Berita Kraksaan

Peristiwa

Profile

Rekrutmen On The Job Training Angkatan 18 S1 dan D3

Lowongan Kerja
Rabu , 27 Juli 2016



                                  sumber  : http://recruitment.pjbservices.com/Vacancies.aspx                


5 PSK Diamankan, 2 Positif HIV dan Korban Trafficking

Penulis : Firman
Selasa 26 Juli 2016

Probolinggo - Dari lima PSK yang dikirim Satpol PP Kabupaten Situbondo ke Satpol PP Kabupaten Probolinggo, ada satu PSK yang memprihatinkan. Yakni MW (14). Selain termasuk PSK yang terjangkit HIV, MW juga merupakan korban trafficking (perdagangan manusia) oleh orang tak bertanggung jawab. 

MW yang merupakan warga Probolinggo, masih belum mempunyai KTP. MW mengaku warga Kota Probolinggo. Dia mengaku tinggal di kawasan Kelurahan Sukabumi. 

Berdasarkan pengakuan MW, ia kenal dengan seorang sopir truk ekspedisi.  Hubungan mereka sudah layaknya suami istri.  Hingga suatu ketika MW diajak ke Situbondo, lalu  ditinggal sendirian di pinggir jalan.

“Oleh sopir itu, saya diharuskan bekerja di warung kopi yang berada di kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Semenjak itu saya tidak pernah melihat dia lagi,”” ujarnya, sambil menangis.

MW mengaku, kerap dicekoki pil ineks oleh sopir tersebut. Ia lupa nama sopir tersebut, karena kejadian tersebut sudah terjadi 2 tahun silam.”Sudah 2 tahun saya sebagai PSK di Situbondo.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, Abduh Ramin mengatakan, 5 PSK dikirim dari Kabupaten Situbondo, merupakan hasil razia anggota Satpol PP Situbondo. Dari 5 PSK tersebut berdasarkan data dan pemeriksaan kesehatan dari Situbondo, yang diterima 1 PSK dibawah umur dan korban trafficking sekaligus terjangkit HIV/AIDS dengan 1 PSK lainnya. 

“Ada dua PSK yang positif terjangkit HIV/AIDS, 1 MW yang masih di bawah umur, dan satu lagi YN (30) warga Kabupaten Probolinggo, keduanya positif terjangkit HIV,”JELAS Abduh Ramin, Senin (25 /7/2016).

Kelima PSK tersebut langsung dilakukan pendataan dan dilakukan pembinaan sesuai peraturan yang berlaku. Mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing. Smentara 2 yang positif HIV, pihak Satpol PP akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.(fir)


Laporan : Firman
Editor    : Dicko


Jadwal Job Market Fair Gratis, Di Disnaker Jatim Bulan Agustus 2016







Lowongan Kerja
Selasa, 26 Juli 2016

                                    Sumber : Disnakertrans Pemprov Jatim

Tgl 3-4 Agustus 2016, Disnaker Kab Mojokerto adakan Job Market Fair
Lokasi di GOR Mojosari Mojokerto
Tersedia ribuan lowongan baru dari perusahaan di Ngoro, Mojokerto dan Surabaya/Sidoarjo
Gratis....

Kembali Disnaker kota kediri adakan Job Fair
Tgl 9-10 Agustus 2016
Lokasi : GOR Joyoboyo Kediri
Jumlah Perusahaan : 35 perusahaan
Gratis..

Tgl. 24-25 Agustus 2016 Disnaker Kab Kediri adakan Job Market Fair
Lokasi di Convention Hall Kab Kediri
Tersedia ribuan lowongan baru dari perusahaan di kawasan Kediri, Madiun dan Surabaya/Sidoarjo
Gratis....

Untuk Job Market Fair Kabupaten Probolinggo Klik DISINI

sumber :
http://www.infokerja-jatim.com/pengumuman/980


RSUD Waluyo Jati Hibur Pasien Anak di Hari Anak Nasional 2016

Penulis : Wawan 
Selasa, 26 Juli 2016



KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2016, RSUD Waluyo Jati Kraksaan memberikan pelayanan khusus kepada pasien anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Para pasien anak-anak ini diberi balon mainan dan hiburan hingga hadiah, Senin (25/7/2016).

Pasien anak-anak yang sudah masuk dalam tahap pemulihan dikumpulkan di aula Ruang Dahlia RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sementara bagi yang masih berbaring di tempat tidur juga mendapatkan bingkisan dan balon dari para dokter dan perawat dengan cara didatangi ke ruangan tempat mereka dirawat.

Tidak sekedar memberikan hiburan saja, badut yang sengaja dihadirkan dalam kesempatan tersebut juga mengajak anak-anak yang berkumpul untuk berinteraksi dan meminta untuk mengikuti aba-aba yang disampaikan. Aksi kocak para anak-anak inipun memancing tawa para dokter, perawat dan bidan serta orang tua yang menemani.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar anak-anak yang sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit bisa menikmati layanan khusus dan mendapatkan perhatian lebih dari rumah sakit sehingga anak-anak bisa lebih nyaman karena ada yang memperhatikan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, pasien anak-anak bisa terhibur dan termotivasi agar segera sembuh. Tetapi yang jelas pelayanan yang diberikan tidak berhenti disitu saja, pada hari selanjutnya pelayanan akan diberikan secara maksimal,” katanya.  

Sementara Dokter Spesialis Anak RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Muhammad Reza mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelayanan pemenuhan hak-hak anak. Sebab meskipun sedang sakit, seorang anak juga tetap harus mendapatkan hak-haknya.

“Kegiatan ini tentunya diharapkan akan mampu memberikan dampak yang positif bagi anak. Selain mampu memberikan hiburan, setidaknya ke depan anak-anak tidak merasa takut untuk datang ke rumah sakit. Karena rumah sakit itu bukanlah tempat yang menakutkan,” ungkapnya.

Menurut dr Reza, ke depan rumah sakit akan berupaya selain merawat anak juga akan berkomunikasi dengan orang tua agar nantinya tidak datang lagi ke rumah sakit dengan penyakit yang sama. “Orang tua jangan lupa bahwa anak itu adalah masa depan sehingga jangan sampai melalaikannya,” pungkasnya. (wan) 

Laporan : Wawan
Editor    : Dimaz



Piala Suratin 2016, Persikapro Andalkan Putra Daerah

Penulis : Wawan 
Selasa , 26  Juli 2016 



KRAKSAAN – Skuad Persikapro U-17 memastikan diri siap mengarungi kompetisi sepakbola Piala Suratin tingkat regional Jawa Timur tahun 2016. Piala Suratin sendiri akan digulirkan pada Agustus mendatang. Persikapro tergabung dalam satu grup bersama Persekap Pasuruan, Assyabab Bangil dan Kresna FC Surabaya.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askba) PSSI Probolinggo Santiyono. Menurutnya, untuk putaran pertama akan digulirkan 7 hingga 10 Agustus di Stadion Untung Surapati Pasuruan. “Untuk putaran kedua digulirkan 21 hingga 24 Agustus mendatang. Untuk tempatnya masih belum tahu di mana,” katanya.

Untuk Piala Suratin ini, Santiyono memasang target bisa lolos ke tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Jawa Timur. “Sebenarnya kompetisi sifatnya pembinaan dari bawah dengan harapan menemukan pemain-pemain potensial,” jelasnya.

Menurut Santiyono, tahun ini pihaknya tidak akan ambil bagian dalam Liga Nusantara. Alasannya adalah mengukur kemampuan pemain dan ketersediaan anggaran. “Sementara ini kami fokus kepada Kompetisi U-15, Kompetisi U-17 dan Porprov. Untuk Liga Nusantara kami absen tidak ikut ambil bagian,” terangnya.

Dalam Kompetisi Suratin ini, jelas Santiyono, skuad Persikapro U-17 tetap mengandalkan pemain asli putra daerah Kabupaten Probolinggo. Demi mendukung hal tersebut, pihaknya sudah membuat kalender untuk kompetisi internal mulai dari U-12, U-15, U-17, Divisi Utama, Divisi I dan Divisi II. Harapannya akan lahir pemain-pemain berbakat.

“Mudah-mudahan dalam Kompetisi Piala Suratin ini, skuat Persikapro mampu meraih hasil maksimal. Setidaknya bisa lolos ke tingkat nasional. Apalagi para pemain sudah menyatakan siap 100%,” pungkasnya. (wan)

Laporan    : Wawan
Editor       : Dimaz


Berkat Restu Orang Tua

Penulis : Dimaz 
Senin, 25 Juli 2016

KRAKSAAN – Berkat dorongan dan semangat serta doa dan restu kedua orang tuanya, Puput Handayani akhirnya berkarir di satuan penegak peraturan daerah (perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo.

Meskipun tugasnya berat dan penuh tantangan, namun gadis asal Desa Randuputih Kecamatan Dringu ini tetap semangat menjalankan tugasnya. Saat ini, putri pasangan Amir Hamzah dan Sulihah ini masih melanjutkan program studinya di Universitas Panca Marga Probolinggo, Fakultas Ekonomi Jurusan Akutansi Semester 4.

“Semoga nanti setelah setelah lulus dari bangku kuliah bisa lebih konsen ditempatkan sebagai tenaga akutansi di kantor,” katanya.

Puput sendiri terbilang baru di jajaran satuan penegak perda Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Ia tercatat mulai masuk tanggal 20 Februari 2016 yang lalu. Meski sebagai tenaga honorer tapi tidak membuat ia patah semangat dalam menjalankan tugas kerjanya.

Puput bercerita kalau saat awal masuk kerja sudah digembleng dan disuruh ngepam di kantornya di Kota Kraksaan. Namun ia tetap merasa nyaman menjalankan tugasnya.

“Meskipun kerja disini diperlukan faktor tenaga fisik yang kuat dan sehat, namun saya harus tetap semangat menjalankan perintah atasan. Memang secara fisik masih perlu ada pembinaan lagi,” tukasnya. (maz)

Laporan    : Dimaz
Editor       : Tio


Hasan Ingatkan Warga Akan Zakat dan Sodakoh

Penulis : Wawan
Minggu, 24 Juli 2016


LUMBANG – Anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Sabtu (23/7/2016) malam menghadiri halal bihalal Jam’iyah Yasinan Baitul Jannah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang. Dimana dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan Koperasi Usaha Tama kepada puluhan anak yatim piatu.

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Sukapura Suheryanto ini dihadiri oleh oleh Forkopimka Lumbang, pengurus MWCNU Kecamatan Lumbang, Ranting NU se-Kecamatan Lumbang serta seluruh jamaah yasinan dan masyarakat Kecamatan Lumbang.

Dalam sambutannya  H Hasan Aminuddin mengatakan jika seseorang bisa menunaikan kewajibannya tentang zakat dan sodakoh, maka akan selesai persoalan bangsa ini. Selama ini, orang miskin selalu dijadikan materi untuk meraih simpati masyarakat. “Sampai detik ini penanganan orang miskin belum selesai, padahal orang Islam itu kaya,” katanya.

Menurut Hasan, potret Ramadhan lalu banyak orang kaya mengundang orang miskin dan bangga memamerkannya. Padahal di Arab Saudi, malah orang kaya yang bingung mencari orang miskin untuk bersedekah.

“Saya ingin mengajak, mari saling mengingatkan kepada siapapun kepada yang membayar zakat dan sodakoh, terutama detik Idul Adha, berikan kepada masjid dan takmir masjid akan mengantarkan kepada yang berhak,” tegasnya.

Hasan mengaku jika selama ini dirinya sering mempelajari seseorang yang sukses dan bangkrut dari usahanya. Dimana orang yang sukses dan tiba-tiba bangkrut ternyata karena tidak pernah berbagi kepada sesama. “Saya mengingatkan tatkala diberi kenikmatan maka ujian itu akan mengikutinya, maka berbagilah. Jika ingin hartanya kekal dan bertambah, maka tambahlah berbagi kepada sesama,” jelasnya.

Tidak lupa Hasan meminta kepada orang tua untuk selalu menjaga pergaulan anak-anaknya dan menunaikan kewajibannya sebagai orang tua. Apalagi nakalnya anak muda saat ini tidak sama dengan dahulu. Selesai mendidik, segerakan dudukkan anak dan bicaralah dari hati ke hati. Karena banyak orang tua yang lalai karena kesibukannya.

“Mewariskan iman dan ilmu sangat kekal dari pada mewariskan yang lain. Saya berharap masyarakat Lumbang terus menempuh pendidikan, baik di pesantren maupun pendidikan formal. Perubahan zaman saat ini menakutkan dan jangan sampai tidak mampu berkompetisi sehingga hanya menjadi penonton,” pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Sukapura Suheryanto menyampaikan bahwa halal bihalal ini dilakukan sebagai upaya untuk introspeksi diri sendiri dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah. Semua itu sangat penting dilakukan. “Semoga melalui kegiatan ini kita senantiasa selalu bisa berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu baik dalam hal zakat maupun sodakoh,” harapnya. (wan)

Laporan   : Wawan
Editor      : Dimaz


Harus Amanah dan Tanggung Jawab

Penulis : Wawan
Minggu, 24 Juli 2016 


PAITON – Agar sukses menjadi guru diperlukan sifat amanah dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa merugikan siswa. Setidaknya hal itulah yang menjadi kunci sukses guru SDN Alastengah, Kecamatan Paiton, Luluk Qamariyah.

“Tugas guru adalah mendidik, mengayomi dan mencerdaskan siswa. Oleh karena itu hadapi siswa dengan kesabaran, karena karakter siswa berbeda. Dengan sabar maka kita akan ikhlas,” kata istri Misbahul Khalik ini.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Abd Hadi (alm) dan Musdalifah ini mengaku, motivasi menjadi seorang guru karena dukungan ayahnya yang juga seorang guru yang bisa menyekolahkan tiga putranya hanya dengan gaji guru yang waktu itu belum ada sertifikasi.

“Saat ini ayah sudah tiga tahun meninggal, jadi saya belum sempat membalas kebaikannya dengan jerih payah yang saya lakukan. Tetapi masih ada ibu yang terus memberikan motivasi,” kata guru asal Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton ini.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 27 Mei 1980 ini berpesan kepada sesama guru agar meniatkan tugas hanya karena Allah SWT. Maka niscaya tidak akan ada rasa malas saat melaksanakan tugas sebagai guru.

“Dengan menjadi guru, maka kita bisa memberikan ilmu kepada anak didik yang nantinya bisa. Disamping juga mendapatkan dunia baru dengan berbagai macam karakter dari anak didik, sehingga saya harus super sabar dalam menghadapinya,” pungkasnya. (wan)

Laporan    : Wawan
Editor       : Dimaz



Lima Belas Hari, Polres Probolinggo Sita Puluhan Motor dan 3 Mobil Bodong


Penulis : Firman
Sabtu 23 Juli 2016

Probolinggo - Lima belas hari operasi Ramadniya 2016, Polres Probolinggo berhasil mengamankan setidaknya 19 kendaraan bermotor dan 3 mobil yang diduga bodong atau tanpa dilengkapi surat-surat serta dimodifikasi tidak sesuai ketentuan.

Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan anggota satalantasnya selama  berlangsungnya operasi Ramadniya berhasil mengamankan setidaknya 63 kendaraan roda 2 dan 3 kendaraan pribadi roda 4 di wilayah hukum Polres Probolinggo.

“Kendaraan-kendaraan ini diamankan karena kelengkapannya tidak ada baik dari surat-suratnya dan juga kelengkapan kendaraannya yang dimodifikasi tidak sesuai standar pabrikan, sehingga dianggap membahayakan dan juga membuat kebisingan,”ungkapnya Sabtu (23/7/2016).

Kapolres mengungkapkan mayoritas tangkapan tersebut rata-rata pelanggrannya adalah mengubah spek standar kendaraan tidak sesuai dengan ketentuan, seperti menggunakan knalpot brong seperti menggunakan knalpot brong dan juga tanpa dilengkapi plat nomor dan menggunakan ban kecil.

Semntara Kanit Registrasi dan identifikas (KRI)  Polres Probolinggo, Iptu Sugeng SL, mengatakan dari 63 kendaraan bermotor dan 3 mobil jenis minibus yang berhasil diamankan, baru 44 kendaraan bermotor yang telah diambil oleh pemiliknya dengan menunjukkan STNK asli.

“Sedangkan 19 motor dan 3 mobil lainnya tak kunjung diambil karena diduga kuat merupakan hasil penggelapan dan hasil tindak kriminal lainnya,”ungkap Iptu Sugeng.

Dalam Ops Ramadniya 2016 kali ini tercatat Satlantas Polres Probolinggo telah menilang setidaknya 147 pengendara dan memberikan teguran kepada 387 pengendara lainnya. Rinciannya adalah 96 surat tilang roda 2 dan 50 tilang roda empat.(fir)


Laporan : Friman
Editor     : Dicko

KPU Hanya Dapat Anggaran Rp 40 M Dalam Pilbup 2018 Mendatang


Penulis : Dicko
Jumat 22 Juli 2026

Probolinggo – Pemilihan Bupati (Pilbup) Probolinggo pada 2018 mendatang, tim anggaran Pemkab setempat gelar rapat perdana dengan KPU, pada Kamis (21/7/2016) di kantor Sekretariat Pemkab Probolinggo.

Rapat tersebut di pimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H Nawi. Ia mengungkapkan, dana yang diajukan KPU berubah-ubah sempat Rp 54 miliar kemudian  Rp 58 miliar. Sementara kemampuan anggaran Pemkab hanya Rp 40 miliar.

“Digelarnya rapat ini, agar anggaran yang di ajukan KPU Kabupaten Probolinggo konsisten, artinya tidak berubah. Kami menginginkan KPU memaparkan kembali proposal anggaran itu,”kata Sekda Nawi, kepada wartawan, usai rapat berlangsung.

Ketua KPU  Kabupaten Probolinggo, Muhammad Zubaidi, membenarkan bahwa pihaknya sempat melakukan perhitungan anggaran Pilbup menjadi Rp 54 miliar dan kemudian berubah menjadi Rp 58 miliar, karena ada perubahan peraturan. Salah satunya UU Pilkada baru yang telah disahkan.

"Pendanaan kegiatan Pilkada  ada sharing dana karena ada pemilihan gubernur dan pemilihan bupati. Namun kerja ganda karena mengurusi dua jenis pilkada itu,"jelas Zubaidi.

Perhitungan itu lanjut Zubaidi, didasarkan SE Gubernur 25 Mei 2016 nomor 131/9077/011/2016 perihal penganggaran pilgub tahun 2018 bersama Pilbup/Pilwali di 18 kabupaten/Kota.

Sementara Tanto Walono, Kepala DPKD Kabupaten Probolinggo, menanggapi hal itu, bahwa nilai Rp 49 Miliar itu, pihaknya belum sanggup memenuhi. Menurutnya, Pemkab juga harus memikirkan kekuatan anggaran, sehingga dana yang memungkinkan adalah Rp 40 miliar.

Dia berharap KPU bisa memahami dan menerima jumlah itu. Dan keputusan harus sudah ada pada bulan Oktober sebelum pembahasan RAPBD 2017.(dc)

Laporan : Dicko



Pancalang Warga Suku Tengger Turut Membantu Pengamanan Ritual Yadnya Kasada di Bromo


Laoporan : Firman
Kamis 21 Juli 2016

Probolinggo - Jalannya ritual Yadnya Kasada di ponten pure agung Desa Ngadisari, Sukapura Probolinggo, berjalan lancar meski dengan jarak aman 1 kilometer. Kamis (21/7/2016).

Selain ketatnya pengamanan oleh ratusan personel kepolisian polres Probolinggo, yang dibantu TNI. Pasalnya, pengamanan juga di bantu oleh pacalang Hindu Tengger.

Meski suhu udara berkisar sekitar 6 sampau 8 derajat celcius di daerah kaldera, tak membuat ribuan wisatawan pesimis, mereka tetap bersikeras menyaksikan jalannya ritual.

"Di radius 1 kilo meter ini tidak hanya di jaga aparat kepolisian saja, melain kami juga turut berpartisipasi membantu pengamanan, agar seluruh warga Tengger khusyuk melakukan ritual laru sesaji di kawah,"kata Suherman, salah satu pancalang warga Suku Tengger.

Sementara dikatakan AKBP Arman Asmara Syarifudin, Kapolres Probolinggo, pihaknya telah mengerahkan angota sebanyak 166 personel untuk pengamanan ritual Yadnya Kasada.

"Kami siagakan oersonel di beberapa titik, karena setiap Kasada tak luput dari kemacetan dan antisipasi kejadian lainnya, petugas berjaga di empat titik,"kata Kapolres Arman, saat memimpin penjagaan

Hingga saat ini, penjagaan terus dilakukan, mengingat kawah bromo masih aktif mengeluarkan asap. Diharapkan pengunjung tetap memathui radius 1 kilo meter dari kawah.(fir)


Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Surat Menteri PANRB tentang Larangan Bermain Game Berbasis GPS di Lingkungan Instansi Pemerintah






Penulis   : Arya
Kamis, 21 Juli 2016

 Sumber Gambar :
 http://www.menpan.go.id/berita-terkini/120-info-terkini/5298-surat-menteri-panrb-tentang-larangan-bermain-game-berbasis-gps-di-lingkungan-instansi-pemerintah


Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Yuddy Chrisnandi melarang aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis GPS di seluruh instansi pemerintah.

Seperti dikutip dalam situs resmi di http://www.menpan.go.id (21/07/2016) yang berisi sebagai berikut 

" Sebagai bentuk kewaspadaan nasional dan mengantisipasi timbulnya potensi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan instalansi pemerintah, serta menjaga produktivitas dan disiplin aturan sipil negara, bersama ini kami sampaikan kepada para pimpinan di satuan kerja masing-masing untuk melarang aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis global positioning system (GPS) di lingkungan instansi pemerintah.

Sehubungan dengan hal tersebut, agar para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di lingkungan masing-masing untuk melakukan pemantauan dalam pelaksanaannya.

Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian dan kerja samanya kami sampaikan terima kasih.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Prof.Dr.H. Yuddy Chrisnandi, ME."

Game Pokemon Go adalah salah satu game virtual berbasis GPS  yang tengah booming yang mampu memikat berbagai generasi dari muda sampai tua. Namun game ini di anggap mengkwatirkan bagi Pemerintah yang dapat mengancam keamanan.    


Untuk menindak lanjuti isu itu , menteri Yuddy menerbitkan aturan Nomor: B/2555/M.PANRB/07/2016 pada Rabu (20/7), sudah di upload di website resmi Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (Ary)

Laporan   : Arya
Editor      : Tio


Begini Cara Warga Suku Tengger Melakukan Larung Sesaji Yadnya Kasada

Penulis : Firman
Kamis 21 Juli 2016

Probolinggo - Ratusan warga Suku Tengger, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, berbondong-bondong ke kawah dengan membawa sesajen berupa hasil bumi, hewan, uang logam dan lainnya, untuk dilarung ke kawah sebagai persembahan untuk leluhur.

Sebelum melarung sesajen ke kawah, warga Tengger iring-iringan membawa sesajen tersebut ke ponten pure agung untuk di doakan bersama dengan di iringi musik gamelan.

Warga Suku Tengger yang melarung sesajen dari empar daerah Suku Tengger, yakni dari warga Ngadisari sendiri, Ranupani Lumajang, Jemplang Malang dan Tosari Pasuruan.

Mereka merayakan Yadnya Kasada kali ini penuh antusias meski kondisi hujan deras. Tak lain acara yang sudah teragenda setiap tahun ini memantik perhatian bagi para wisatawan lokal dan manca negara.

Menurut dukun Tengger, Sutomo, larung sesajen tersebut tidak hanya untuk hiburan saja, melainkan untuk keselamatan warga Tengger di empat derah tersebut dan warga yang bermukim di lereng Gunung Bromo.

"Ketika Gunung Bromo erupsi seperti saat ini, bisa-bisa membahayakan, dengan ritual kepercayaan kami dengan melarung sesajen ini, maka semua akan baik-baik saja,"kata Sutomo, usai melakukan larung di kawah, Kamus (21/7/2016).

Kegiatan perayaan Yadnya Kasada ini, masih tak luput dari aparat kepolisian dan TNI, untuk keamanan. Namun, bagi pengunjung luar masih di beri jarak aman 1 kilometer.

"Erupsi bromo masih berbahaya, untuk pengunjung oleh pemerintah dianjurkan jarak aman 1 kilometer. Yang diperbolehkan naik ke kawah hanya warga Tengger yang beriring-iringan membnawa sesajen,"tambah Sutomo.

Sampai usai pelaksanaan larung sesajen, para wisatawan masih tetap memadati Gunung Bromo dengan radius 1 kilometer, untuk menikmati suasana Bromo di pagi hari.(fir)


Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan