Berita Kraksaan

Peristiwa

Profile

Inilah Macam-macam Kue Kering Lebaran Khas Probolinggo

Penulis : Firman
Rabu 29 Juni 2016

Probolinggo - Di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ada pembuat kue kering yang kini kebanjiran order. Kue kering jadi bagian yang tak bisa dilepaskan, setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri.

Adalah Minah (50) seorang pembuat kue kering di desa Sumberlele, menuai berkah setiap Lebaran. Lebaran kali ini, pemesan kue kering di Aminah, naik hingga 60 persen. Naiknya jumlah pemesan ini, karena banyaknya ummat muslim yang menyediakan kue kering di rumahnya selama Lebaran.

Kue bikinan Minah, sama dengan kue buatan pengusaha lainya. Menggunakan tepung, mentega, telur, gula dan bahan-bahan lainnya. Cara membuatnya pun sama persis. Seperti mencampur tepung dengan mentega,telur, gula dan susu menggunakan mixer. Campuran bahan-bahan itu dipadatkan menjadi adonan.

Adonan itu pun siap dicetak menjadi kue kering berbagai bentuk, untuk membentuk kue. Dan disini punya beberapa macam cetakan kue kering. Seperti cetakan bentuk bunga, bintang, bulan, dan lingkaran. Pemesan bisa memilih bentuk sesuai selera.

Setelah adonan dibentuk, barulah kue setengah jadi itu dikeringkan di dalam oven. Proses pengeringan ini memakan waktu sekitar 15 menit. Kue kering pun kemudian dikeluarkan dari oven untuk didinginkan. Selanjutnya kue dipercantik, salah satunya menambahkan coklat putih pada kue coklat berbentuk bunga. Terakhir, kue kering dipacking ke dalam toples.

Minah menjelaskan, selama menjelang lebaran tahun ini, jumlah pemesannya naik 60 persen. Dalam sehari, ia sampai membikin 48 toples. Selain pemesan dari Kraksaan, pembelinya juga dari kota Probolinggo dan Lumajang.

“Setiap jelang lebaran permintaan kue kering selalu meningkat, sekarang pemesan meningkat 60 persen. Dalam sehari saya mampu mebuat 48 toples kue kering. Alhamdulillah, berkah Ramadhan ini cukup baik,”ujar Minah, saat ditemui di rumahnya.

Siti Fatimah (39) warga Kraksaan, salah satu pembeli kue buatan Minah, menuturkan, setiap tahunnya ia sudah memesan ukue buatan Minah. “Untuk lebaran tahun ini, saya membeli 24 toples, dan disuguhkan khusus Lebaran tahun ini,”ucapnya.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko



Kontingen Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Problinggo Tahun 2016

Penulis : Wawan
Rabu, 29 Juni 2016 



KRAKSAAN – Sukses meraih 11 medali emas, 5 medali perak dan 3 medali perunggu membawa kontingen dari Kecamatan Dringu berhasil keluar sebagai juara umum pada ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Probolinggo yang diselenggarakan 23-29 Mei 2016 lalu.

Penutupan even dua tahunan yang digelar Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) bekerja sama dengan KONI itu dilaksanakan dalam pengukuhan pengurus Koni Kabupaten Probolinggo periode 2015-2020 di halaman Masjid bin Aminuddin Pondok Pesantren Hati Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Senin (27/6/2016) sore.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Kasdim 0820 Mayor Inf. Winarso, Ketua Harian Koni Provinsi Jawa Timur M. Nabil dan Ketua Umum Koni Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo beserta segenap pengurus.

Tampak pula para Ketua Pengkab dan jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) beserta atlet, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Porkab ini diikuti 1.243 atlet perwakilan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Para atlet akan turun dalam 10 cabor diantaranya Pencak Silat, Bulutangkis, Atletik, Tenis Meja, Renang, Catur, Bola Voli, Futsal, Bola Basket dan Sepak Takraw. Mereka akan memperebutkan 123 medali dan 6 set trofi.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua atlet yang telah berhasil meraih prestasi. Mereka dinilai telah banyak melakukan pengorbanan, usaha dan semangat juang yang tinggi sehingga menjadi yang terbaik di Kabupaten Probolinggo.

“Saya berharap kesuksesan yang diraih para atlet saat ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet yang belum berhasil untuk lebih giat berlatih untuk meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan medali dan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan secara simbolis kepada para juara di ajang Porkab Probolinggo 2016. (wan)





Pastikan Vaksin Pemerintah Aman dan Asli

Penulis :Firman
Rabu, 29 Juni 2016 



Probolinggo – Maraknya peredaran vaksin palsu di sebagian wilayah Indonesia membuat berbagai pihak khawatir. Pasalnya vaksin ini mayoritas diberikan kepada bayi maupun anak di bawah umur.

Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan kepastian bahwa vaksin yang beredar di fasilitas pemerintah baik puskesmas maupun rumah sakit aman dan dijamin keasliannya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas vaksin yang diberikan oleh pemerintah. Vaksin yang digunakan dijamin aman dan terjamin kualitasnya. Mulai dari posyandu, puskesmas maupun rumah sakit semua vaksin asli,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Probolinggo Ari Suciati.

Menurut Ari Suciati, tidak ada vaksin palsu di lembaga kesehatan pemerintah. Yang dipalsukan adalah vaksin yang tidak dipakai pemerintah. Keaslian seluruh jenis vaksin ini dikarenakan program pemerintah menggandeng pabrikan dalam negeri Biofarma.

“Vaksin Biofarma tidak ada yang dipalsukan. Yang ada vaksin Biofarma hanya digunakan untuk oplosan pembuatan vaksin palsu produk impor yang harganya mahal. Dalam vaksin palsu ini, produk dari Biofarma dioplos dan dicampur dengan beberapa obat lain yang tidak sesuai dengan ketentuan. Sehingga menjadi vaksin palsu dan tidak terjamin kualitasnya,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut dari maraknya peredaran vaksin palsu ini jelas Ari Suciati, pihaknya akan tetap waspada dengan melakukan monitoring klinik dan rumah sakit non pemerintah.

“Kami akan mendata semua vaksin yang ada sebagai bentuk dari kewaspadaan vaksin palsu. Hal ini penting untuk masyarakat tetap percaya bahwa vaksin yang dipakai untuk program imunisasi wajib oleh Pemerintah adalah vaksin asli,” jelasnya.

Ari Suciati menegaskan bahwa susah untuk mengetahui produk asli dan palsu, memang harus melalui uji laboratorium. Tapi secara kasat mata produk palsu dapat dibedakan dari bentuk kemasan yang lebih kasar, nomor batch yang tidak bisa terbaca jelas dan rubber stoper (tutup vial) ada perbedaan warna dari produk asli. “Kami jamin vaksin dari pemerintah aman dan tidak dipalsukan,” pungkasnya. (wan)

Laporan :Firman
Editor    : Tio

Ketika Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid Buka Bersama di Probolinggo

Penulis : Firman
Selasa 28 Juni 2016

Probolinggo - Ratusan warga dan pedagang pasar berkumpul di Pasar Paiton Kecamatan Paiton, Minggu (26/6/2016) sore. Mereka menghadiri kegiatan buka bersama istri mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Buka bersama ini dihadiri Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari , anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin, serta sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.


Hasan Aminuddin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Hj. Sinta Nuriyah yang istiqomah setiap bulan Ramadhan mengunjungi Kabupaten Probolinggo. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan sebelum menjadi ibu negara.

“Alhamdulillah beliau selalu istiqomah berkeliling setiap bulan suci Ramadhan. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, tetapi juga di seluruh nusantara,” ungkapnya.

Sementara Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengungkapkan bahwa kegiatan buka maupun sahur bersama ini sudah memasuki edisi ke-16. Dalam rentang waktu 16 tahun itu banyak dijumpai pengalaman yang menyenangkan. “Untuk Kabupaten Probolinggo sudah dilakukan 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Menurut Sinta Nuriyah, selama kunjungannya ke beberapa daerah banyak menjumpai kesenian dan budaya daerah. Kesenian dan budaya daerah tersebut harus terus dirawat karena bisa dipakai sebagai benteng atau perisai melawan kesenian dari luar. “Dengan adanya kesenian daerah ini, banyak filsafat didalamnya dan menunjukkan citra daerah yang bisa menghalau serangan budaya dari luar daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Sinta Nuriyah juga melayani pembelian minyak goreng secara simbolis seharga Rp 7 ribu per liter. Dimana disediakan total 5 ribu liter untuk para kaum dhu’afa. Serta pemberian 400 paket sembako kepada janda miskin di pesisir pantai, abang becak dan pedagang emperan Pasar Paiton dari Baznas Kabupaten Probolinggo.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Sepasang Kekasih Jadi Korban Begal Oleh 6 Orang Tak di Kenal

Penulis : Firman
Selasa 28  Juni 2016

Probolinggo -Ferizal (21) dan Titis (17) yang merupakan pasangan kekasih, menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh sekitar 6 orang begal menggunakan 2 kendaraan bermotor tanpa identitas. Akibatnya selain kehilangan 1 unit sepeda motor jenis matic Yamaha Mio, Ferizal juga harus dilarikan kerumah sakit Wonolangan, karena mengalami luka sabetan clurit di tangan dan kepalanya.
  
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, usai kejadian, korban Ferizal yang merupakan warga Jl. Pattimura No 28b kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo pada saat kejadian sekitar pukul 20.00 Wib. Korban yang  hendak pulang mengantarkan pacarnya yakni Titis,  melintas dari arah selatan menuju utara di jalan desa di Kecamatan Dringu.

Saat melintas di TKP korban berpapasan dengan dua kendaraan bermotor yang lampunya tidak dinayalakan. Salah satu kendaraan tersebut berhenti tepat di depan korban dan satunya lagi berhenti dibelakang korban sambil melihat situasi. Tak lama dua orang dari total enam pelaku turun dari salah satu motornya karena mereka masing-masing berboncengan tiga, hendak merebut sepeda motor matic milik Ferizal.

Sabetan pertama mengenai tangan kirinya dan sabetan yang kedua sangat fatal karena mengenai kepalanya. Setelah berhasil menganiaya dan mendapatkan sepeda motor korban, kawanan begal tersebut lari kearah utara dan meninggalkan korbannya tersebut ditengah jalan.

Kapolsek Dringu AKP Suparmin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut yang terjadi diwilayah hukumnya pada Sabtu (25/6) malam. Dia mengungkapkan jika lokasi disekitar TKP tersebut memang masuk daerah rawan begal selain karena kondisinya yang sepi, namun juga karena penerangan dilokasi tersebut sangat minim karena berada ditengah areal persawahan yang jarang penduduknya. “Lokasinya memang rawan tidak kejahatan begal,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan saat ini tengah menurunkan anggotanya untuk segera menangkap kawanan begal tersebut berdasarkan keterangan dari para saksi mata. Dan dia berharapa agar para pelaku dapat secepatnya ditangkap.

Selain itu, AKP Suparmin mengatakan jika akibat tindak kejahatan begal tersebut. Korban mengalami kerugian materi berupa 1 unit sepeda motor senilai sekitar Rp 13 Juta. Kapolsek juga menghimbau kepada masyarakat agar menghindari ruas jalan yang relatif sepi dan pencahayaannya minim.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Pencari Ikan Tewas Tersetrum di Sungai

Penulis : Firman
Selasa 28 Juni 2016

Nasib naas menimpa Salim (35) seorang pencari ikan asal dusun Tunggangan, Desa/Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (25/6) akhir pekan lalu. Dia meregang nyawa akibat tersengat arus listrik bertegangan tinggi saat hendak menyetrum ikan disungai menggunakan aliran listrik dari Pembangkit listrik Negara (PLN). 

Dari informasi yang di himpun, kejadian tersebut berawal ketika pada Sabtu (25/6) sore sekitar pukul 15.00 Wib, Salim berniat menangkap Ikan di Sungai daerah aliran sungai (DAS) Pekalen tepatnya di Arus Sungai Andungbiru , kecamatan Tiris. Sial bagi Salim, Saat dia berniat menyetrum seisi ikan disungai tersebut menggunakan Aliran Listrik PLN , Salim justru terkena renjatan arus listrik PLN yang mempunyai tegangan tinggi tersebut hingga tewas.

Jenasah Salim sendiri baru diketemukan oleh salah seorang saksi mata yang melihat ada mayat terapund dan tersangkut batu dipinggir sungai tak jauh dari lokasi awal Salim tewas tersetrum. Adalah Abdullah (32) warga desa setempat yang pertama kali melihat dan melaporkan penemuan mayat disungai tersebut. “Waktu itu saya melihat ada orang yang mengambang dan tersangkut batu disungai. Karena saya takut saya langsung melapor ke perangkat desa untuk dicek bersama,” ujarnya.

Mendapat adanya laporan penemuan mayat disungai, Samsuri (37) salah seorang perangkat desa setempat bersama sejumlah warga bergegas menuju lokasi penemuan mayat dan langsung mengevakuasi mayat tersebut dari pinggiran sungai. “Ternyata memang benar ada mayat yang mengambang disungai, dan dari beberapa keterangan warga yang mengenalinya ternyata itu adalah Salim seorang pencari ikan,” ujar Samsuri.

Kapolsek Tiris AKP Wijaya saat dihubungi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengungkapkan jika usai dievakuasi oleh warga dan jenasah korban hendak dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi karena menganggap kejadian tersebut adalah murni kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian korban yang menyetrum ikan bukan menggunakan alat yang membahayakan.

“Saat akan kami bawa ke kamar jenasah untuk dilakukan otopsi pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat penolakan dilakukannya otopsi, sehingga jenasah korban Salim langsung dibawa ke rumah duka dan segera dimakamkan,” ujar AKP Wijaya.

 Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar tak meniru apalagi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Salim. Dimana untuk menangkap ikan sewajarnya menggunakan alat pancing atau jaring bukan menggunakan listrik, apalagi listriuk bertegangan tinggi seperti yang digunakan korban Salim. 

Laporan : Firman
Editor    : Dicko


Songsong Piala Suratin 2016 , Persikapro U-17 Mempersiapkan Diri

Penulis : Wawan 
Selasa, 28 Juli 2016



KRAKSAAN – Menghadapi kompetisi sepakbola Piala Suratin tingkat regional Jawa Timur tahun 2016, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Probolinggo telah mempersiapkan diri membentuk skuad Persikapro U-17. Di mana kompetisi ini rencananya akan digulirkan mulai Juli mendatang.


Ketua Umum Askab PSSI Probolinggo Santiyono mengatakan, kepastian keikutsertaan Persikapro U-17 di Piala Suratin ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur tanggal 2 Juni 2016 yang ditujukan kepada Askab/Askot PSSI se-Jawa Timur terkait akan diadakannya kompetisi Piala Suratin dan Liga Nusantara 2016.

“Sebenarnya skuad Persikapro untuk turun dalam Piala Suratin dan Liga Nusantara ini sudah disiapkan. Namun karena sedang puasa, maka latihannya istirahat dan akan dilanjutkan kembali setelah lebaran,” katanya.

Terkait Piala Suratin dan Liga Nusantara ini, Santiyono memasang target bisa lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Jawa Timur. “Sebenarnya kompetisi sifatnya pembinaan dari bawah dengan harapan menemukan pemain-pemain potensial,” terangnya.

Dari hasil kompetisi tersebut jelas Santiyono, akan muncul pemain-pemain terbaik yang akan dikumpulkan lagi untuk mengikuti seleksi dan masuk ke tim yang lebih tinggi. “Melalui kompetisi ini kami berharap bisa menemukan pemain-pemain muda. Tetapi yang jelas, kami masih tetap mengandalkan pemain asli putra daerah Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Selain Piala Suratin, Askab PSSI Probolinggo juga sedang membentuk skuad Persikapro untuk ikut ambil bagian dalam Liga Nusantara regional Jawa Timur. “Untuk persiapan Liga Nusantara 2016 kita sudah siap 100%. Karena walaupun kompetisi di Indonesia berhenti, Askab PSSI Probolinggo tetap melakukan pembinaan pemain sejak usia dini,” pungkasnya. (wan)

Laporan  : Wawan
Editor     : Tio

Ini Soto Belanda Menu Berbuka Puasa Khas Kabupaten Probolinggo

Penulis : Firman
Senin 27 Juni 2016

Probolinggo – Kabupaten Probolinggo, banyak terdapat masakan khas untuk menu berbuka puasa. Salah satunya adalah, masakan soto yang dikenal dengan soto Belanda, yang letaknya di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Soto ini dikenal dengan rasa yang khas, sangat berbeda dengan masakan soto lainnya.

Uniknya, soto ini  diberi nama soto Belanda. Pasalnya, berdirinya soto tersebut sejak jaman Belanda  oleh Alm. Saminah, sampai saat ini merupakan generasi ke dua oleh putrinya yakni ibu Jitro (64), yang telah meneruskan sejak tahun 80-an hingga sekarang.

Soto Belanda ini, ketika bulan ramadhan seperti saat ini, digunakan untuk menu berbuka puasa oleh pelanggannya. Sebagian pelanggan dan pengunjung lainnya berdatangan untuk di buat buka puasa dirumahnya bersama keluarga, sebagian besar menikamati buka puasa soto Belanda, di tempat meski kondisi warungnya sangat sederhana, yang terbuat dari anyaman bambu.

Pembelinya pun bukan hanya berasal dari warga Kabupaten Probolinggo saja, melainkan dari luar daerah, mereka mengenal soto Sumbernyar Paiton, tersebut dengan soto Belanda. Selain warga biasa, pembelinya juga berasal dari kalangan pejabat pemkab setempat, pekerja proyek PLTU, serta kalangan para guru sekolah.

Menurut Agus, salah satu pelanggan asal Blitar, dirinya mengaku saat pulang kerumah isterinya di Paiton, pasti membeli soto Belanda, karena khas rasanya sangat berbeda, ia selama bulan puasa setiap sore bungkus soto Belanda, untuk menu buka puasa.

“Setiap sore saya dan isteri membeli soto di sini, kadang di bungkus, kadang menikmati buka puasa di sini. Rasanya memang sangat berbeda, rasanya itu sangat khas,”ujar Agus.

Senada Dikatakan Marwati, seorang pelanggan, ia selama ramahan ini menikmati buka puasa dengan soto Belanda ini, karena semua keluarganya sangat menyukainya.”Hampir tiap hari saya beli soto disini untuk buka puasa. Bahkan, sebelum puasa, setiap ada kegiatan dirumah, saya pasti membeli soto ini,”jelasnya.

Sementara menurut ibu Jitro, penjual soto Belanda, selama bulan ramadhan ini ia buka warung dari pukul 16.00 sampai 20.00 Wib. Jika hari biasa buka sejak pukul 09.00 pagi hingga sore. Berjualan soto kata dia, dari tahun 1980-an, degan meneruskan amanah ibunya. Soto yang dikenal soto Belanda, lanjutnya memang dari orang-orang sendiri yang menjulukinya, karena berdirinya sejak penjajahan kolonial Belanda.

“Kata orang-orang rasanya sangat khas, padahal tidak ada bumbu atau bahan yang dirahasiakan. Saya hanya pakai bumbu kacang tanah dan kikil serta olahan koyah yang khas saja. Kalau pembelinya dari kalangan pejabat, guru, pekerja PLTU dan dominasi masyarakat biasa,”aku ibu Jitro, saat ditemui di warungnya, Senin (27/6/2016).

Bulan ramadhan ini, soto Belanda milik bu Jitro, terus di banjiri pelanggan, dari menjelang berbuka puasa, apa lagi saat adzan maghrib berkumandang, banyak pengunjung yang menikmati buka puasa di bersama di warung tersebut.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Cari Gorengan Usai Tadarus, Seorang Santri Tewas dan 1 Kritis Usai Ditabarak Mobil


Penulis : Firman
Senin 27 Juni 2016

Probolinggo - Zaenal (15) warga Desa Jorongan, Kabupaten Probolinggo, terbujur kaku di kamar mayat dr.Moh Saleh, usai terlibat kecelakaan, sepulang dari tadarus, Minggu (26/6/2016). Melihat jasad korban, Sarwani (48) ibu korban, langsung menangis histeris.

Korban Zaenal, tewas dilokasi kejadian. Insiden itu bermula saat korban berboncengan dengan Jaka (14) yang tak lain temanya. Jaka, saat ini mengalami masa kritis di rumah sakit yang sama.

Informasi yang dihimpun, sepulang tadarus, mereka berdua yang merupakan seorang santri itu, keluar mencari gorengan, naas saat motor korban melaju dari arah berlawan, sebuah mobil nopol P1456 DH melaju kencang dan langsung menabrak, keduanya dan terpental hingga 10 meter ke badan aspal.

Menurut Hadi dan Samad, yang merupakan saksi mata, penyebab kecelakaan saat kedua korban boncengan, ditabrak mobil dan terpental jauh.

"Ke duanyanaik motor dari selatan mau ke utara, dari arah berlawanan tiba-tiba muncul mobil dan tabrak motornya, ia terpental, 1 oranf meninggal dan 1 kritis yang bonceng,"sebutnya.

Polisi lalu lintas yang datang langsung melakukan olah TKP, dan membawa motor korban ke pos lantas setempat.

Warga berharap suapay pemerintah setempat memasang lampu penerangan di lokasi kejadian. Karena sangat gelap, dan sering terjadi kecelakaan. Bahkan rawan aksi begal.

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Lowongan Kerja PT PAL INDONESIA

Lowongan Kerja
Senin, 27 Juni 2016











Sumber :
HDR PT PAL INDONESIA

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan