Berita Kraksaan

Index Peristiwa

Profile

Harus Ada Komunikasi Antara Petani dan Juru Air

Penulis : Dimas
Jum'at, 02 Desember 2016

KREJENGAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya bagaimana bisa menghormati petani sehingga menjadi petani yang profesional serta mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tantri ketika melakukan penanaman padi menandai awal musim tanam 2016/2017 di Saluran Sekunder Sentong I di Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Kamis (1/12/2016) pagi.

“Hari ini khusus petani padi telah mampu mencukupi kebutuhan pangan sehingga surplus dan mampu membantu kebutuhan beras secara nasional. Oleh karenanya, kunci apakah petani berhasil apa tdk tergantung pada infrastruktur air. Harus ada komunikasi antara petani dan juru air,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, infrastruktur pertanian selama ini mampu dinikmati petani. Oleh karena itu, gabungan kelompok tani (gapoktan) harus menguatkan manajemen yang professional. Setidaknya bisa meminimalisir protesnya petani dari ketidakadilan.

“Gapoktan harus berupaya agar semua infrastruktur bisa memberikan manfaat. Jalankan dengan profesional dan bersinergi bagaimana memakmurkan petani. Saya harapkan dengan teknologi yang berkembang, petani harus mau membuka diri. Tugasnya memotret mana yang cocok diterapkan hingga mampu menduplikasi keberhasilan daerah lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengajak para masyarakat, khususnya petani bersyukur karena Kabupaten Probolinggo diberi limpahan alam yang sangat besar. Salah satunya adalah kesuburan tanah dan geografis alam yang sangat menguntungkan petani.

“Upaya dalam meningkatkan produktitas pertanian, bahwasanya setiap tahun ada pembinaan dan peningkatan mulai dari manajemen tata kelola tanam, irigasi, ketersediaan air dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Penanaman padi ini diawali dengan penandatanganan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) tahun 2016/2017 sawah beririgasi oleh Kepala Bappeda Dewi Korina, Kepala Dinas PU Pengairan Donny Adianto, Kepala Dinas Pertanian Ahmad Hasyim Ashari diketahui oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana, SE.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga meninjau sekaligus membuka pintu air Saluran Sekunder Sentong I di Desa Sentong Kecamatan Krejengan. (wan/mas)



Rakor Evaluasi Penyusunan Pelaporan BOP Online

Penulis : Ridwan
Jum'at , 02 Desember 2016

KRAKSAAN – Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi penyusunan pelaporan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) secara online, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) evaluasi penyusunan pelaporan BOP Online, Kamis (1/12/2016).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Dispendik Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 96 peserta dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Terdiri dari 48 Ketua IGTKI kecamatan didampingi operator serta 48 Ketua Himpaudi kecamatan didampingi operator.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Kasi Taman Kanak-kanak Joely Sandyendraswari Soekarni Johadi mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi sekaligus pemantapan pengetahuan kepada IGTKI dan Himpaudi tentang penyusunan pelaporan BOP secara online ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Harapannya SPj (Surat Pertanggungjawaban) BOP Online sudah bisa terselesaikan di tahun 2016. Terlebih penyusunan pelaporannya sangat mudah karena sudah disediakan aplikasi oleh Kemendikbud RI,” katanya.

Menurut Endras, alokasi BOP TK dan PAUD tahun 2016 di Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 14 miliar. Alokasi ini disalurkan kepada 462 lembaga TK dan 494 lembaga PAUD. Besar kecilnya BOP yang diterima masing-masing lembaga disesuaikan dengan jumlah murid.

“Saya mengharapkan nantinya semua lembaga TK dan PAUD bisa melaporkan kegiatan BOP secara online ke Kemendikbud RI. Jangan sampai tidak ada laporan. Karena tahun depan, kemungkinan alokasi BOP naik menjadi Rp 19 miliar,” pungkasnya. (mas)


Mancing di Sungai, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tenggelam dan Berdarah

Penulis : Firman
Kamis, 01 Desember 2016


PROBOLINGGO - Seorang pria paruh baya ditemukan tewas tenggelam di sungai di Desa Selogodig, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/12). Pria yang diketahui bernama Suparmo (50) warga Sumber Secang, Kecamatan Gading itu, ditemukan terbujur kaku dalam air dengan arus cukup tinggi.

Saat diketemukan, jasad korban yang sudah kaku karena terendam agak lama dalam air dengan kedalaman sekitar 2-3 meter, dari kepala dan hidung korban banyak mengeluarkan darah karena terluka, dan belum diketahui penyebabnya.

Dari keterangna sejumlah saksi di lokasi kejadian, korban Suparmo memang sering mancing ikan di sungai tersebut. bahkan, korban kerap tertidur di bibir sungai dengan ketinggian sekitar 15 meter.

“Sejak semalem korban mancing di sungai ini. karena keluarganya mencari, akhirnya kita cari, dan hanya melihat motor korban saja di bibir sungai, tapi orangnya gak ada. Ternyata korban ditemukan kaku dan luka-luka di dalam air,”jelas Samsudin, warga setempat ketika dilokasi.

Tim Identifikasi dari Polres Probolinggo, yang datang lansung melakukan olah TKP. Sementara jasad korban langsug dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, untuk diakukan autopsi.

Sementara menurut Ipda Selamet, Kanit Reskrim Polsek Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pihaknya masih menyelidiki atasa peristiwa ini. Karena pada kepala korban ada luka-luka dan mengeluarkan darah dari hidungnya, dikwatirkan adaunsur lain dari peristiwa tenggelamnya korban.

“Kami masih memproses penyelidikan atas peristiwa ini, sementar korban masih di autopsi di rumah sakit,”jelas Selamet.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dimas

Desy Ratnasari Beri Motivasi Guru

Penulis : Dimas
Kamis, 01 Desember 2016

KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo mengadakan Seminar Pendidikan Aksarawan Menjadi Sastrawan dengan tema “Keaksaraan Sebagai Pondasi Gerakan Pemberdayaan Masyarakat” di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (30/11/2016).

Kegiatan yang diikuti 1.100 orang guru dan tenaga kependidikan ini dihadiri narasumber anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Desy Ratnasari dengan tema “Peran Penting Keluarga”.

Hadir dalam kesempatan tersebut anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, para Kepala Perangkat Daerah, pengurus PGRI serta para Kepala Cabang Dispendik Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Desy Ratnasari mengungkapkan bahwa keluarga memiliki fungsi biologis, pemeliharaan, sosial, ekonomi dan pendidikan/keagamaan. “Tanpa disadari kita sebagai orang tua menjadi contoh bagi anak,” katanya.

Menurut pelantun lagu Tenda Biru ini, kadang-kadang seorang orang tua memang harus berkorban untuk memenuhi keinginan. Memang susah menjadi orang tua sabar dan tidak emosional.

“Tetapi kalau kita sabar berkomunikasi, semua akan jadi efektif. Kenali waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu pada anak. Jangan pernah malu minta maaf dan mengakui kesalahan,” tegasnya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan sebagai pendidik pertahan bagaimana budi pekerti seorang guru ini sesuai dengan budi pekerti bangsa Indonesia. “Petiklah hikmah dari apa yang disampaikan Ibu Desy Ratnasari. Keilmuan yang didapat semoga menjadi pendidik yang uswatun hasanah,” ungkapnya.

Sedangkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Asy’ari menyampaikan gerakan bersama pemberantasan buta aksara sejak tahun 2015 menyadarkan semua, kebersamaan dalam mendidik, mengajar dan memberdayakan masyarakat itu sangat penting.

“Tagline aksarawan menjadi sastrawan ini terbukti bisa memacu semangat membaca, menulis dan menghitung masyarakat yang selama ini masih buta aksara,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo. Menurutnya, peringatan Hari Aksara Internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan pendidikan bahwa masih ada masyarakat dewasa di dunia ini yang buta aksara.

Peringatan HAI ini juga dimeriahkan dengan Jambore Keaksaraan meliputi lomba cerdas cermat alumni warga belajar keaksaraan, lomba tutorial proses belajar mengajar keaksaraan, lomba mewarnai bagi murid TK dan unjuk karya pendidikan kecakapan hidup. (mas)


Kompak Harga Palawija dan Sayuran Naik

Penulis : Dimas
Kamis, 01 Desember 2016

KRAKSAAN – Harga komoditas pertanian jenis palawija dan sayuran di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo hingga Selasa (29/11/2016) kompak naik. Kenaikan tertinggi terjadi pada kacang hijau sebesar 25,0% dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 15.000/kg dan kentang sebesar 20,0% dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 12.000/kg.

Komoditas lain yang harganya naik diantaranya, kacang tanah ose sebesar 9,5% dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 23.000/kg, bawang putih sebesar 3,1% dari Rp 32.000/kg menjadi Rp 33.000/kg dan lombok merah besar sebesar 6,4% dari Rp 47.000/kg menjadi Rp 50.000/kg.

Sisi lain harga sejumlah komoditas pertanian justru turun. Seperti, jagung kuning pipilan kering sebesar 15,4% dari Rp 6.500/kg menjadi Rp 5.500/kg, bawang merah sebesar 28,0% dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 36.000/kg dan lombok kecil sebesar 7,5% dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 37.000/kg.

Selain itu ada komoditas yang harganya tidak berubah dibandingkan seminggu sebelumnya. Seperti, tomat sebesar Rp 7.000/kg, wortel sebesar Rp 6.000/kg, beras IR 64 Super sebesar Rp 9.800/kg, beras IR 64 Premium sebesar Rp 9.000/kg dan beras IR 64 Medium sebesar Rp 8.400/kg.

“Perkembangan harga komoditas pertanian ini didapat dari kegiatan penyusunan informasi harga pasar. Dari hasil survei, jenis palawija dan sayuran harganya naik karena stok berkurang sementara permintaan meningkat,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari. (mas)

Desy Ratnasari, Cita-cita Bisa Terwujud Kalau Berusaha

Penulis : Dimas
Kamis, 01 Desember 2016

KRAKSAAN – Cita-cita itu tidak bisa diimpikan, tetapi bisa diraih dengan cara harus belajar dan perlu pengorbanan. Untuk menjadi pengorbanan sukses, maka harus pintar, berprestasi dan soleh. Cita-cita itu bisa terwujud kalau berusaha.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Desy Ratnasari ketika memberikan motivasi kepada para siswa SMP Hati Bilingual Boarding School (BBS) Kraksaan di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Rabu (30/11/2016).

“Soleh itu paling utama, meskipun kita mempunyai ilmu tetapi tidak mempunyai keimanan dan kesolehan maka tidak akan menjadi apa-apa. Semoga nantinya bisa lulus berprestasi dengan ilmu agama. Karena dengan belajar ilmu agama, maka akan seimbang keilmuannya,” katanya.

Menurut Desy Ratnasari, ekstrakurikuler itu sangat penting. Dalam kehidupan ketika lulus, kalau mau bekerja maka harus mempunyai ketrampilan. Dimana ketrampilan dan keahlian ini bisa menjadi bekal untuk mendapatkan beasiswa.

“Manfaatkan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengetahui dan mengasah ketrampilan. Karena kegiatan ini merupakan sebuah pilihan untuk membuka potensi yang dimilikinya,” jelasnya.

Lebih lanjut Desy Ratnasari meminta siswa SMP Hati BBS untuk bersyukur karena orang tua telah memberikan keleluasaan utk berkarya. Sehingga mampu mewujudkan cita-cita. Dalam mencapai cita-cita harus mengukur kemampuan, kemauan dan usahanya harus sejalan.

“Cobalah semua bidang yang ada dengan menilai kemampuan diri sendiri. Sering-seringlah membaca apapun yang ada. Jangan lupa belajar dan sholat serta mematuhi perintah orang tua dan guru agar bisa menjadi pemimpin yang berprestasi,” pungkasnya.

Sementara Kepala SMP Hati BBS Kraksaan Fathur Rosi menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan dari Desy Ratnasari mengunjungi sekaligus memberikan motivasi kepada anak didiknya. “Mudah-mudahan momentum ini bisa memacu semangat anak didik kami agar lebih giat belajar untuk meraih cita-citanya,” harapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah dan Kepala SMP Hati BBS Kraksaan Fathur Rosi.

Usai memberikan motivasi kepada siswa SMP Hati BBS Kraksaan, Desy Ratnasari didampingi Hasan Aminuddin melihat-lihat beberapa motif batik khas serta produk unggulan Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya sekedar melihat, pelantun lagu Tenda Biru ini juga memborong beberapa motif batik dan produk unggulan. (mas)


Pulang Kuliah, Mahasiswa Unmu Jember Tewas Nabrak Truk di Probolinggo

Penulis : Firman
Rabu, 30 November 2016


PROBOLINGGO –  Seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jember, tewas dengan tragis usai menabrak truk fuso sarat muatan palet ikan di jalur pantura Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/11) sore.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pria lajang bernama Wahyu (22) asal Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini, pulang kuliah dari Jember, mengendarai sepeda motor Yamaha Byson N 3493 QT, dari arah timur ke barat. Sampai di lokasi kejadian, korban berusaha menyalip truk gandeng dengan nopol H 1789 DH, yang disopiri Maslikan (45), warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Namun, usai menyalip truk bermuatan tembakau itu, tanpa disadari korban, di depannya muncul truk fuso DK 9419 FF yang dikemudikan Yudi (50), warga Mojoarno, Kabupaten Jombang. Akibat jarak yang terlalu dekat, motornya menabrak truk bermuatan palet ikan itu.

“Dia kencang dan posisi nyalip jadi nabrak sendiri sehingga kepala dan badannya terbentur ke body truk bagian depan. Dia sendiri yang nabrak truk, ia melaju kencang dari arah timur,”kata Murtiningsih, s.alah satu saksi sekaligus tetangga korban di lokasi kejadian.

Akibat benturan keras itu, sepeda motor korban ringsek setelah terlindas truk fuso. Sementara tubuh Wahyu terpental ke sisi selatan jalan dan masuk ke bawah kolong truk gandeng. Korban tewas seketika di tkp.

“Saya sudah pelan bahkan sempat berhenti. Dia kencang menabrak saya, jatuh dan terlindas. Banyak saksinya kalau dia yang nabrak truk saya dengan kecepatan tinggi,” kata Yudi, sopir truk fuso.

Menurut petugas Satlantas Polre Probolinggo Bripka Prayudi, berdasarkan olah tkp, kecelakaan itu murni karena kelalaian korban saat berkendara. Diketahui, korban menyalip kendaraan lain di jalur garis putih panjang. 

Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Akibat trabrakan maut ini, jalur pantura Probolinggo-Situbondo mengalami kemacetan parah hingga 5 kilometer.(fir)

Laporan  : Firman
Editor     : Dimas



Bupati Kukuhkan Pengurus Dewan Pendidikan

Penulis : Dimas
Rabu, 30  November 2016



KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE secara resmi mengukuhkan pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo periode 2015-2020 di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (29/11/2016). 

Pengukuhan yang dilakukan di sela-sela kegiatan dialog pendidikan dan penyuluhan hukum ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo Edy Sumarno, Wakapolres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan para Kepala Perangkat Daerah, Sekretaris PGRI Sugeng Wiyono serta para Kepala Cabang Dispendik Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam kepengurusan ini, mantan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Supanut dipercaya memimpin Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo periode 2015-2020 mendatang. Nantinya akan dibantu oleh sejumlah pengurus yang berasal dari latar belakang pendidikan dan pengusaha.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo yang baru saja dikukuhkan dengan harapan mampu memberikan sumbangsih dalam meningkatkan mutun dan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo bisa menjadi mitra yang baik dari Pemerintah Daerah sehingga bisa membentuk generasi muda yang memiliki akhlak lebih baik dari sebelumnya,” harapnya. (wan/ast)



Pemkab Peringati Hari Pahlawan, Korpri, PGRI dan HGN

Penulis : Dimas
Rabu, 30 November 2016



KRAKSAAN - Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-45, Hari Pahlawan, HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-22 Tahun 2016 diperingati oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam satu upacara bersama di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (29/11/2016) pagi.

Upacara ini diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo HM. Nawi dan Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi dan LVRI Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo, PGRI, Karang Taruna, Tagana, KNPI, PMI, Satpol PP dan Satkorcab Banser Kota Kraksaan.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dengan Komandan Upacara adalah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kuripan Puja Kurniawan.

Dalam sambutannya Wabup Timbul mengatakan bahwa dengan HUT Korpri ini maka Korpri wajib melakukan sebuah gebrakan untuk kemajuan bangsa lebih berkompetensi dan lebih maksimal serta terarah.

“Terkait Hari Pahlawan, saya mengharapkan agar semangat kepahlawanan yang merupakan semangat persatuan mampu membentuk dan membangun negara,” ungkapnya.

Sehubungan dengan peringatan HUT PGRI dan HGN, Wabup Timbul menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat mulia dan sangat strategis. “Berbanggalah menjadi seorang guru. Sebab di tangan para guru, pamong dan tenaga kependidikan, masa depan bangsa kita menjadi taruhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Timbul didampingi Sekda Nawi menyerahkan bantuan sembako kepada 5 orang pejuang veteran, 10 orang janda perintis serta 40 orang anak yatim. Serta kacamata gratis dari PMI untuk 775 siswa di 27 SMP di 17 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Wabup Timbul dan diserahkan kepada Sekda Nawi selaku Ketua DP Korpri Kabupaten Probolinggo. Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada perwakilan pejuang veteran. (wan/mas)



Pemerintah Akan Tutup Padepokan Dimas Kanjeng

Penulis :Firman
Selasa 29 November 2016


Probolinggo - Mengingat adanya kasus baru Dimas Kanjeng Taat Pribadi, soal tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang kini telah dilakukan penyidikan oleh kepolisian Polda Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Probolinggo, akan segera menutup padepokan dan mengosongkan pengikut yang masih bertahan melalui kepolisian.

Penutupan akan dilakukan setelah aset-aset milik Taat Pribadi termasuk aset TPPU berupa jual beli tanah dan sawah, dijadikan barang bukti oleh kepolisian. Namun, untuk sementara ini pemerintah Kecamatan Gading berserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo terus mengkaji, dan penutupan padepokan akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak polisi.

“Kita menunggu pihak kepolisian, karena status harta padepokan sudah dalam pengawsan negara. Jika nanti harta padepokan dari kasus pencucian uang itu dijadikan barang bukti, maka penutupan akan dilakukan,”jelas Slamet Hariyanto, Camat Gading, Kabupaten Probolinggo, Selasa (29/11/2016).

Slamet menuturkan, pihak pemerintah akan menyerahkan ke pihak polisi terkait penutupan itu, karena itu ranah dari kepolisian. Kalau proses TPPU itu cepat selesai kata Slamet, dan menjadikan aset padepokan sebagai barang bukti, maka penutupan padepokan segera dilaksanakan, dan melarang pengikut masuk ke padepokan lagi.

Soal ijin tinggal para pengikut sambung Slamet, tergantung yang bersangkautan. Karena kalau itu sudah dijadikan barang bukti oleh kepolisian, pihak pemerintah tidak akan tinggal diam dan melarang keras pengikut untuk tinggal di tenda pemondokan.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi, saat ini masih dalam proses penyidikan kasus dugaan pencucian uang, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua mantan pengikutnya Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, serta kasus penipuan.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Razia Narkoba, Polisi Temukan Pil Dextro di Dalam Rutan Kraksaan


Penulis : Firman
Selasa 29 November 2016

Probolinggo - Maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Probolinggo, membuat Polres Probolinggo geram, yang akhirnya merazia para penghuni rumah tahanan (rutan) kelas II B Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, untuk mengantisipasi peradaran narkoba di rutan, Selasa (29/11). 

Alhasil, dalam razia tersebut petugas yang menggeledah satu persatu narapida di sel tahanan rutan, petugas menemukan satu bungkus plastik pil dextro, di tahanan blok 1A yang bernama Hosnan (26), warga Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan.

Sejatinya pil dektro itu berjumlah 15 butir, namun 8 butir lainnya sudah dikonsumsi oleh Hosnan. Barang itu didapat sesama penghuni rutan bernama Abdullah (30), warga Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten setempat.

Menurut Mohammad Kafi, Kepala Rutan Kraksaan, dari hasil pengamatannya selama ini, selain pil dextro itu didapati dari sesam penghuni rutan, pil itu juga diduga di dapat dari warga umum di luar rutan.

“Bisa-bisa pil itu lemparan dari orang luar yang dilempar melalui pagar rutan, sehingga lepas dari pantuan petugas di rutan. Mdan kemungkinan dilakukan pada malam hari,”jelas Kafi, usai razia dilakukan.

Sementara dikatakan AKP Suherly Sanjaya, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, adanya barang haram tersebut disinyalir diperoleh saat adanya sidang dengan memanfaatkan kelengahan dari para petugas sipir. Atau bisa jadi masuknya barang haram tersebut masih ada keterlibatan oknum sipir rutan, bisa juga dari orang luar.

“Hosnan ini saat ini menjalani proses sidang dalam tindak perkara pelanggaran pasal 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, belum tuntutan. Kami akan kejar pemasoknya, dari mana ia mendapatkan barang itu dan bagaimana barang itu bisa masuk ke rutan,”tegas Herly.

Kedepan, adanya penemuan pil dektro ini akan dilakukan pengawasan dan penjagaan lebih ketat. Sebagai bentuk  salah satu kerjasama kami untuk menertibkan warga rutan.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko

Festival Ranu Segaran Sarana Tambah DTW

Penulis : Wawan
Selasa, 29 November 2016

TIRIS – Untuk menambah Daya Tarik Wisata (DTW) di objek wisata Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo akan menggelar Festival Ranu Segaran dalam bentuk Lomba Perahu Dayung, 6 Desember mendatang.

Dalam lomba yang rencananya dibuka Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE didampingi anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin MSi ini akan diikuti puluhan tim. Pihak Disbudpar akan menyediakan  empat unit perahu.

“Festival Ranu Segaran merupakan salah satu upaya mempromosikan destinasi wisata dengan cara menambah Daya Tarik Wisata. Dengan demikian masyarakat akan tertarik untuk datang ke Ranu Segaran,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Probolinggo, Anung Widiarto.

Menurut Anung, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah kepada komunitas olahraga dayung di Kabupaten Probolinggo sekaligus memperkenalkan objek wisata Ranu Segaran kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini saya mengharapkan mampu menambah Daya Tarik Wisata sekaligus objek wisata Ranu Segaran bisa dikenal lebih luas lagi. Di samping juga mampu memberikan wadah kepada penggila olahraga perahu dayung,” harapnya. (wan)

Lowongan Kerja CV ProFatIndonesia

Lowongan Kerja
Selasa, 29 November 2016

Sumber :
JMF Probolinggo
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1789193164687574&set=a.1461444507462443.1073741828.100007907220407&type=3&theater

Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan