Berita Kraksaan

Popular Post

Profile

Tiga Pelaku Handak di Amankan Polisi

Reporter Dicko
Jum'at 25/07/14. 09.00 WIB




KRAKSAAN – Menjelang Hari Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Polres Probolinggo Berhasil mengamankan tiga orang tersangka kasusu handak atau pembuat petasan. Polres berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang digunakan oleh ketiga pelaku.

Hal tersebut terungkap saat press release pad Kamis (24/7/14) di Mapolres Probolinggo. Dari ketiga tersangka berasal dari Kabupa.en Probolinggo, mereka  adalah Sahep (29) asal Desa Sumber klidung, Kecamatan Tegal Siwalan, ia ditangkap di Desanya sendiri, dengan barang bukti 5 kg bubuk petasan dan 50 ikat sumbu petasan. Ia ditangkap saat hendak opsnal sekitar pukul 20.00 wib dirumahnya.

Sedangkan Abd. Wahab (49) asal Desa Bladu wetan, Kecamatan Tegal Siwalan. Polisi berhasil mengamankan barang bukti 4 kg obat petasan, 2 renteng petasan, 17 sumbu, 1 kg obat sumbu, 3 kg obat belirang, 1 kg bubuk brown, 3 ons bubuk arang 2 ons potasiun, 4 tabung penyampu bahan, 2 sak slongsong petasan. Pelaku handak di tangkap pada 22 Juli 2014  di Desa setempat saat melakukan opsnal.

Dan pelaku terakhir adalah Samad (49) asal Desa Segaran, Kecmatan Tiris, dengan barang bukti 10 plastik obat petasan, 6 ikat sumbu petasan, 1 sak slongsong petasan, 2 renteng petasan, dan tas ransel warna hitam. Pelaku ditangkap pukul 17.30 wib di Desa setempat.

Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro megungkapkan, ketiga pelaku handak yang berhasil ditangkap itu meruoakan orang-orang yang sudah sangat mahir membuat petasan, karena dari pengakuan dari ketiga tersangka tersebut sudah beberapa tahun ini meraka membuat petasan setiap lebaran. Bahkan ,mereka melayani pemesanan.

“Ketiga pelaku ini kami sanksi sesuai  dengan perbuatannya, karena mereka telah menyimpan memiliki dan menguasai petasan tanpa ijin sebagaiman yang dimaksud dalam pasal 1 ayat 1 UU darurat No.12 tahun 1951. Pelaku bisa terancam hukuman 12 tahun penjara,” tegas Kapolres Endar.(Dc)

H-4 Lebaran,Truk Besar di Larang Melintas di Jalur Pantura

Repoter Dicko
Kamis 24/07/14 , 12 : 00 WIB


KRAKSAAN – Dari kemarin Rabu 24 Juli 2014 truk besar seperti fuso, gandeng di larang melintas di Jalur di sepanjang jalan Pantura diwilayah hukum Polress Probolinggo pada pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran 2014. Keberadaan truk yang bercampur baur dengan kendaraan pemudik akan menambah kemacetan.  


Kapolres Probolinggo AKBP Probolinggo AKBP Endar Priantoro mengatakan, truk yang diperkenankan untuk melintas di jalur Pantura adalah sembako dan bahan bakar minyak (BBM) atau truk elpiji.  

Menurutnya, peraturan itu adalah secara serentak dilakukan di seluruh Indonesia, yaitu diberlakukan tepat pada pukul 24.00 wib Rabu (24/7/14).

“Sampai pada hari ini Kamis (24/7), dari jajaran Polres Probolingo  terpantau, bahwa truk besar yang melewati Pantura khususnya di kota Kraksaan dan sekitarnya sudah sudah tidak ada lagi yang melintas. Bersyukur mereka para pengguna truk besar menyadari dan membantu melaksanakan himbauan yang kami berikan,”ujar AKBP Endar.

Endar mengaku, jika masih ada yang melanggar dengan peraturan itu, maka pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas bagi supir truk yang bandel tetap melintas jalur Pantura.

“Apabila masih ada, kita tindak dan kita pinggirkan di jalan,” tegasnya.  

Sementara kondisi lalu lintas lanjut Endar,  dari arah timur khususnya dari Bali menuju Surabaya yang melintas di wilayah Kabupaten Probolinggo pada H-4 ini terpantau ramai dan ada peningkatan para pengguna jalan, namun tidak terlalu padat, dan sementara masih kondisi lancar. Adapun puncak arus mudik Lebaran adalah H-3 atau Jumat 25 Juli  2014. (Dc)



Polres Probolinggo Musnahkan Ratusan Petasan

Reporter Dicko
Kamis 24/07/14 , 11 : 00 WIB


KRAKSAAN - Kepolisian Resort (Polres) Probolinggo memusnahkan ratusan petasan hasil tangkapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H di belakang Mapolres Probolinggo, Kamis (24/7/2014). Pemusnahan petasan tersebut dilakukan dengan cara dimasukan ke dalam jurang untuk petasan yang tidak di renteng, sedangkan petasan yang di renteng di gantung ke atas pohon.

Ratusan  petasan yang dimusnahkan merupakan hasil penggerebekan oleh tim kepolisian dari Polres Probolinggo di sebuah rumah yang dibuat tempat produksi oleh tiga orang pelaku.


Dari hasil penggerebekan itu, petugas mengamankan puluhan  karung yang berisi ratusan mercon yang sudah siap dibakar, dan ratusan mercon yang masih berbentuk slongsongan dan ratusa sumbu beserta puluhan kilo bubuk mesiu yang terbungkus kardus.

"Selain mengamankan serta memusnahkan barang bukti, kami juga mengamankan tiga orang pembuat yang sekaligus pemiliknya, yang saat ini tengah kami periksa," kata Kapolres Probolinggo, AKBP Endar Priantoro, usai pemusnahan petasan.


Kapolres Endar menagaku, seluruh petasan bermacam-macam jenis, ada petasan untuk ke udara, ada yang telah siap pakai dan slongsongannya, dari ukuran kecil hingga ukuran besar.

Dari keterangan ketiga pembuat sekaligus pemiliknya itu, seluruh petasan memang mereka buat untuk hura-hura atau ramai-ramai di hari lebaran, selebihnya itu akan dijual kepada masyarakat yang membutuhkan mercon tersebut.

"Namun jika masih berbentuk mesiu maka yang bersangkutan bisa dijerat dengan UU Darurat nomor 12 Tahun 1951," terangnya.


Kapolres menambahkan, untuk lebaran tahun ini keberadaan produksi petasan di Kabupaten Probolinggo jelang lebaran pada 2014 ini sudah drastis menurun, kalau dibandingkan dengan jelang lebaran sebelumnya. Sebab, pihak Polres seusai lebaran lalu gencar memburu para pembuat petasan,”alhamdulillah sudah banyak yang kami amankan yang masih melanggar dan yang memproduksi petasan di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.(Dc)

DWP Gelar Jama’ah Shalat Tasbih

Reporter Dicko
Kamis 24/07/14 , 09 : 00 WIB


KRAKSAAN – Sebagai upaya untuk rasa kebersamaan rasa syukur adanya bulan suci Ramadhan 2435 H yang sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kerjasama  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo dan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten setempat. Kamis (24/7/14) menggelar sholat Tasbih berjamaah di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

Sholat tasbih diikuti oleh ratusan orang peserta meliputi pengurus DWP Dispendik Kabupaten Probolinggo dan Ketua DWP Cabang Dispendik Kecamatan beserta pengurus se Kabupaten Probolinggo. Sebelum melaksanakan shalat tasbih, terlebih dahulu diawali dengan pembacaan Surat Yaasin dan tahlil bersama secara khusyuk.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi beserta pengurus DWP Kabupaten Probolinggo. Ketua DWP Dispendik Kabupaten Probolinggo Hj. Amalia Tutug Edi Utomo mengungkapkan sholat tasbih berjamaah ini merupakan program kerja dari DWP Dispendik Kabupaten Probolinggo yang baru pertama kali dilaksanakan.

“Saya berharap agar kegiatan semacam ini bisa ditindaklanjuti di masing-masing kecamatan. Sebab guru itu adalah untuk digugu dan ditiru untuk menjadi contoh dan teladan bagi semua anak didik dan masyarakat,” ungkap Ny. Amalia.

Lebih lanjut Ny. Yuni Nawi meminta agar seluruh pengurus DWP di bawah naungan DWP Dispendik Kabupaten Probolinggo bisa bertasbih setiap saat agar senantiasa diberi kemudahan dan keselamatan oleh Allah SWT hidup di dunia dan di akhirat, tuturnya.

“Marilah bersama-sama melaksanakan sholat tasbih ini dengan khusyu’ dan khidmat. Sebab kadang bibir kita bertasbih tetapi hati kita kemana-mana. Semoga melalui sholat tasbih ini di hari akhir nanti bisa mendapatkan kabar berita yang baik atas amal ibadah yang sudah kita lakukan,” ujar Ny. Yuni Nawi.(Dc)

Bagi-Bagi Angpao Jelang Lebaran Sudah Tradisi

Reporter Dicko
Rabu 23/07/14 , 11 : 00


KRAKSAAN – Jelang lebaran membagi angpau kepada sanak famili atau kerabat menjadi dan anak-anak adalah salah satu tradisi di perkampungan. Selain dapat membantu keluarga yang sedang membutuhkan, cara ini juga dapat mempererat jalinan silaturahmi.

Seperti yang dilakukan oleh Aminah (22) warga Dusun Nangger Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo Rabu (23/7/14). 


Sebanyak 30 anak berusia 5-7 tahun disekitar rumahnya yang merupakan tetangga dan familinya, mereka mendapatkan angpao atau orang menyebutnya bibian untuk lebaran, yang sudah menjadi tradisi diperkampungan menjelang lebaran.


Meski tidak seberapa besar nominal yang diberikan kepada anak-anak tersebut, namun pemberian itu adalah suatu kebanggaan dan keceriaan bagi anak-anak,”senang sekali kalau hampir lebaran mendapat bibian amplop seperti ini,” kata salah satu anak yang menerima bibian alias angpao saat itu.


Sementara Aminah pemberi angpao tersebut mengatakan, kegitan pemberian bibian alias angpao untuk anak-anak menjelang lebaran ini adalah sebuah tradisi di perkampungan dimana saja, selain itu pemeberian itu meski tidak seberapa namun sangat berarti bagi anak yang sudah duduk di bangku TK dan SD.


“Kegiatan seperti ini tidak harus dilakukan, ini hanya berlaku bagi yang mempunyai keinginan untuk memberikan kepada anak-anak, disamping itu kegiatan ini sudah menjadi tradisi,”terang Aminah.(Dc)

Berkah Lebaran Omset Reparasi Kursi Raup Jutaan Rupiah

Reporter Dicko
Rabu 23/07/14 , 09 : 00 WIB 


KRAKSAAN - Abdullah (33) seorang pengusaha mebel asal Desa Taman sari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo kebanjiran order reparasi dan pesanan kursi.

Pasalnya, produksi usaha mebel miliknya tersebut, meningkat menjadi 50 persen dari pada bulan-bulan biasanya. Ini membuat usaha mebel miliknya itu mampu meraih omzet keuntungan hingga jutaan rupiah dalam satu bulan selama Ramadhan.

“Hal ini umum terjadi menginjak hari-hari jelang lebaran seperti saat ini,” Abdullah saat ditemui ditempat usaha mebelnya Rabu (23/7/14).

Mulai dari warga Daerah setempat, hingga warga luar daerah lainnya, datang untuk mereparasi kursi milik mereka, agar nampak seperti baru lagi.

Selain itu menueurt Abdullah, tak sedikit pula warga yang memesan kursi-kursi baru, untuk mengganti kursi lama mereka sebagai persiapan menyambut para tamu, kerabat, serta sanak family ketika acara silaturahmi lebaran tiba.

Jenis kursi yang dipesanpun cukup bervariasi, mulai dari kursi gajah, spring bed, serta ukiran tersedia dengan harga jual yang cukup terjangkau setiap perset kursinya, yaitu mulai dari harga Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000, Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000.

Ia menjelaskan, untuk biaya reparasi kursi, tergantung dari berapa banyak penggantian bahan-bahan serta lamanya pengerjaan saat dilakukan perbaikan pada kursi yang lama. Biayanya kurang lebih Rp 1.300.000 - Rp 1.600.000.

“Untuk bulan ramadhan tahun ini saya sangat bersyukur karena permintaan pesanan order kursinya cukup banyak. Bahkan saya mampu meraup untung hingga ratusan juta rupiah dari usaha mebel pembuatan kursi ini,” sebutnya.

Abdullah menambahkan, yang membedakan antara kualitas kursi produksinya dengan daerah lain adalah, para pelanggan bebas bisa memilih berbagai pola dan motif serta corak warna kursi sesuai keinginnya. Tentunya ini membuat setiap pelanggannya puas setelah membeli hasil buatan usaha mebelnya itu.(Dc)

H-7 Lebaran Pengunjung Swalayan Masih Minim

Reporter Dicko 
Selasa 22/07/14 , 11 : 00 WIB

KRAKSAAN – Tingkat keramaian pengunjung mulai terlihat di beberapa swalayan dan mini market dan pusat belanja di Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo sejak Senin (21/7/14). Membludaknya pengunjung bahkan menyebabkan antrean panjang kendaraan yang hendak parkir ke kawasan swalayan dan Dept store di Kota Kraksaan, seperti di Dept store Delta dan Diva swalayan dan pusat perbelanjaan lainnya.

"Pengunjung swalayan kami jelang lebaran ini memang ada kenaikan  sekitar 50 persen dibanding hari biasanya, atau bisa dikatakan menjadi ribuan pengunjung per hari,” kata Rudy Rizaldi salah satu pengelola swalayan terbesar di kota Kraksaan Senin (21/7/14).

Bertambahnya pengunjung ketika mendekati lebaran menurutnya, karena masyarakat sudah membutuhkan bahan-bahan untuk lebaran, dan didukung banyaknya promo diskon yang ada serta berbagai hiburan bernuansa Islami yang ada, ujar Rudy kepada media ini. Rudy memprediksi, umlah pengunjung akan terus bertambah semakin dekat dengan Lebaran.

Rudy mengaku, banyaknya pengunjung di swalayan yang ia kelola, pada Ramadhan 1435 hijjriah ini, jauh kalau di bandingkan dengan tahun sebelumnya, sekitar 20 persen lebih banyak tahun sebelumnya.

“Tahun lalu pada H-10 pengunjung di swalayan ini sudah sangat membludak, bahkan setiap harinya sekitar 5000-7000 pengunjung, kalau tahun ini bisa dikatakan ada penurunan pengunjung sekitar 10-20 persen,” aku Rudy.

Mantan penyiar radio swasta ini juga mengatakan, dirinya memprediksi adanya penurunan di sejumlah swalayan di Kota Kraksaan disebabkan, karena pada bulan Juli 2014 ini bersamaan dengan musim tanam tembakau,”ya kemungkinan masyarakat pedesaan yang biasa berbelanja masih terkendala dengan tanaman tembakaunya yang masih baru melakukan penanaman,” terangnya.(Dc)
 

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Blogger Widgets

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan