinan padepokan itu ditangkap, mereka masih menunggu mahar yang mereka keluarkan berharap kembali.(jn)


Penulis : June
Editor  : Dicko

Polisi Bongkar Dua Portal di Padepokan yang Menghalangi Warga Melintas

Penulis : Firman
Jumat 23 September 2016

Probolingo - Satuan Shabara dari Polres Probolingo, kembali bergerak ke padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jumat (23/9/2016) sore. Karena di jalan Desa untuk umum di area padepokan dipasangi dua portal oleh pengikut padepokan.


Portal yang menghalangi pejalan umum itu dipasang di sisi timur dan sisi barat, sehingga masyarakat yang menggunakan jalan tersebut harus mencari jalan alternatif. Jalan desa itu melewati padepokan Dimas Kanjeng.

Mendapati laporan itu, akhirnya tim Polres Probolinggo melakukan patroli dan membongkar dua portal yang dipasang tepat di depan Asrama Putra dan belakang Rumah Dimas Kanjeng sendiri.

Berdasarkan infomasi yang dihimpun detikcom di lokasi, portal tersebut di pasang oleh pengikut padepokan, semenjak salah satu ketua yayasan di tangkap oleh Polisi lantaranpembunuhan. Sehingga, portal tersebut di pasang, agar warga umum tidak bisa melewat jalan umum sepanjang 400 meter di lingkungan padepokan.

"Kami persilahkan warga masyarakat melewati jalan ini, karena jalan ini adalah jalan desa dan milik masyarakat umum. Siapapun boleh lewat di jalan ini tanpa harus di halang-halangi pihak manapun,"tegas AKP Istono, Kasat Shabara Polres Probolinggo.

Setelah di lakukan pembongkaran, jalan itu langsung di lewati oleh warga sekitar. Namun, warga masih kawatir untuk lewat jalur tersebut.

"Dulu jalan ini di jaga oleh Garda Padepokan pak, warga umum tidak boleh lewat," aku Saniman, seorang warga.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin menyebutkan, kalau pembongkaran portal tersebut untuk menyelamatkan aset desa.

 "Mereka ijinnya sementara dalam pemasangan portal itu, tapi nyatanya di tutup total,"terang pria dua melati di pundaknya itu.

Wargapun dengan leluasa melewati jalan tersebut setelah dua portal yang menglangi di bongkar.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Soal Mahar dan Gandakan Uang Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Penulis : Firman
Jum'at, 23 September 2016


PROBOLINGGO - Dimas Kanjeng Taat Probadi, begitulah sebutan masyarakat Probolinggo, bahkan masyarakt luar daerapun menyebut namaitu, yang eksis dengan nama padepokannya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Sekian banyak masyarakat yang mengagumi keberadaannya selama ini. Bahkan, selama ini Dimas Kanjeng, sangat dikenal bisa mendatangkan uang dari alam ghaib. Dimana saat uang kertas Rp 50 ribu dan Rp 100 ribuan itu bisa bertumpuk.

Namun, di sisi lain ada juga yang menyebutknya kalau Dimas Kanjeng adalah seorang pengganda uang. Kertas yang diambil dari belakang tubuhnya.

Lama-kelamaan masyarakt luas khusunya di Probolingo sangat meyakini kalau Dimas Kanjeng bisa mendatangkan uang, alias pesulap.

"Iya benar, katanx dia bisa mendatangkan uang dari alam ghaib saya tidak percaya dia mendapatkan uang sebanyak itu dari alam ghaib,"ujar salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga setempat, ada yang bilang Dimas Kanjeng, memang keturunan orang kaya di padepokan tersebut. Ada pula yang bilang ia kaya raya karena banyak santrinya.

"Ya kaya lah, santrinya ribuan orang asal luar daerah semua. Jika mau bergabung menjadi santrinya, dia harus bayar mahar ke Dimas Kanjeng,"ujar Yanto, warga setempat.

Dari informasi yang mencuat selama berdirinya padepokan Dimas Kanjeng, banyak mengundang pro dan kontra antar warga setempat, namun banyak warga yang tidak berpihak terhadap padepokan Dimas Kanjeng.

"Memang benar, banyak informasi yang kami dapat soal penggandaan uang, mahar 4ari antri dan lain sebagainya. Dan itu dilarang oleh agama,"kata H.Yasin, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/9/2016).

Kedepan kata Yasin, memang kalau berkaitan dengan mahar itu ranahnya MUI, kalau memang benar penggandaan uang dan mahar itu dilakukan, maka pihak berwajib yang akan menindak lanjuti hal itu secara hukum.

"Selain itu, kami masih akan melakukan introgasi terhadap para santrinya yang saat ini telah diamankan di Mapolres Probolinggo, terkait ajaran di padepokan, dan mahar yang diberikan terhadap Dimas Kanjeng,"tutup Yasin.


Begini Kisah Suka dan Duka Tokoh Fenomenal Dimas Kanjeng di Probolinggo

Penulis : Firman
Kamis, 22 September 2016

Probolinggo – Hanya dengan hitungan menit, uang senilai jutaan rupiah bisa dikeluarkan dari genggaman tangan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, pemilik padepokan Dimas Kanjeng ini.

Hampir setiap hari kebesaran agama Islam, seperti 1 Muharam, hari raya Idul Fitri dan Adha, selalu memberikan santunan ke ribuan warga sekitar dan fakir miskin ini, perorang mendapatkan uang Rp 100 ribu rupiah, selalu di jubeli dan terjadi desak – desakan.

Tak hanya itu, Dimas Kanjeng, seorang tokoh fenomenal, dengan hitungan menit bisa mengeluarkan jutaan rupiah, dan video aksinya banyak tersebar di media sosial.

Dan memiliki ribuan santri yang tersebar di belahan nusantara ini, teryata pada Kamis (22/9/2016) pagi tadi, di tangkap paksa oleh ribuan personil anggota Polri di bantu TNI, atas kasus keterlibatan pembunuhan dan menjadi otak pembunuhan kedua santrinya ini.

Polisi akan terus melakukan penyelidikan, atas kasus dugaan pengandaan uang yang di lakukan Dimas Kanjeng, sejak padepokan berdiri pada tahun 2002 hingga 2016.

Jika terbukti, maka tokoh fenomenal ini akan terancam pidana pembunuhan dan penipuan, dengan ancaman maksimal hukuman mati.( Fir)

Laporan : Firman
Editor    : Maz



Padepokan Dimas Kanjeng Diduga Melakukan Pengandaan Uang

Penulis : Juni
Kamis, 22 September 2016

PROBOLINGGO - Dimas Kanjeng Taat Pribadi, selama ini dikenal dengan pengganda uang kertas lima puluh ribuan dan seratus ribuan. Dan itu yang selama ini menjadi perbincangan warga Probolinggo.

"Memang benar, banyak informasi yang kami dapat soal penggandaan uang, mahar 4ari antri dan lain sebagainya. Dan itu dilarang oleh agama,"kata H.Yasin, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/9/2016).

Kedepan kata Yasin, memang kalau berkaitan dengan mahar itu ranahnya MUI, kalau memang benar penggandaan uang dan mahar itu dilakukan, maka pihak berwajib yang akan menindak lanjuti hal itu secara hukum.

"Selain itu, kami masih akan melakukan introgasi terhadap para santrinya yang saat ini telah diamankan di Mapolres Probolinggo, terkait ajaran di padepokan,"tuturnya.

Sementara menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifudin, pihaknya akan terus melakukan penyidikan terhadap Dimas Kanjeng, terkait penggandaan uang tersebut. Namun, saat ini kami masih fukos terhadap pembunuhannya dulu, nanti berkelanjutan proses hukumnya.

"Memang ada indikasi kalau Dimas Kanjeng, melakukan pengandaan uang, itu masih dalam proses penyidikan selanjutnya. Nanti, Polda Jatim yang akan melakukan penyidikan,"tambah pria mantan Kasubdit Reskoba Polda Metro Jaya ini.

Sementara sampai saat ini, padepokan Dimas Kanjeng masih di awasi pihak kepolisian hingga beberapa hari kedepan sampai benar-benar kondusif.(jun)

Laporan  : Junie
Editor     : Dicko




Pasca Ditangkapnya Pimpinan Pedepokan Dimas Kanjeng, Polisi Masih Seterilkan di Area Padepokan

Penulis : Dani
Kamis, 22 September 2016


Probolinggo – Pasca ditangkapnya padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ratusanpersonil masih tetap disiagakan di area padepokan, guna menyeterilkan dari para santri dan warga.

Polisi dari Polres Probolinggo dan Polres tetangga lainnya, yang sudah dilengkapi tameng pelindung, dan senjata lengkap. Sementara para santri pengikut Dimas Kanjeng ini terus di cari ke tenda dan di pemukiman warga di sekitar padepokan . 
Dari dalam rumah Dimas Kanjeng Taat Pribadi,  polisi terlihat mengamankan beberapa berkas dan dokumen padepokan, guna penyelidikan lanjutan.
Sementara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat,  mengajak santri tobat kembali ke ajaran Islam yang benar.


Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan ribuan personil memang sengaja dikerahkan, sebagai antisipasi perlawawnan dari ribuan santri dari padepokan. Karena menurut data yang masuk, santri padepokantersebut mencapai 5 ribuorang lebih.

“Selain itu, Dimas Kanjeng, diduga telah menjadiotak pembunuhan terhadap dua orang santrinya. Itu yang menjadi ktujuan kami yang utama,”jelas Kombes Argo, kepada wartawan, usaipenggerebegan, Kamis (22/9/2016).

Untuk satuan Brimobnya saja kata Argo, mengerahkan sebanyak 600 perlsonel, lain Dalmas, Jatanras, dan anggota dari Polres tetangga dari Polres Probolinggo.
“Tiga kompi brimob dan bantuan petugas TNI, kita sebelumnya menggunakan sistim Intelijen, dimana padepokan melibatkan banyak orang, kita tidak mau resiko. Makanya kita libatkan banyak petugas, Beruntung tidak ada perlawanan, untuk sementara ksus pembunuhan yang kita dalami,”ujarnya. 


Hingga kini polisi masih terus melakukan penjagaan dan mencari bukti-bukti lain dipadepokan Dimas Kanjeng. Keterlibatan pimpinan tertinggi yayasan DI padepokan tersebut.(dan)

Laporan : Dani
Editor    : Dicko


Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Di Tangkap

Penulis : Lina
Kamis, 22 September 2016

PROBOLINGGO - Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi ditangkap oleh pihak Polda Jawa Timur. Ribuan aparat gabungan menggerebek Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading,kamis ( 22/09/2016) pagi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kalau penangkapan itu merupakan buntut dari kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani (40), warga jalan Pattimura gang 1, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, yang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, April lalu.

Saat ini pengasuh padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang akhirnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Jatim. Hal ini berdasarkan surat penetapan nomor : DPO/ 45/IX/2016/Ditreskrimum, tertanggal 21September.Taat Pribadi (46), warga Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ditetapkan sebagai DPO setelah yang bersangkutan tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Polda Jatim.

“Tersangka ini merupakan otak dari kasus pembunuhan tersebut. Dan sebelumnya, pak Taat ini sudah dipanggil untuk menghadap penyidik. Namun, dia tidak pernah hadir. Sehingga kami kemudian menetapkannya sebagai DPO hingga akhirnya kami melakukan penggerebekan penangkapan Dimas Taat Pribadi,” kata Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono  saat ditemui di lokasi.(Lin)

Laporan : Lina
Editor    : Maz


Segera Susun Perda Destinasi Wisata

Penulis : Wawan
Kamis, 22 September 2016

KRAKSAAN – Dalam rangka untuk memberikan payung hukum terhadap tempat-tempat wisata di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo akan segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) Destinasi Wisata.

“Perda Destinasi Wisata ini diperlukan sebagai dasar penataan objek-objek wisata yang potensial menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekaligus sebagai upaya pengembangan destinasi wisata yang baru berkembang,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto.

Menurut Anung, dengan adanya Perda Destinasi Wisata,  maka pihaknya akan bisa mengelola objek-objek wisata di Kabupaten Probolinggo secara maksimal. Sebab selama ini, dari 40 destinasi wisata baru lima yang mampu dikelola Disbudpar dan menghasilkan PAD.

“Setidaknya nanti destinasi wisata bisa memberikan multiplayer efek kepada masyarakat. Di mana perekonomian masyarakat sekitar bisa terangkat dan kesejahteraannya meningkat,” jelasnya.

Anung menerangkan, selama ini telah terbentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang merasa memiliki obyek wisata yang ada di sekitarnya dengan harapan obyek wisata bisa terjaga kebersihan dan keamanannya. “Destinasi wisata baru harus bisa mensejahterakan masyarakat,” terangnya.

Anung menjelaskan, sebuah destinasi wisata harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana (sarpras), lahan parkir, villa hingga tempat ibadah. Setelah adanya perda diharapkan nantinya bisa melakukan sinergi dengan instansi terkait untuk dibangunkan sarpras di destinasi wisata.

“Jika sarpras sudah lengkap dan pokdarwis sudah terbentuk, maka nantinya bisa dikenakan retribusi yang dapat menyumbang PAD. Jika ada destinasi wisata, maka masyarakat diharapkan lebih sejahtera dari sebelumnya,” pungkasnya. (wan)

Laporan : Wawan
Editor    : Maz

Pemkab Berikan Pelatihan Rajut Benang-Hantaran Pernikahan

Penulis : Wawan 
Rabu, 22 September 2016

TONGAS – Dalam rangka peningkatan kelembagaan klinik konsultasi UKM (Usaha Kecil dan Menengah), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan UKM memberikan pelatihan singkat usaha alternatif kerajinan rajut benang dan hantaran pernikahan di Kantor KKB (Klinik Konsultasi Bisnis) Kabupaten Probolinggo, Selasa dan Rabu (20-21/9/2016).

Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari beberapa desa di Kecamatan Tongas. Rinciannya, 25 orang mengikuti pelatihan rajut benang dan 25 orang mengikuti pelatihan hantaran pernikahan. Mereka dilatih oleh narasumber binaan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kasi Pengembangan Kerjasama dan Informasi Bisnis Ninis Wijayanti mengungkapkan pelatihan kerajinan usaha alternatif ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimilikinya dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak wirausaha baru dalam rangka menumbuhkan sektor usaha berbasis ekonomi kreatif. Disamping juga memberikan motivasi kepada masyarakat tentang peluang untuk menjadi seorang wirausaha dengan konsep usaha alternatif,” ungkapnya.

Menurut Ninis, pelatihan ini diharapkan mampu menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu setelah selesai, hendaknya bisa dipraktekkan sambil mencari inovasi dan model-model baru sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami mengharapkan nantinya peserta bisa terus berlatih secara mandiri dan meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing dengan produk yang lain. Semoga pelatihan ini bisa memberikan manfaat dan menambah pendapatan bagi keluarganya,” harapnya. (wan)

Laporan : Wawan
Editor    : Maz

Kera Liar dari Lereng Gunung Bromo Masih Menghantui Warga di Probolinggo

Penulis : June
Rabu 21 September 2016

Probolinggo - Suasana pemukiman warga di Jalan Nanas, Kelurahan Sumber wetan, Kecamatn Wonoasih, Kota Probolinggo Jawa Timur, setelah seminggu ini terus di teror kera liar dan ganas.

Tak hanya itu, kera liar dari bebukitan lereng Gunung Bromo ini. Namun sayang kera liar semakin ganas, dan juga serang warga setempat, yang melintasi hutan bambu tempat kawanan kera berkumpul.

Menurut Yayak, salah satu bocah di desa tersebut, ketakutan semakin menjadi, setelah sempat diserang kera, namun berhasil lolos dari kejaran kera tersebut.

“Takut dengan kera liar sejak 1 minggu ini, saya ngak pernah main, saya lari kalau ketemu kera dan pernah di serang kera yang besar,”ungkapnya, Rabu (21/9/2016).

Ironisnya, kera yang kelaparan ini semakin ganas, serang salah satu warga hingga terluka di bagian tangannya, saat berkendara montor langsung di serang dari atas pohon.

Menurut barabas, salah satu warga terluka akibat di serang kera, warga setempat sudah berusaha mengusir kawanan kera, dan warga yang jengkel sempat menembak kera namun ushanya gagal, kera berhasil lolos.

“Sangat meresahkan, saya berharap pemerintas setmpat serius menangani kera liar ini. Bahkan warga sini ketakutan sering diserang kera,”tutur Brabas.

Warga berharap pemerintah setempat, segera tangkap kawanan kera liar buas ini, guna tidak menambah korban lagi akibat gigitan kera tersebut.(jn)



Laporan : June
Editor    : Dicko

SMPN 1 Krejengan Terapkan Fingerprint Siswa



Penulis : Wawan
Rabu, 21 September 2016

KREJENGAN – Sejak sebulan terakhir, SMPN 1 Krejengan telah menerapkan fingerprint untuk absensi siswa agar mempermudah pengawasan guru dan orang tua. Menariknya, inovasi penerapan fingerprint tersebut langsung tersambung dengan handphone (HP) orang tua siswa masing-masing. Sehingga gerak gerik peserta didik bisa terpantau dengan sendirinya.

Kepala SMPN 1 Krejengan Budiono mengungkapkan bahwa penerapan fingerprint siswa ini dilakukan menyusul adanya kegelisahan dari para orang tua terhadap anak-anak. Sebab sudah banyak kejadian anaknya pamit ke sekolah ternyata tidak ada di sekolahnya.

“Siswa datang dan pulang langsung melakukan fingerprint. Setelah itu, orang tua langsung menerima sms jika anaknya sudah ada di sekolah lengkap dengan jamnya. Jadi anak sudah tidak bisa lagi membohongi orang tuanya. Paling tidak ini bisa memberikan kepastian dan ketenangan kepada orang tua,” katanya, Selasa (20/9/2016).

Menurut Budiono, fingerprint siswa yang diterapkan terhadap 258 anak ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi anak-anak agar tidak salah bergaul. “Tidak hanya orang tua, semua guru juga menerima rekapan kehadiran siswanya. Tapi khusus untuk wali kelas hanya menerima siswa yang ada di kelasnya saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Budiono menambahkah bahwa penerapan absensi fingerprint ini bertujuan untuk saling kontrol bersama antara sekolah dengan wali murid. “Setidaknya ini menutup ruang anak berbohong kepada orang tuanya. Orang tua sudah tahu kalau anaknya tiba di sekolah dan pulang dari sekolah. Kalau sudah tahu pulang, tetapi siswa itu tidak kunjung sampai ke rumah, berarti orang tua juga harus mengawasi,” terangnya.

Dengan adanya fingerprint siswa ini harapannya anak-anak disiplin belajar, jujur dan tepat waktu. “Sehingga dampaknya diharapkan program pendidikan bisa tercapai. Dimana anak sudah siap menerima pelajaran karena dari rumah sudah fokus untuk belajar,” tegasnya.

Selain mengirimkan informasi keberadaan anaknya di sekolah, fingerprint ini juga dimanfaatkan untuk mengirimkan surat undangan atau pemberitahuan kepada para orang tua jika anaknya pulang lebih awal.

“Alhamdulillah inovasi ini disambut sangat antusias oleh para orang tua. Ke depan kami berencana akan melakukan penambahan fingerprint agar tidak sampai terjadi antrean panjang ketika masuk atau pulang sekolah,” pungkasnya. (wan)

Laporan : Wawan
Editor    : Maz



Maksimalkan Produk Udang Olahan

Penulis : Wawan
Rabu, 21 September 2016

DRINGU – Selain dijual dalam bentuk udang segar, komoditas udang di Kabupaten Probolinggo juga bisa diolah menjadi aneka makanan. Mulai dari bakso udang, tempura udang, rengginang udang, kerupuk udang dan lain sebagainya.

“Aneka produk olahan udang ini memiliki aneka cita rasa yang mengundang selera masyarakat. Bahkan ada beberapa produk olahan udang yang sudah merambah ke luar pulau,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi.

Menurut Dedy, pembuatan produk udang olahan ini dilakukan untuk semakin menambah nilai tambah produksi udang. “Alhamdulillah prospek pemasaran udang olahan sudah sangat bagus. Selama pemasarannya dilakukan melalui berbagai even. Bahkan ada yang dijual melalui jaringan online,” jelasnya.

Hanya saja jelas Dedy, pengolahan udang olahan di Kabupaten Probolinggo baru sebatas dilakukan dalam skala industry rumah tangga. Meskipun demikian, produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasaran. “Salah satu usaha terkadang bisa menghabiskan sedikitnya 2 kwintal beras ketan untuk campuran udangnya,” tegasnya.

Demi memaksimalkan produk olahan udang tersebut terang Dedy, pihaknya gencar memberikan pelatihan pengolahan hasil budidaya perikanan kepada masyarakat. Pelatihan ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan wawasan tambahan kepada para pengolah produk perikanan yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya produk olahan perikanan yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mempunyai daya saing dengan produk-produk dari daerah lain. Mereka juga diajari mengemas produk dengan baik supaya jauh lebih baik dan lebih layak untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (wan)

Laporan : Wawan
Editor    : Maz



Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan