Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Korban Perahu Karam di Temukan

Penulis Dicko
Kamis 23/10/2014 , 16 : 00 WIB


PAJARAKAN – Muhammad Arif (41) korban perahu karam asal Desa/Kecamatan Maron, yang dinyatakan hilang di pantai Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, hari ini Kamis (23/10) ditemukan oleh seorang nelayan di perairan pulau Gili, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Di ketahui tiga hari lalu Selasa (21/10/14), korban bersama 10 orang temannya yang selamat, tengah memancing ikan, menggunakan perahu tradisional, ditengah laut perahu yang digunakannya karam saat perjalanan pulang dari perairan selat Madura menuju pesisir pantai Desa Kejugan.

Diduga jasad Arif terbawa arus air hingga ke perairan pantai pulau Gili.Itu setelah dilakukan pencarian oleh tim Polairud  dan warga selama beberapa hari, namun tidak membuahkan hasil.

Jasad Arif akan dibawa menggunakan kapal oleh petugas ke pantai Gejukan, dimana pada saat kejadian Arif bersama 10 temannya itu berangkat dan menyewa perahu dari pantai Gejukan tersebut. Pantauan dilokasi, ratusan warga setempat dan warga dari Kecamatan Maron bersama keluarga korban sedang menunggu kabar yang pasti dari pukul 12 siang hingga sore.

Saat mayat korban masih dalam proses evakuasi, Yati yang merupakan istri korban telah meyakini kalau itu adalah suaminya, meski mayat itu belum dipastikan mayat Arif.

“Saya dan keluarga sudah menunggu kedatangan jenazah suami saya sejak tadi, karena dari tadi ada kabar ditemukan mayat tapi belum jelas kalau itu mayat suami saya. Tapi sekarang saya yakin kalau mayat itu adalah suami saya,”jelas Yati saat dipantai Gejukan. 

Sampai berita ini ditulis sekitar pukul 18.00, prosesi evakuasi masih berlangsung di perairan Gili Ketapang menuju pantai Gejukan.(dc/fir)

Sopir Pic up Tewas Setelah Menabrak Truk

Penulis Dicko
Kamis 23/10/2014 , 09 : 00 WIB


PAJARAKAN – Kembali terjadi kecelakaan maut di jalan raya Brumbungan Lor, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/10/14) dini hari, adalah, Muhammad Faiq Ghufron Rosidi (24), warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten setempat yang mengendarai pick up, tewas setelah menambrak truk yang melaju dari arah berlawanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30. Saat itu, pick up dengan nopol N 8766 NB, melaju darai arah barat ke timur. Diduga sopir Faiq mengantuk, pick up langsung oleng ke kanan. Sedangkan waktu bersamaan, melaju truk Nopol W 8296 NL yang dikemudikan Junaidi, 39, warga Desa/Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, sehingga kecelakaanpun terjadi .

Menurut Kasat Lantas Polres Probolingog, AKP Ridho Tri Putranto melalui Kanit Laka Ipda Bagus Purnama, pic up menabrak truk bagian pintu kanan dan bak truk belakang. “sopir pic up (korban) saat kejadian masih bernyawa, jadi tidak langsung meninggal dilokasi kejadian, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Waluyojati Kraksaan, sebab luka korban cukup parah,”sebutnya.

Bagus menuturkan, korban meninggal di rumah sakit, sementara pic up dan truk serta sopirnya telah diamankan di pos Polisi Klaseman Kecamatan Gending untuk dimintai keterangan.(dc/fir)



Ribuan Pelajar Rayakan Kirab 1 Muharam 1436 H

Penulis Dicko
Kamis 23/10/2014 , 08 : 00 WIB


KOTAANYAR – Sekitar 1500 pelajar dari lembaga pendidikan umum dan agama memeriahkan perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah melalui pawai karnaval melintasi jalan raya dengan menempuh perjalanan sekitar 4 km. Acara tersebut sengaja digelar oleh Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (23/10/14).

Kirab 1 Muharam yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB itu melibatkan ribuan pelajar dari tingkat pendidikan TK/RA, SD/MI SMP/MTs hingga SMA dan SMK dan sederajat. Kegiatan ini dibuka sekaligus dilepas oleh Muspika Kecamatan Kotaanyar yang diberangkatkan dari pendopo kantor pengairan Desa Talkandang hingga ke pendopo kantor Kecamatan Kotaanyar.

Kirab 1 Muharam ini sudah menjadi agenda tahunan di Kecamatan Kotaanyar dengan melibatkan seluruh lembaga sekolah, sehingga perayaan tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat setempat, dan selalu menjadi acara keramaian yang ditunggu-tunggu masyarakat, sehingga acara kirab tingkat pelajar itu menjadi momen tersendiri.  

Ribuan warga, terutama para orang tua dari murid sekolah peserta pawai ta'ruf menyambut 1 Muharram 1436 Hijriah itu berdiri di pinggir jalan raya utama untuk menyaksikannya. Sehingga jalan yang biasanya tampak tidak begitu ramai menjadi sesak sehingga butuh mengaturan jalan dari petugas kepolisian. 

Selain itu, ratusan peserta pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah taman kanak-kanak (TK) juga ikut meramaikan pawai ta'ruf tahun baru Islam yang didampingi oleh orang tuanya. Bahkan seluruh wali murid PAUD  dan TK terlihat sumringah karena ada kesempatan mengikuti acara tersebut.

Para pelajar yang sebagian besar menggunakan pakaian muslim (laki-laki) dan muslimah (perempuan) itu ikut mengusung sejumlah poster yang mengajak agar kalangan pelajar khususnya ikut mendukung penegakan Syariat Islam.

Sementara itu, Abd. Ghoni Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kotaanyar mengatakan, kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan ini sebagai bentuk kebersamaan terhadap semua lapisan masyarakat, khususnya umat muslim untuk bersama-sama menegakkan Syariat Islam dan meningkatkan ilmu pengetahuan agama dikalangan remaja, utamanya kepada siswa-siswi di Kecamatan Kotaanyar


“Kami selalu berharap dalam penyambutan tahun baru Islam harus diperingati secara meriah, selain juga menjadi wahana instrospeksi diri guna meningkatkan amal ibadah dimasa mendatang. Dan ini adalah modal utama untuk memberikan contoh terhadap anak didik kita,” Tutur Ghoni.(dc/fir)



Lowongan Kerja PT. Amerta Indah Otsuka

Lowongan kerja
batas akhir 31 /10/2014  via online .

Otsuka-people creating new producs for better health worldwide

PT. Amerta Indah Otsuka adalah bagian dari Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd dengan produk terkemuka seperti Pocari Sweat dan SOYJOY. Otsuka memberikan apresiasi bagi orang-orang yang mempunyai keinginan untuk maju dan berani melakukan perubahan yang lebih baik.

Purchasing Supervisor     Batas Waktu: 2014-10-31
  • Min pendidikan S1 teknik industri, administrasi bisnis, managemen, keuangan, akutansi atau sejenisnya
  • Min 3 tahun pengalaman bekerja dibidang yang sama
  • Bersedia ditempatkan di Cicurug- Sukabumi
  • Multitasking
  • Mahir mengoperasikan microsoft office
  • Usia max 30 tahun
Klik KIRIM LAMARAN

 Brand Communication Executive     Batas Waktu: 2014-10-31
  • Umur maksimum 26 Tahun
  • Pendidikan Min D3 Dari Semua Jurusan
  • Bersedia Ditempatkan Diseluruh Indonesia
  • Dapat mengendarai Mobil dan Memiliki SIM A
  • Fresh Graduate Diperbolehkan Melamar
  • Memiliki kemampuan komunikasi, presentasi, dan kemampuan interpersonal yang baik
  • Aktif dalam berbagai extrakurikular, atraktif, energik, dan bersahabat
 Klik KIRIM LAMARAN


Key Account Representatif     Batas Waktu: 2014-10-31
  • Usia Maksimal 30 tahun
  • Pendidikan minimal D3
  • Memiliki pengalaman minimal 2 tahun di perusahaan FMCG
  • Mahir dalam penggunaan Microsoft Office
  • Memiliki SIM C
  • Memiliki kemampuan dalam adaptasi dan bernegosiasi yang baik
Klik  KIRIM LAMARAN

Atau bisa langsung kunjungi web resminya
http://www.aio.co.id/index.php/id/careers



Pedagang Pasar Semampir Tolak Relokasi ke LT II

Penulis Dicko
Rabu 22/10/2014 , 11 : 00 WIB


KRAKSAAN – Sebanyak 56 pedagang kue rempah-rempah di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, segera relokasi ke lantai dua (LT II) oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo, mengingat selama pembangunan pasar berdiri,  di L II posisinya masih kosong. Sedangkan diposisi bawah bedak dan lapak di sudah tidak memungkinkan lagi.

Rabu (22/10/14), 56 pedagang khusus kue dan rempah-rempah yang telah didata oleh kepala Kantor pasar, diundang untuk diberikan arahan agar mereka (pedagang) menuruti sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam kesempatan itu pedagang diberi kesempatan untuk berdialog, yang dipimpin langsung oleh Santiyono, Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo.

Dalam dialog yang dipusatkan di L II pasar Semampir tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kraksaan dan Kasatpol PP Kabupaten setempat. Setelah dilakukan pemaparan dan dialog, sebagaian besar para pedagang tidak menghendaki menempati posisi di L II, dengan alasan, di LT II menurutnya kurang meyakinkan untuk tempat berjualan.

Saat dialog berlangsung, tampak semua pedagang dengan kompak menolak untuk dipindah, bahkan, para pedagang sempat menunjukan amarahnya, sambil mengeluarkan uneg-unegnya, yang selama ini tidak tesampaikan. Aspirasi yang disampaikan pedagang bermacam-macam, sesuai kekesalannya selama ini. 

Seluruh pedagang juga mengeluhkan karena di LT II tidak ada toiletnya,”bagaimana kami mau whudlu’ dan buang air kecil saat berjualan diatas,”kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya usai dialog berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, secara bertahap pihaknya akan menambah fasilitas di LT II sesuai keinginan para pedagang. Sebab, selama ini untuk memenuhi semua fasilitas itu masih terkendala anggaran.

Santiyono mengakui, bahwa kondisi pasar Semampir sampai saat ini nilainya masih rendah, tidak seperti pasar yang lainnya di Kabupaten Probolinggo. Karena dipasar Semampir penataannya masih kurang sempurna.”Meski begitu kami mohon kepada para pedagang untuk membantu pemerintah Daerah, salah satunya menuruti apa yang telah ditentukan, agar pihak pedagang dan Pemerintah sama-sama tidak terbebani,”ujar Santiyono.

Santiyono berharap, agar kepala pasar kembali melakukan pendataan yang akurat terhadap pedagang, agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya,”saya hanya meluruskan saja agar semua berjalan dengan baik, saya tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali, dipasar itu tidak ada jual beli bedak, pemerintah sdah memfasilitasi kebutuhan masyarakat,”tegasnya.(dc/fir)


    

Manisnya Harga Buah Inul

Penulis Dicko
Rabu 22/10/2014 , 09 : 00 WIB


KRAKSAAN – Semangka Inul, blewah dan melon di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan harga di bandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena musim panas sehingga pedagang di Kabupaten Probolinggo harus mengambil pasokan buah dari Daerah Jember.

Hampir dua pekan, di pinggir jalan raya diwilayah Kabupaten Probolinggo dapat di temui sejumlah pedagang dadakan buah semangka Inul dan semangka biasa, melon dan blewah. Meskipun musim kemarau masih melanda, namun, panen buah semangka, melon dan blewah ini tetap berlangsung. Untuk masalah harga jual juga mengalami kenaikan.

Hal ini di picu karena buah tersebut tidak langsung di panen. Hal itulah yang menjadikan harga buah semangka, melon, dan blewah ini mengalami kenaikan harga di bandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu Afrian (25) salah satu pedagang buah di depan pasar buah Semampir kota Kraksaan mengaku, bahwa buah semangka, melon dan blewah yang di jualnya di ambil dari luar Daerah, hal ini di lakukan karena lahan di Kabupaten Probolinggo tidak begitu luas.

“Ada kenaikan harga pada penjualan, sebab, di Kabupaten sendiri sekarang stok buahnya tidak ada, disebabkan adanya musim panas, sehingga buah banyak yang rusak,”ujarnya.

Afrian mengaku, seperti halnya buah blewah yang mengalami kenaikan harga Rp 2000 per kg hingga Rp 3000. Sedangkan untuk jenis semangka inul mengalami kenaikan harga hingga Rp 4000 per kg.

“Meskipun terdapat kenaikan harga pada buah – buahan ini, tetapi banyak masyarakat yang membelinya, sebagian besar buah blewah dan semangka jenis inul yang diburu pembeli,”tambahnya. (dc/fir)


Kasus DBD di Kab.Probolinggo Meningkat Tajam

Penulis Dicko
Selasa 21/10/2014 , 11 : 00 WIB

KRAKSAAN - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo, selama Januari hingga September 2014 mengalami peningkatan yang cukup tajam, di banding tahun sebelumnya. Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo berupaya meminimalisir wabah demam berdarah tersebut, dengan melakukan sosialisasi di setiap Desa-Desa di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr.Shodiq Tjahjono malalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr.Dyah Kuncarawati mengatakan, sosialisasi itu berupa himbauan dengan gerakan 3M Plus adalah paradigma baru dalam upaya memberantas wabah DBD. Tidak jauh berbeda dengan gerakan 3M yang lama yaitu menguras, menutup, dan mengubur, hanya saja 3 M plus ini dengan sedikit modifikasi.

Menurutnya, Biasanya DBD menyerang pada musim penghujan (Pancaroba), namun pada kemarau 2014 ini DBD semakin pesat, padahal pihak Dinkes kerap kali melakukan foging sesuai kasus yang ada di setiap Kecamatan meski tidak secara keseluruhan.

“Kami sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M plus. Nah, kalau dengan cara PSN nyamuk masih tetap ada, maka kami mengambil langkah terakhir dengan melakukan pengasapan (Foging),”kata Dyah.

Disinggung tentang jumlah kasus DBD yang menyerang masyarakat di Kabupaten Probolinggo, Dyah mengaku, sudah mencapai 177 kasus, dari kalangan anak-anak dan dewasa. Namun, serangan DBD itu lebih mendominasi terhadap anak dibawah usia 15 tahun dari pada orang dewasa.

Dyah menuturkan, bahwa untuk foging tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, menurutnya, biaya untuk foging masih terkendala,”satu kali foging itu menelan biaya hingga Rp 1.050.000, sedangkan jumlah kasus mencapai 177, jadi tinggal mengalikan saja antara biaya dan jumlah kasus tersebut. jadi kami tidak bisa melakukan foging secara keseluruhan,”sebutnya.


Untuk sementara ini, fogging tersebut lanjut Dyah, telah dilakukan di Desa – Desa dari beberapa Kecamatan Probolinggo, diantara Sumberasih, Tongas, Leces, Paiton, Maron dan Banyuanyar. Namun kasus yang paling banyak menyerang di Kecamatan Sumberasih.(dc/fir)


Sumber : Dinkes Kabupaten Probolinggo





Perahu Pemancing Ikan Karam,1 Orang Hilang

Penulis Dicko
Selasa 21/10/2014 , 10 : 00 WIB


Perahu Pemancing Ikan Karam,1 Orang HilangPAJARAKAN – Sebanyak 11 orang pemancing ikan, yang menggunakan perahu tradisional nelayan mengalami musibah, perahu yang digunakannya karam saat perjalanan pulang dari perairan selat Madura menuju pesisir pantai Desa Kejugan, Kecamatan apajarakan, Kabupaten Probolinggo Selasa (21/10/14).

Akibatnya, satu orang dikabarkan hilang, sementara 10 penumpang lain dinyatakan selamat, untuk sementara proses pencarian korban yang dilakukan polisi air dan nelayan  belum membuahkan hasil.
Menurut Samad salah satu korban selamat dari petaka itu mengatakan, peristiwa terjadi saat ia dan 10 orang temannya warga dari Kecamatan Maron, sedang perjalanan pulang pasca memancing ikan dari perairan selat Madura. Namun ketinggian ombak yang mencapai tiga meter lebih, membuat perahu mereka terombang ambing hingga karam.

“Dasar perahu kemudian terperosok ujung bambu penambat jaring nelayan, sehingga perahu bocor dan kehilangan keseimbangan. Mengetahui perahu akan karam, saya dan teman lainnya berusaha menyelamatkan diri,”kata Samad.

Saat tiba dibibir pantai lanjut Samad, temannya hanya menyisakan 10 orang, sementara satu orang bernama muhammad arif (35) tidak terlihat lagi,”dari itu kami semua menyatakan Arif hilang ditengah pantai,”ujarnya.

Pantauan dilokasi kejadian, hingga siang hari setelah kejadian, upaya pencarian yang melibatkan polisi air dan dan nelayan setempat belum membuahkan hasil. Padahal penyisiran sudah dilakukan hingga ke bangkai perahu didasar laut selat Madura.

Polisi air dan warga setempat yang melakukan pencarian mengira, bahwa jasad Arif (korban) terbawa arus gelombang tinggi, sehingga sulit terdeteksi.(dc/fir)

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Blogger Widgets

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan