Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Brankas Mesin ATM dan Penyimpanan Uang Indomaret Dibobol Maling

Penulis Dicko
Minggu 30/08/2015

Probolinggo – Sebuah mini market Indomaret di jalan raya Condong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, dibobol maling, pada Minggu (30/8/2015) dini hari.  Indomaret yang terletak di sekitar Ponpes Zainul Hasan Genggong, ini dibobol maling melalui genteng dan membobol pelafon.

Akasi pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini langsung menuju ke laci penyimpanan uang di kasir, karena di laci pelaku tidak menemukan uang, pelaku langsung membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank BNI yang ada di dalam toko. Pelaku berhasil membobol brankas di mesin ATM. Namun, gagal mengambil uang yang ada didalamnya.

Pelaku tidak terekan CCTV, karena sebelumnya pelaku telah merusak komponen CCTV yang tersedia didalam Indomaret. Sampai saat ini polisi dan karyawan toko masih akan melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang ada.

“Kebetulan alarm yang  ada di dalam toko ini mengalami troble, dan CCTV-nya dirusak, jadi sementara   ini kami masih belum bisa memantau. Kami menunggu rekaman CCTV dari pusat di Jember, karena severnya ada disana,”jelas Dwi Horin, kepala toko Indomaret, saat ditemui dilokasi kejadian.

Dwi mengatakan, ia menemukan kalau toko yang bobol diketemukan saat ia dan karyawan lainnya membuka toko sekitar pukul 06.40 WIB. Melihat pelafon jebol tepat diatas kasir, dirinya langsung melaporkannya ke Polsek Pajarakan. Dwi, meyakini kalau kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, setelah jam tutup toko pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, Ipda Selamet AR. Kanit Reskrim Polsek Pajarakan, mengungkapkan kerugian masih belum bisa dipastika berapa, karena berdasarkan penyelidikan dan keterangan dari sejumlah karyawan toko, pelaku tidak berhasil menggondol uang di laci kasir maupun di brankas ATM. Pelaku hanya berhasil merusak pintu pertama brankas ATM yang berlapis 4 itu.

“Kami masih melakukan penyelidikan, dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang. Pelaku tidak berhasil membawa uang baik yang di laci kasir maupun di mesin ATM. Untuk barang-barang yang milik indomaret, karena kami masih menunggu pengecekan dari tim audit internal indomaret,”tukas Ipda Selamet.(dc/fir) 

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Pawai Budaya di Probolinggo Menjadi Pertumpahan Darah

Penulis : Dicko
Minggu 30/08/2015

foto ilustrasi
Probolinggo – Pegelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) yang diangsungkan pada hari ini Minggu (30/8/2015) sore, menjadi pertumpahan darah. Pasalnya salah satu penonton Ahmad (25) warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dibacok oleh Jumadi (24) warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces.

Aksi beringas yang dilakukan Jumadi, di kerumunan orang itu, memantik perhatian massa, serta peserta pawai. Sontak 2 peserta pawai perempuan, pingsan lantaran melihat ceceran darah di lokasi kejadian.

Pantauan detikcom dilokasi kejadian, pelaku Jumadi, babak belur setelah dihajar massa, karena saat dibacok, Ahmad yang masih sadar meneriaki Jumadi, maling. Massa berhasil diredam polisi lalu lintas yang bertugas di lokasi kejadian.

Korban yang mengalami luka parah, dan langsung di larikan ke RSUD dr Moh Saleh, Kota Probolinggo, untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan Jumadi, langsung di gelandang ke Mapolresta Probolinggo, untuk dimintai keterangan.

Dari pengakun Jumadi, ternyata motif pembacokan itu mesalah asmara. Jumadi, mengaku kesal dengan tingkah Ahmad, yang menyelingkuhi istrinya.

“Ahamad, memang saya incar sejak dulu, baru kali ini saya mendapatkane kesempatan. Dia telah menyelingkuhi dan mengambil istri saya, suami manapun tidak akan terima,”aku Jumadi, kepada wartawan di Mapolresta Probolinggo.

Informasi yang dihimpun detikcom, pembacokan itu terjadi sekitar pukul 14.40 di depan minimarket Jl Panglima Sudirman Kota Probolinggo, saat itu Ahmad, bersama Siti, sedang asyik menyaksikan pawai budaya di event Semipro dengan ribuan penonton lainnya. Bacokan Jumadi, mengenai pipi kiri Ahmad.

Siti merupakan istri Jumadi, dan telah memiliki 2 anak. Jumadi sejatinya berniat membacok pria idaman lain (PIL) istrinya tersebut untuk kali kedua, tapi aksinya keburu dilerai massa.(dc/fir

)
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Inilah Cerita Nenek 85 Tahun Sipenjual Sayur di Probolinggo Naik Haji

Penulis : Dicko
Sabtu 29/08/2015

 Probolinggo – Asizah (85) warga Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, seorang nenek yang sudah bercucu 10 ini dan 5 lorang anak, akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Nenek Asizah, kesehariannya bekerja hanya menjual sayur di pasar dadakan pagi Krempyeng Kota Probolinggo. Rumah yang ditempatinya pun sangat sederhana.

Selama 20 tahun nenek Asizah, selalu menyisakan rejeki dari berjualan sayur untuk ditabung, sedikit demi sedikit tabungan sang nenek digunakan untuk membeli emas yang disimpan sebagai perhiasan berharga. Setelah terkumpul cukup banyak, emas-emas tersebut kemudian dijual untuk pembiayaan ibadah haji dirinya dan sang suami.

Nenek Asizah, mengaku angan-angan hendak menunaikan ibadah haji bersama suaminya yakni Sadra’i, harus pupus.  Karena pada pertengahan tahun 2014 lalu, tepatnya setahun sebelum jadwal pemberangkatan haji keduanya, sang suami lebih dulu meninggal dunia.

Menurut muda, anak nenek Asizah, mengaku kalau ibunya sejak dulu bermimpi ingin naik haji, bahkan tiap ada orang berhaji, ibunya selalu rutin mengunjungi hanya untuk minta doa agar bisa berhaji juga.
“Rajin menabung 20 tahun, rencananya naik haji berdua sama bapak. Namun bapak keburu meninggal, ibu saya juga rajin berdoa agar bisa menunaikan rukun Islam ke 5,”kata Muda, anak nene Asizah, Jum’at (28/8/2015).

Meski demikian, nenek Asizah, yang telah berusia senja dengan kondisi fisik renta ini, tak patah niat dan semangat untuk menunaikan rukun Islam ke lima, berangkat haji ke tanah suci Mekkah.
“Sejak 20 tahun saya menabung, seadanya dari hasil jualan sayur Rp 2 ribu,”tutur nenek Asizah.
 
Kelima anaknya selalu mendampingi rutininas keseharian sang nenek menjelang keberangkatan haji, pada awal September 2015 mendatang.

Tulusnya niat dan kuatnya tekad nenek Asizah, dalam menabung untuk berangkat haji, dapat menjadi sebuah tauladan yang patut ditiru, sebagai pelajaran hidup berharga. Meski kondisi ekonomi terbilang pas-pasan, namun sang nenek tetap gigih dalam menunaikan rukun Islam kelima tersebut.(dc/fir

)
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Nama Tuhan Juga Ada di Probolinggo

Penulis : Dicko
Sabtu 29/08/2015

Probolinggo – Mencuatnya nama Tuhan asal Banyuwangi diberbagai media. Kali ini nama tuhan juga ada di Desa Lambang Kuning, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Tuhan yang tinggal dirumah sederhana ini, ternyata pria ternyata juga menjadi perbincangan masyarakat Probolinggo. Berdasarkan KTP tuhan lahir pada tanggal 1 Juli 1955.

Suami dari Nari, ini mengaku tak beban namanya adalah Tuhan. Pasalnya, nama tersebut pemberian dari orang tuanya. Bahkan kakek 3 cucu ini, selama hidupnya tak pernah ada gejala keanehan karena menyandang nama Tuhan.

Menurut Tuhan, sejarah nama Tuhan pemberian dari orang tuanya berawal dia lahir pada hari Sabtu dan akhirnya orang tua memberi nama itu berasal dari akhiran Sabtu, sehingga bernama lengkap Tuhan.

“Ya, nama itu yang diberikan kedua orang tuaku dulu. Saya tidak berani mengganti nama yang diberikan orang tua,”kata Tuhan, saat ditemui dirumahnya, Jum’at (28/8/2015).
Tuhan, mengaku selain sebagai petani kebun, keseharian Tuhan juga pembuat batako tradisional yang produksinya dikerjakan di halaman rumahnya.

Sementara itu menurut Sunanik, anak sulungnya, ia mengaku tak terpengaruh nama ayahnya, menurutnya nama Tuhan adalah karunia yang tak terhingga.

“Saya rasa itu tidak bermasalah, karena bagaimanapun sebuah nama yang diberikan orang tua itu adalah karunia,”sebut Sunsnik.

Pak Tuhan, berjanji sampai kapanpun nama itu akan tetap akan disandangnya, apapun nama yang diberikan orang tuanya, ia meyakini semua akan baik.(dc/fir


)
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Lomba Drag Becak Membawa Petaka

Penulis ; Dicko
Jum'at 28/08/2015



Probolinggo – Salah satu penonton di perlombaan ‘drag becak’ tradisional, di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, harus dibawa ke rumah sakit, setelah ditabrak oleh salah satu peserta lomba, Jum’at (28/8/2015) sore.

Lomba yang sengaja di gelar memeriahkan HUT ke-70 RI, dan yang sudah menjadi tradisi warga Kota Kraksaan, ini membawa petaka. Lantaran seorang penonton ibu-ibu bersama putrinya yang tengah menyaksikan lomba tersebut, ditabrak peserta sehingga pergelangan kaki kirinya patah.   

Dari pengamatan media ini dilapangan, lomba ‘drag becak’ yang terbilang unik dan peserta harus memakai helm itu, peserta melaju dengan sangat cepat dari garis stard. Sekitar 100 meter, becak yang di kemudikan oleh peserta tersebut kemudian oleng dan menubruk penonton disebelah kiri jalan.

Situasi sontak berubah, yang semula para penonton tertawa adanya hiburan itu, berujung tangisan dan keluhan dari para penonton yang ada. Korban langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Risma, salah satu penonton mengaku semestinya panitia memberikan keamanan pada penonton dengan memberi batas dengan menghalangi ban bekas."Pengamanannya kurang, sehingga timbul lah kejadian seperti ini. semestinya, panitia sudah menyiapkan ban bekas, agar tidak terjadi pada penonton,"sebut Risma.

Sementara itu, panitia Drag Becak Agus Santoso , menjelaskan kalau pihaknya sudah memberi himbauan pada penonton agar tidak terlalu dekat dengan jalan yang di gunakan untuk drak becak."kami sudah memberi himbaun, baik dengan pengeras suara dan panitia langsung yang turun,"katanya.

Di tanya apakah panitia akan menanggung semua pengobatan penonton yang di tubruk oleh peserta. Agus, mengaku kalau pihaknya tidak bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa pada penonton.

"Itu kecelakaan peserta, dan ini adalah lomba, jadi kami tidak tanggung jawab sepenuhnya,"aku Agus.

Lomba tersebut adalah tradisi warga Kota Kraksaan, yang sudah fakum selama 5 tahun, namun kali ini pemuda kembali membangkitkan lomba tradisional itu agar kembali menjadi tradisi rutin setiap tahunnya. Drag becak itu sendiri peserta harus mengayuh becaknya dengan cepat sejauh 200 meter dari garis stard hingga finish.(dc/fir)

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Dolar Tembus Rp 14 Ribu, Home Industri Tahu Perkecil Ukuran

Penulis : Dicko
 Jum'at 28/08/2015

Probolinggo - Meski saat ini rupiah terus anjlok hingga mencapai Rp 14 ribu/dolar, namun industri rumahan seperti pabrik tahu di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tetap berjalan sebagaimana biasanya.

Pemilik home industri tahu rumahan ini bukan tidak mengeluh, akan tetapi pemilik idustri tahu ini pendapatan tiap harinya terus menurun. Pasalnya, harga kedelai import saat ini harganya naik drastis mengikuti nilai tukar dolar.

“Harga kedelai import yang saya ambil dari Lamongan sekarang harganya mencapai Rp 7.500 per kg, yang sebelumnya hanya Rp 6.900 per kg. Harga terhadap konsumen seperti biasa, tidak saya naikan. Hanya saja mengurangi ukuran potongan tahu lebih diperkecil,”tutur Kholik, Kamis (27/8/2015).

Dikatakan Kholik, untuk biaya produksi sebelumnya sebesar Rp 8.280.000, setiap harinya. Untuk saat ini biaya produksi itu bertambah besar Rp 8.820.000, per hari. Bertambah besarnya biaya yang dikeluarkan, omzet setiap harinya  sangat menurun menjadi 30 persen.

“Untuk pembuatan tahu ini setiap harinya saya menghabiskan 10 kwintal kedelai, bisa kurang bisa lebih. Saya tidak mau kehilangan konsumen. Satu-satunya jalan harus memperkecil ukuran tahu, agar konsumen tetap banyak,”imbuh Kholik.

Selain rupiah yang terus melemah, musim kemarau yang mengakibatkan kelangkaan pangan juga berpengaruh bagi para pengusaha rumahan di Kabupaten Probolinggo.(dc/fir)

Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Galakkan Tanam Katu-Kelor

Penulis Wawan
Jumat 28/08/2015

LECES – Seorang bidan bertugas melayani kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi. Di samping itu, bidan harus memberikan motivasi dan menggerakkan masyarakat untuk bisa berperan aktif dalam program pembangunan kesehatan.

Hal itu ditegaskan bidan Desa Jorongan Kecamatan Leces Reni Marcelina. Menurutnya, bidan tidak boleh hanya terpaku kepada tupoksinya saja, tetapi bisa terus berinovasi demi perbaikan kesehatan masyarakat.

“Salah satu upaya yang sedang gencar saya lakukan adalah mengajak masyarakat dalam aksi penanaman katu dan kelor. Terutama di rumah-rumah yang ada balita dan ibu hamilnya,” ujar alumnus Akbid Hafshawaty ini.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 14 Maret 1992 ini mengaku, selama menjalani profesi sebagai bidan banyak suka dan duka yang dialaminya. Dukanya ketika ada penolakan tentang tindakan atau program pemerintah yang dilakukan.

“Pengalaman berkesan ketika bisa membantu ibu melahirkan dan bayinya untuk melakukan IMD sampai berhasil,” jelas istri Fiskal Setyo Wahyudi ini.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sugeng Hariono dan Siti Zubaidah ini berharap, masyarakat bisa dan terus menerus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi sejak lahir sampai dengan usia 6 bulan.

“Masyarakat harus bisa berperan aktif memeriksakan kesehatannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi. Sehingga ibu dan bayinya lahir dengan selamat,” pungkas bidan yang hobi jalan-jalan ini. (wan/drs)
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online

Kuli Bangunan Menjambret Dimassa dan Ditembak Polisi

Penulis : Dicko
Jum'at 28/08/2015

Probolinggo – Setelah berpetualangan melakukan aksinya, seorang pria bernama Suryadi  (27) Kelurahan Kedung Galeng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, babak belur setelah dihajar massa dan ditembak polisi pada bagian kaki kanannya. Lantaran gagal menjambret dompet milik korbannya, dan terpaksa terhenti di tangan anggota Sabhara Polres Probolinggo, Kamis (27/8/2015) siang.
 
Tertangkapnya pelaku yang sudah sering kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama ini, menjabret korbannya yang naik becak di sekitar alun-alun Kota, usai merampas dompet, korban langsung berteriak maling. Secara bersamaan anggota Polisi melintas, akhirnya pelaku yang terjebat di keramaian langsung ditangkap warga, dan langsung dijadikan bulan - bulanan warga.

Karena berusaha menyerang Polisi dengan sebilah clurit, membuat petugas akhirnya melumpuhkan pelaku dengan tembakan pada bagian kakinya.

Pelaku Suryadi, mengaku nekat menjambret dengan dalih untuk kebutuhan ekonomi, pekerjaannya sebagai kuli bangunan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. “saya kerja kuli bangunan, ngak mencukupi akhirnya nekat jambret,”aku Suryadi, kepada wartawan.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan dompet yang berisi sejumlah uang dan ponsel milik korban dan sebilah clurit dan motor jenis matic milik pelaku. Nomor polisi yang terpasang juga sengaja dipalsukan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Trisno Nogroho, mengatakan kini Polisi akan melakukan penyelidikan dan mengembangkan komplotan resedivis jambret, kelompok pelaku ini.
“Pelaku jambret di deket rumah sakit, pelaku jambret dompet istrinya, teriak jambret warga dan polisi langsung mengejar pelaku. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap, karena di TKP cukup rame akhirnya dimassa,”tukas AKP Trisno.

Karena kondisinya yang terus melemah usai ditembak petugas, akhirnya pelaku dibawa ke rumah sakit setempat guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.


Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online
Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan