Berita Kraksaan

Peristiwa

Profile

Jelang Idul Adha, Pasokan Sapi Madura ke Jawa Meningkat 30 Persen


Penulis : Firman
Jumat 26 Agustus 2016

Probolinggo - Pasokan sapi Madura, di Jawa Timur, jelang Idul Adha 2016, utamanya ke Probolinggo, mulai mengalami peningkatan. Pasalnya, sapi yang berasal dari Pamekasan Madura ini, banyak diminati masyarakat, apa lagi di Kabuaten Probolinggo.

Meningkatnya lalu lintas pengiriman sapi Madura melalui kapal ini, seiring banyakanya permintaan di Probolinggo, untuk kebutuhan qurban dan kebutuhan lainnya di hari raya Idul Adha.

Dikatakan Agus Solichin, Kepala kantor Balai Besar Karantina Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo, sejak dua bulan terakhir pengiriman sapi Madura ke Probolinggo, melalui pintu masuk pelabuhan Suramadu, Situbondo dan pelabuhan Kalibuntu, memang terjadi peningkata sekitar 30 persen.

Pada bulan Juni 2016 jumlah pengiriman mencapai 800 sampai 850 ekor, yang sebelumnya hanya sekitar 500 ekor dalam sebulan. Sementara pada bulan Juli tambah meningkat mencapai 900 sampai 950 ekor, kemudian pada bulan Agustus kali ini, mencapai 1000 ekor.

“Besar kemungkinan, akhir Agustus dan datik-detik Idul Adha nanti, permintaan semakin tinggi, dan pengiriman yang jelas juga semakin meningkat. Dari jumlah peningkatan tersebut, tidak sama dengan seblumnya,”terang Agus, Jumat (26/8/2016).

Sapi Madura kata dia, memang sudah rutin terjadi peningkatan permintaan, apa lagi menjelang hari besar seperti hari raya Idul Fitrih dan Idul Adha. Karena kualitas daging sapi Madura ini beda dengan sapi lainya, dagingnya padat dan enak.

Sementara dikatakan Hasan, salah seorag pedagang sapi Madura, selain permintaan tinggi, sapi Madura, harganya juga ada kenaikan, untuk sapi yang bisa dijadikan qurban saat ini harganya mencapai Rp 15 sampai Rp 20 juta per ekornya. Untuk anakan untuk dipelihara, kisarannya Rp 7 sampai 9 juta per ekor.

“Kalau sebelumnya pengiriman sapi Madura ini, hanya 1 kapal saja setiap pengiriman datang dari Madura. Jelang Idul Adha ini, pengirimannya bisa  2 sampai 3 kapal,”tukas Hasan.

Sementara sampai saat ini, harga daging sapi lokal di pasar tradisional di Probolinggo, masih terbilang standart. Dari kisaran Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilo gramnya.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko    

Kaldera Gunung Bromo di Terjang Angin Kencang dan Badai Pasir

Penulis : Firman
Kamis 25 Agustus 2016

Probolinggo - Di kawasan kaldera Gunung Bromo, diterjang angin kencang, hingga meyebabkan badai abu dan pasir mengancam para wisatawan, Kamis (25/8/2016).

Kuatnya angin disekitar lautan pasir, merupakan fenomena siklus tahunan. Dan memang terjadi setiap bulan Agustus.

Meski begitu, wisatawan masih tetap menikmati pesona Bromo, karena badai debu tersebut tidak membahayakan, hanya saja wisatawan perlu menyediakan pelindung tubuh yang rawan kemasukan debu.

Asma, salah satu pengunjung asal Brunai Darussalam, mengaku kalau di kaldera bromo anginnya sangat kencang, dan mengganggu pandangan para wisatawan, termasuk dirinya.

"Liburan ke Gunung Bromo kali ini di warnai badai abu dan pasir, ya terganggu lah,"kata Asma, saat di kaldera.

Petugas menghimbau pengunjung untuk memakai masker, karena abu di kaldera yang berterbangan sangat membahayakan untuk pernafasan. Meski begitu, lautan pasir masih terbuka bebas untuk wisatawan.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko




Sukseskan Perekaman Data KTP Elektronik

Penulis  : Akbar 
Kamis , 25 Agustus 2016


GENDING – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengajak kepala desa dan perangkat desa serta masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program perekaman data Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tantri ketika melakukan audiensi bersama masyarakat Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Rabu Kemarin (24/8/2016). Semua pihak harus bersama-sama mendukung agar perekaman data KTP Elektronik ini bisa segera tuntas. Pasalnya hingga saat ini masih ada 176.750 jiwa yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik.

“Perekaman data KTP Elektronik ini ditarget dan dideadline harus sudah selesai maksimal 30 September mendatang. Oleh karena itu, marilah bersama-sama sukseskan perekaman data KTP Elektronik,” ajaknya.

Menurut Bupati Tantri, apabila ada yang belum merekam data dan belum mendaftarkan diri menjadi kerugian besar bagi semua. Karena data Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi dasar bagi siapapun untuk mendapatkan fasilitas dari negara.

“Apabila ada sesuatu, misalnya ingin mendapatkan pelayanan BPJS dan tidak ada KTP dan NIK, maka tidak akan bisa dilayani. Inilah pentingnya dari kepemilikan KTP Elektronik sebagai salah satu dokumen kependudukan,” tegasnya.

Oleh karena itu Bupati Tantri meminta kepada para kepala desa dan perangkat desa dibantu Camat untuk fokus kepada penyelesaian perekaman data KTP Elektronik. “Harapannya nanti semua wajib KTP sudah selesai melakukan perekaman data,” tegasnya.

Demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang ingin melakukan perekaman data KTP Elektronik jelas Bupati Tantri, pihaknya akan menambah jam layanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Probolinggo. “Pelayanan akan tetap dibuka sampai Sabtu dan Minggu. Artinya pelayanan diberikan selama 7x24 jam,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Curahsawo Akbar Busthomy menyampaikan bahwa jumlah penduduk di desanya mencapai 1.810 jwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani tambak, petani sawah dan buruh tani.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih karena Pemerintah Daerah memberikan perhatian terhadap pembangunan di Desa Curahsawo. Dengan adanya fasilitas jalan yang memadai maka akan memperlancar perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diusulkan pembangunan bendungan di Desa Sumberkerang dan rehabilitasi gedung MI. Bahkan Bupati Tantri juga memberikan apresiasi terhadap rencana usaha pengolahan udang dan pengembangan minapolitan. (Akb)
 
Laporan : Akbar
Editor    : Dimaz
 

Pemkab-Telkom Teken MoU Program Smart City

Penulis  : Wawan
Kamis, 25 Agustus 2016


GENDING - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo saat ini sedang menjalin kerjasama dengan PT. Telkom Indonesia, Tbk tentang pengembangan informasi digital pelaksanaan program Smart City.

Kerjasama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) tersebut langsung ditandatangani (teken) oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan General Manager PT Telkom Wilayah Jawa Timur Selatan Timur Bagus Herdijanto di sela-sela audiensi bersama masyarakat Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Rabu kemarin (24/8/2016).

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo Santoso dan jajaran PT Telkom Indonesia Probolinggo, sejumlah Kepala SKPD, Forkopimka Gending serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Gending.

Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran PT Telkom Indonesia di Kabupaten Probolinggo. Harapannya nanti kerja sama ini mampu mengantarkan rakyat menuju smart city.

“Bagaimana nantinya dengan adanya program smart city ini rakyat Kabupaten Probolinggo bisa cerdas dan pintar terkait dalam segala bidang. Bagaimana bisa sistem informasi dan manajemen ditingkatkan,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, jika kualitas ditingkatkan maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan lebih baik, efektif, efisien dan tidak berbelit-belit. “Terima kasih kepada PT Telkom yang mau merangkul para pelaku UKM dan UKM agar bisa memahami akses internet,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengharapkan agar kerja sama ini bisa terus ditingkatkan. Bagaimana ke depan PT Telkom bisa membantu desa dalam meningkatkan sistem informasinya. “Setidaknya PT Telkom bisa menyediakan layanan internet cepat dan murah. Tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UKM dan IKM yang ada di desa,” pungkasnya.

Sementara General Manager PT Telkom Wilayah Jawa Timur Selatan Timur Bagus Herdijanto mengatakan PT Telkom Indonesia merupakan salah satu BUMN yang mendapatkan instruksi langsung dari Presiden RI untuk menjalankan program smart city agar bisa membantu Bupati dan Walikota dalam membangun daerahnya.

“Salah satunya adalah membantu para UKM dan IKM dalam akses pemasaran melalui jaringan internet. Saya mengharapkan para UKM bisa bergabung dalam Kampung UKM Digital yang ada di Kantor Perpusda. Banyak manfaat yang bisa didapat, salah satunya dengan bantuan modal dan pelatihan mengemas produk,” katanya. (wan)

Laporan  :Wawan
Editor     : Dimaz

Abu Vulkanik Bromo Mengguyur di Dua Kecamatan di Probolinggo


Penulis : Firman
Rabu 24 Agustus 2016


Probolinggo - Aktivitas Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, kembali menggeliat. Secara visual asap putih kebiruan dan kelabu kecoklatan kembali disemburkan dari kawah bromo, mengarah ke tenggara dan utara, Rabu (14/8/2016)

Tinggi asap kisaran 50 sampai 700 meter dari bibir kawah, asap tersebut membawa material dan kembali mengguyur dua Desa di dua Kecamatan, yakni Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura dan Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber.

Tekanan asap dari dalam magma masih cenderung kuat, hingga mengakibatkan material vulkanik berupa suara gemuruh kuat dari dalam kawah, disertai aroma belerang yang menyengat menyebar di dua desa tersebut.

Dari data Seismograph, gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimal 0.5 sampai 25 mili meter, dominan 1 mili meter. Hingga saat ini aktivitas bromo masih fluktuatif. Terjadi suara gemuruh kuat dan sedang, sesekali menghembuskan angin beraroma belerang.

Menurut Ahmad Subhan, kepala Pos PVMBG Gunung Bromo, aktifitas terekam masih tinggi dan mengalami erupsi, dan masih dominan mengeluarkan abu dan pasir, yang menyebar di desa terdekat di Probolinggo.

“Aktifitas yang terekam masih tinggi dan masih erupsi, karena masih keluarkan abu dan pasir yang menyebar di Desa di Kabupaten Probolinggo,”pungkasnya.

Meski aktivitas Gunung Bromo cenderung naik, namun secara keseluruhan tidak mempengaruhi aktifitas warga dan pengunjung masih tetap ke bromo dengan radius 1 kilo meter. Hingga saat ini status gunung bromo masih tetap level waspada.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko
 

Seorang Remaja Ditemukan Tewas di GOR dengan Luka Lebam dan Muntah Darah

Penulis : Firman
Rabu 24 Agustus 2016

Probolinggo - Seorang remaja ditemukan terbujur kaku di belakang gedung olagraga (GOR) Ahmad Yani, Kota Probolinggo, pada Rabu (24/8/2016). Ia ditemukan dengan kondisi luka lebam di dahi, dan mengeluarkan muntah darah segar.

Adalah Tegar (20) warga jalan Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kota Probolinggo. Ia ditemukan tewas dengan posisi terlentang oleh seorang yang hendak berolah raga. Korban yang mengenakan jaket hitam tanpa identitas ini sempat menggegerkan warga setempat. Pasalnya, baru kali ini di GOR itu ditemukan mayat yang tewas tak wajar.

Polosi yang datang langsung melakukan olah TKP, dari tubuh korban polisi menemkan 3 butir pil koplo jenis trex dan dextro, serta botol sisa minuman keras.
Korban diperkirakan berusia 20-23 tahun.

Menurut Slamet, saksimata sekitar subuh ia mendengar suara orang mendengkur, ia tak menghiraukan, hingga pagi sekitar puku 9.00 pagi ditemukan korban terbujur kaku.

"Awalnya saya mendengar suara ngorok, namun gak menyangka kalau suara itu korban saat kritis, dan pagi udah ditemukan tewas,"aku Slamet, kepada wartawan.

Sementara di GOR itu menurut sejumlah warga, memang kerap dijadikan tempat berpesta mira oleh kalangan remaja. Namun, tak ada tindakan apapun dari pemerintah setempat.

Sementara itu, AKP Trisno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, menegaskan kalau pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut secara intensif, untuk mengetahui penyebab kematian korban, ada unsur kesengajaan atau tidak.

"Kita masih melakukan penyelidikan atas tewasnya korban. Dan jika ini ada unsur kesengajaan pebunuhan maka akan di proses secara hukum,"terangnya.

Guna kepentingan penyelidikan, jasad korban selanjutnya di bawa ke kamar mayat dokter Muhammad Sale Kota Probolinggo.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko


PENERIMAAN DOSEN TETAP NON PNS DILINGKUNGAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER TAHUN 2016

Lowongan Kerja
Rabu, 24 Agustus 2016



Dalam rangka menunjang kelancaran proses belajar mengajar Politeknik Negeri Jember akan Melaksanakan penerimaan Tenaga Dosen Tetap Non PNS Sejumlah 69 ( enam puhu sembilan ) orang.Pendaftaran mulai 22 - 29 Agusutus 2016

Adapun rincian Persyaratan, Tata cara pendaftaran dan lain-lain, silahkan unduh pada tautan dibawah ini :


Attachments:
Download this file (Penerimaan Dosen Tetap Non Pns.pdf)Penerimaan Dosen Tetap Non Pns.pdf[ ]2824 Kb Downloads

Sumber :
http://www.polije.ac.id/id/pengumuman/716-penerimaan-dosen-tetap-non-pns-dilingkungan-politeknik-negeri-jember-tahun-2016.html

Diduga Dianiaya, TKI Probolinggo Tewas di Malaysia

Penulis : Firman
Rabu 24 Agustus 2016

Probolinggo – Seorang tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Probolinggo, tewas di luar negeri. Kali ini menimpa Asmawati (49),warga Dusun Srudin RT 12 RW 2 Desa Kedungsari Kecamatan Maron, yang diduga tewas setelah dianiaya oleh polisi Diraja Malaysia, yang berhasil menangkapnya dalam razia TKI ilegal bersama anaknya Zainul Arifin.

Berdasarkan penuturan Yuniati Ningsih, aktivis Solidaritas Buruh Migran Indonesia (SBMI) Probolinggo, wanita paruh baya yang telah merantau di negeri Jiran selama 7 tahun ini dinyatakan meninggal dunia pada 18 Agustus lalu. Sebelum meninggal, Asmawati dan anaknya Zainul Arifin ditangkap polisi Diraja Malaysia, saat tengah berobat di rumah sakit Kajang Hospital yang ada di Kuala lumpur, Malasysia selama hampir 5 hari.

“Diduga ibu Asmawati ini meninggal disana akibat penganiayaan yang dilakukan  oleh oknum kepolisian Diraja Malaysia, Namun, untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil visum yang dilakukan oleh rumah sakit, tapi berdasarkan surat kematian yg dikeluarkan oleh rumah sakit setempat almarhum wafat karena menderita pneumonia,” ujar Yuni, Selasa (23/8/2016).

“Semua dokumen yang dimiliki oleh ibu Asmawati dan anaknya disita oleh polisi. Dan sampai saat ini, Zainal masih ditahan oleh polisi,” tutur penggiat buruh migran ini.

Jenasah Asmawati pun berhasil dipulangkan ke kampung halamannya kan di pulangkan ke Indonesia melalui jalur udara. Setibanya di bandara internasional Juanda Surabaya.

“Biaya pemulangan jenasahnya menggunakan uang pribadi dengan menjual seluruh perhiasan milik almarhum karena memang tak ada yang bisa menanggung biaya Pemulangan jenasahnya,” kata Yuni.

Sementara itu,Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Usman Ali, mengaku baru mendengar kematian warga Kabupaten Probolinggo, setelah dibertahu oleh keluarga dan aktivis SBMI. “Dari BNPTKI tidak ada pemberitahuan kepada kami. Oleh karena itu kami akan melakukan pengecekan ke P4TKI,” ujar Usman Ali.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dico

KK Bertandatangan Camat Tidak Berlaku

Penulis : Wawan
Rabu, 24 Agusutus 2016

KRAKSAAN – Seluruh dokumen kependudukan termasuk Kartu Keluarga (KK) yang menggunakan scaner/penandatanganan berupa stempel di kecamatan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Hal itu merujuk pada Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI tanggal 2 Desember 2015 Nomor 471.14/13795/Dukcapil/2015 perihal penandatanganan Kartu Keluarga (KK).

Intinya, semua dokumen kependudukan termasuk KK harus diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Probolinggo Erlin Setiawati melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Indah Setyowati.

Dikatakan KK yang selama ini sudah ditandatangani camat tidak berlaku lagi. Oleh karena itu KK tersebut harus segera diperbarui dengan tandatangan dari instansi Dispenduk Capil.

“Terkait  dengan surat Mendagri tersebut, maka kami melakukan pembaharuan KK yang ditandatangani camat, sambil mengadakan pengecekan terhadap penduduk yang sudah meninggal dunia, tetapi tidak dilaporkan,” katanya.

Menurut Indah, jika ada anggota keluarga yang sudah meninggal dunia, lahir, pindah dan datang, maka data KK harus segera diubah sebagai upaya pembaharuan dokumen kependudukan.

“Jika ada yang meninggal dunia atau pindah, maka harus ada anggota keluarga yang dikeluarkan dari KK. Sebaliknya jika ada lahir baru ataupun datang, maka harus ada penambahan anggota keluarga. Khusus bagi yang baru lahir, pelaporan ini sangat penting untuk mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Di mana tiap satu orang satu NIK,” pungkasnya. (wan)

Laporan  : Wawan
Editor     : Dimas

Bisa Jadi Siapa Saja

Penulis : Wawan 
Rabu, 24 Agustus 2016
KURIPAN – Bidan bisa menjadi siapa saja. Bisa menjadi dukun dan orangtua. Karena masih banyak ibu hamil dan pasangannya belum siap menjadi ibu dan ayah. Terkadang, bidan juga harus siap dan menjadi penasihat pribadi 24 jam saat pasien membutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan Novita Eka Cahyani, bidan Puskesmas Kuripan. Menurutnya, terkadang bidan bisa menjadi dukun atau ibu nyai. “Pernah saya dimintai tolong memandikan ibu hamil 7 bulan. Saya pun bingung harus mendoakan apa. Akhirnya saya bacakan doa selamat. Alhamdulillah bayi dan ibunya sehat,” katanya.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 15 Nopember 1988 ini menegaskan, bidan juga bisa menjadi sopir. Sebab tidak jarang pasien tidak didampingi suami atau keluarga sehingga bidan harus siap dan mampu mengantar ibu ke fasilitas kesehatan.

“Buat saya bidan adalah pekerjaan yang mulia. Insya Allah akan menjadi bekal diakhirat nanti,” tegasnya.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Budi Subowo dan Suryani ini mengaku, kunci sukses menjadi bidan adalah niat untuk ibadah dan kesehatan masyarakat adalah amanah dari pekerjaan seorang bidan.

“Harapan saya ke depan semua bidan bisa meningkatkan ilmu dan teknologi. Serta bidan bisa memperoleh pengetahuan yang terkini tentunya untuk masyarakat. Jika SDM bidan meningkat secara otomatis derajat kesehatan masyarakat utamanya ibu hamil dan anak balita akan lebih baik nantinya. Bebaskan kami mencari pengetahuan, jangan kekang kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” terangnya.

Menurut istri Winasro'i Falkhan Jamili ini, bidan yang bertugas sebagai pelayan masyarakat juga manusia biasa dan punya kekurangan. Bidan juga seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Berjuta kali waktu tercurah untuk masyarakat dan mungkin mengabaikan keluarga.

“Harapan serta permohonan saya, janganlah menghakimi kami atau bahkan melaporkan kami tanpa mencari apa yang menjadi alasannya. Mungkin kami khilaf atau ada kepentingan mendesak sehingga kami tidak bisa melayani masyarakat. Beri kami perhatian atas pengorbanan kami walau sedikit, kami tidak ingin pujian kami hanya butuh pengertian,” pungkasnya. (wan)

Loporan  : Wawan
Editor      : Editor 

Lowongan Kerja PT Indah Karya


Lowongan Kerja
Selasa, 23 Agustus 2016



Perusahaan yang bergerak dibidang Konsultan, Developer dan Industri saat ini membutuhkan profesional muda yang siap menerima tantangan untuk bergabung sebagai:










  1. Tenaga Perpustakaan
Dengan kualifikasi :
-          Min. S1 Perpustakaan, IPK minimal 3 dari strata 4
-          Diutamakan Laki-laki
-          Usia maksimal 27 tahun
-          Memiliki kemampuan dan pengalaman minimal 3 tahun dibidang yang relevan
-          Berkepribadian menarik
-          Menyukai tantangan
-          Bersedia bekerja dibawah tekanan
  1. Tenaga SPI/ Auditor
-          Min. S1 Teknik, IPK minimal 3 dari strata 4
-          Diutamakan laki-laki
-          Usia maksimal 27 tahun
-          Memiliki pengalaman dibidang Audit
-          Berkepribadian menarik
-          Menyukai tantangan
-          Bersedia bekerja dibawah tekanan
-          Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia
Jika sesuai dengan kualifikasi, silahkan kirim surat lamaran lengkap dengan berkas lainnya (Lamaran, CV, Ijazah, Sertifikat, dll) paling lambat tanggal 29 Agustus 2016. Berkas lamaran dikirim ke alamat:
Kepala Divisi SDM & Umum
PT Indah Karya (Persero)
Jl. Golf. No. 2 A Arcamanik - Bandung

Sumber :
http://bumn.go.id/indahkarya/berita/0-Lowongan-Pekerjaan

Baru 98 Tambak Bersertifikat CBIB




Penulis : Wawan
Selasa, 23 Agustus 2016


DRINGU – Dari total 1.778 unit usaha tambak di Kabupaten Probolinggo, baru 98 unit usaha yang memiliki sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Rinciannya, 12 unit usaha tambak bersertifikat CBIB dari 38 unit usaha tambak intensif dan semi intensif dan 86 unit usaha tambak bersertifikat CBIB dari total 1.740 unit usaha tambak air tawar dan tradisional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Budidaya Perikanan Hari Pur Sulistiono.

“Kesadaran pembudidaya hingga saat ini masih kurang. Apalagi hingga saat ini punishment belum diterapkan. Seandainya sudah diterapkan dan perusahaan hanya mau menerima kiriman dari tambak yang sudah memiliki sertifikat CBIB, maka saya yakin semua pembudidaya akan gulung tikar,” katanya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, sertifikat CBIB diperlukan untuk melaksanakan ketentuan jaminan mutu keamanan pangan. Jadi tidak hanya yang diekspor saja, tetapi juga yang dijual ke lokal.

“Yang disertifikasi itu lembaganya dan bukan produksi yang dihasilkan. Jika sudah memiliki sertifikat CBIB, maka produksi udangnya bisa dijual secara lokal maupun luar negeri,” jelasnya.

Ipung menambahkan, untuk memperoleh sertifikat CBIB ini, maka pembudidaya harus menerapkan semua proses produksi secara Standar Nasional Indonesia (SNI). Terutama sanitasi yang harus higienis dan sehat.

“Rata-rata para pembudidaya sudah menerapkan CBIB ini, hanya saja mereka masih belum mengajukan sertifikasi CBIB. Meskipun demikian, masih ada beberapa yang perlu diperbaiki. Banyak prosedur yang perlu dilakukan, khususnya dengan proses administrasi,” pungkasnya. (wan)

Laporan :  Wawan
Editor    : Dimaz



Dicekoki Miras, Gadis 13 Tahun Diperkosa 3 Pemuda dan Dijual

Pemulis : Firman
Senin 22 Agustus 2016

Probolinggo - Setelah diburu beberapa hari, akhirnya, Tri Dharma (20) asal Desa Nguling, Salamin (22) asal Desa Mlaten, dan Muhamad Yusuf (21) asal Desa Ndemoro, Kecamatan Nguling, Pasuruan, berhasil dibekuk anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota, Senin (22/8/2016) siang.

Ke tiga remaja bejat tak bermoral ini, merupakan pelaku pemerkosaan dan trafficking, terhadap gadis dibawah umur yang berinisial NN, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Ketiganya berhasil ditangkap setelah sebelumnya dijebak oleh anggota polisi. Namun sayang, satu pelaku lain berinisial H, hingga saat ini berhasil kabur.

Dari keterangan pelaku, mereka sebelumnya telah mengenal NN, hingga akhirnya terjadi rencana jahat ke empat remaja tanggung ini.

NN, yang masih berusia 13 tahun ini, dicekoki minuman keras disebuah lahan kosong, hingga akhirnya NN, dibawa ke rumah salah satu pelaku. Disanalah NN diperkosa secara bergiliran. Pelaku bernama Tri Darma, mengakui telah memperkosa korban lebih dari 1 kali.

Korban yang tak berani pulang, akhirnya pelaku malah menjual NN ke sebuah kafe di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Menurut AKP Trisno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, terkuaknya kasus tersebut setelah keluarga korban melapor ke polisi, hingga korban di jemput ke Sumbawa, oleh keluarganya.

“Adanya laporan dari orang tua korban, petugas langsung melakukan penyelidikan, dan langsung melakukan penangkapan tersangka, 3 berhasil ditangkap dan1 masih dalam pengejaran,”terang AKP Trisno.

Hasil penyelidikan dan olah TKP, polisi berhasil mengamankan pakaian dalam korban, serta sisa minuman keras oplosan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Undang-undang perlindungan anak, ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.(fir)


Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan