Berita Kraksaan

What's Trending

Profile

Audiensi MUI Dan Polres Terkait Dimas Kanjeng

Penulis Dicko
Senin 20/10/2014 , 14 : 00 WIB 

Audiensi MUI Dan Polres Terkait Dimas Kanjeng

KRAKSAAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo kembali melakukan pertemuan tertutup. Pertemuan kedua terkait Dimas Kanjeng ini beraudiensi dengan Polres Probolinggo yang digelar di ruang Eksekutif Mapolres jalan raya Pajarakan Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan tertutup itu, membahas Padepokan Dimas Kanjeng Ta’at Pribadi yang di sinyalir para santrinya memberikan Mahar (Menyetor Sejumlah Uang) ke guru besar padepokan  itu.

4 ormas yang melakukan pertemuan tertutup itu ialah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Al-Irsyad serta Muhammadiyah.

Pertemuan itu berlangsung sekitar 120 menit di ruangan tersebut dipimpin oleh ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH.Munir Cholili dan Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro. Tampak, di depan pintu ada anggota Polres yang melakukan penjagaan ketat, sehingga para kuli tinta harus ‘Stand Bay’ di depan ruang yang di tempati pertemuan itu.

“Pertemuan dengan Pak Kapolres (AKBP Endar Priantoro) masih belum ada titik temu yang jelas. Intinya belum ada Final,”jelas KH Sihabudin Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Senin (20/10) saat ditemui wartawan usai rapat berlangsung.

Menurutnya, pertemuan dengan kapolres itu meneruskan adanya surat teguran dari MUI Pusat ke MUI Kabupaten Probolinggo  terkait Padepokan Dimas Kanjeng Ta’at Pribadi.

“Pertemuan ini, hanya sebatas pemberitahuan kepada Kapolres sebagai penegak hukum di Kabupaten Probolinggo, kalau kita (MUI) mendapat surat dari MUI pusat. Kalaupun ada unsur yang lainnya, sudah kita serahkan pada pihak masing-masing. Contohnya, kalau di temukan kesesatan, nanti MUI yang akan menentukan, kalau ada lainnya Kepolisian yang menentukan juga,”sebut KH Sihabudin di dampingi KH Munir Cholili Ketua MUI Kabupaten Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro membantah, kalau pertemuan tersebut tidak di tutup. Namun, materinya masih belum Final. “Pertemuan ini, nantik kita bahas dan menggandeng semua Instansi baik Pemda Kabupaten Probolinggo, Kejaksaan,”ujar Endar.

Lebih lanjut masih terkait Padepokan Dimas Kanjeng Ta’at Pribadi, pihaknya berusaha akan membuat tim bersama ormas untuk melakukan investigasi ke padepokan tersebut. “Nanti, kita bentuk tim dengan MUI dan Ormas yang lain,”pungkas Endar.(dc/fir)

Barang Berharga Milik Warga Ludes di Gondol Maling

Penulis Dicko
Senin 20/10/2014 , 09 : 00 WIB 

Barang Berharga Milik Warga Ludes di Gondol Maling

BESUK – Sejumlah barang berharga milik Edi Santoso (45) dan istrinya Lilik Hernawati (31) asal Dusun Krajan RT/RW 02/04 Desa/Kecamatan Besuk Agung, Kabupaten Probolinggo digondol maling pada Senin (20/10/14) dini hari.

Barang yang berhasil digondol maling tersebut berupa sepeda motor Beat, dua buah handphone, 4 ekor ayam jago dan dua buah helm,”pukul 22.30 keluarga disini sudah ketiduran semua, termasuk suami saya, yang biasanya kalau tidur ke atas jam 12 malam,  semalem dia kecapekan katanya, jadi tertidur di dalam kamar. Saya juga tertidur karena kecapean habis bantu tetangga hajatan,” kata Lilik saat ditemui dirumahnya Senin (20/10).

Lilik menuturkan, dirumahnya itu hanya tinggal ber empat, termasuk Lilik dan suaminya, satu orang putranya yang masih balita, serta ibunya Juma’ati (63). “Setelah shalat Subuh sekitar pukul 04.30, ibu keruang tamu, kebetulan diruang tamu itu memang ditempati sepeda, disitu ada sepeda motor Tornado dan sepeda motor Beat itu. Mengetahui motor Beat itu tidak ada, ibu langsung memberitahu saya dan suami saya,” sebutnya.

Dari pnegakuannya, selama ini di lingkungan rumahnya belum pernah terjadi pencurian, baru kali ini rumahnya dibobol maling. Lilik meyakini, maling tersebut mencongkel jendela depan diruang tamunya, sebab, dijendela ada bekas congkelannya. Sementar malingnya lanjut Lilik, keluar lewat pintu utama, sebab kunci pintunya tidak pernah dicopot.

”Kunci motor Beat itu kumpul dengan helm diatasnya TV, Hp di atas kulkas, jadi malingnya sangat mudah membawa dan menemukan barang-barang kami. Sedangkan 4 ekor ayam jago itu ada di dapur. Saya yakin maling ini tidak satu orang,”jelas Lilik.

Dari kejadian ini, dirinya sudah melaporkan ke Polsek setempat,”tadi Kapolsek bersama rombongan sudah datang kesini mas, semoga saja pencurinya cepat ditemukan,”harapnya.(dc/fir)


Mulai Bahas KUA dan PPAS APBD 2015

Penulis Dicko
Senin 20/10/2014 , 07 : 00 WIB


Mulai Bahas KUA dan PPAS APBD 2015PAJARAKAN – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2015 mulai dibahas oleh DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Pembahasan diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo Tentang KUA dan PPAS APBD Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2015 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi dalam rapat paripurna DPRD, Jum’at (17/10).

Rapat paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Mohammad Yasin ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD. Hadir pula sejumlah perwakilan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam nota penjelasan Bupati tersebut disebutkan bahwa target pertumbuhan ekonomi direncanakan pada kisaran 6,8%-6,85%, kinerja pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) direncanakan pada kisaran indeks antara 65-66,5, jumlah penduduk miskin Kabupaten Probolinggo diharapkan antara 20-18,5% dan 17% serta tingkat pengangguran terbuka ditargetkan sebesar 3,0% dan 2,6%.

Pada KUA-PPAS APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2015 dijelaskan bahwa pos pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp. 1.711.649.697.426,00. Jumlah ini naik 7,37% dari target APBD tahun anggaran 2014 setelah perubahan sebesar Rp. 1.594.212.717.445,00.

Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 1.844.427.229.426,00 naik 5,23% dari pagu belanja daerah pada perubahan APBD tahun 2014 yang sebesar Rp. 1.751.268.478.205,35.

Tahun ini Pemkab Probolinggo berupaya untuk terus meningkatkan kualitas belanja daerah secara menyeluruh. Target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo direncanakan

Dengan total anggaran pendapatan daerah sebesar Rp. 1.711.649.697.426,00 dan jumlah belanja daerah sebesar Rp. 1.844.427.229.426,00, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 132.777.532.000,00.

Arah kebijakan pembiayaan daerah pada tahun 2015 diarahkan untuk menutup angka defisit anggaran dengan menggunakan sumber penerimaan pembiayaan daerah, utamanya dari hasil proyeksi sisa lebih anggaran perhitungan (silpa) tahun anggaran 2014.

Adapun proyeksi sisa lebih anggaran perhitungan (silpa) tahun anggaran 2014 antara lain diperoleh dari pelampauan pendapatan, efisiensi belanja, silpa kegiatan lanjutan (tahun jamak) dan silpa kegiatan yang ditunda pelaksanaannya.(dc/fir)

Siklus 4-5 Tahunan, BPBD Antisipasi Erupsi Bromo

Penulis Dicko
Minggu 19/10/2014 , 09 : 00 WIB 


SUKAPURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengantisipasi siklus erupsi 4-5 tahun Gunung Bromo. Sesuai dengan prediksi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jika dilihat dari erupsi besar pada 2010 silam, maka siklus itu akan terulang pada 2015 mendatang.

“Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya erupsi gunung Bromo, saat ini kami juga melakukan pemantauan aktifitas Gunung Bromo bekerja sama dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo yang terletak di Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.

Mantan Camat Leces ini menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai macam persiapan antisipasi terjadinya erupsi Gunung Bromo. Seperti menyiapkan tempat pengungsian, melatih relawan dalam mendirikan tenda pengungsian, mendirikan MCK untuk pengungsi dan lokasi tempat pengungsian serta jalur evakuasi sehingga warga tidak bingung kemana harus mengungsi tatkala terjadi erupsi Bromo.

“Setidaknya kejadian penanganan erupsi tahun 2010 tidak terulang lagi. Di mana penanganan dilakukan ketika Gunung Bromo sudah erupsi. Kebetulan saat itu BPBD di Kabupaten Probolinggo masih belum terbentuk. Tetapi penanganan yang dilakukan sudah baik. Sehingga dengan sudah terbentuknya BPBD, diharapkan penanganannya nanti akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Pria kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini menegaskan, setiap gunung api memiliki siklus yang berbeda. Selain siklus, daya ledak setiap gunung api tidak sama. “Kalau Gunung Bromo daya ledaknya pelan. Sehingga tidak heran, ketika erupsi malah masyarakat ingin melihatnya. Sebab mereka berkeyakinan bahwa erupsinya gunung Bromo akan membawa berkah,” tegasnya.

Mantan Camat Dringu ini menambahkan, hal lain yang akan dilakukan sebagai antisipasi erupsi Gunung Bromo adalah dengan menyiapkan masker dalam jumlah besar. Sehingga masyarakat tidak perlu membeli dan merasa kebingungan. “Biasanya waktu terjadi erupsi, masker dijual dengan harga yang mahal. Itupun sering habis karena stoknya juga terbatas,” tambahnya.(dc/fir)

16 Pasutri Sidang Istbat Nikah

Penulis Dicko
Minggu 19/10/2014 , 07 : 00 WIB 


PAJARAKAN - Sebagai upanya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pelaksanaan proses pernikahan secara resmi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk dan Capil) Kabupaten Probolinggo menggelar sidang itsbat (penetapan) nikah bagi keluarga pra sejahtera, Jumat (17/10) di Kecamatan Pajarakan.

Istbat nikah ini dihadiri oleh Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Rumnesa dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Amran Suadi, Ketua Pengadilan Agama Kraksaan Lilik Mulyana dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami.

Sidang itsbat nikah tahap kedua ini diikuti 16 pasangan suami istri (pasutri) dari empat desa di Kecamatan Pajarakan. Yakni, Desa Gejugan, Penambangan, Selogudig Kulon dan Tanjung. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mendapatkan penetapan dari Pengadilan Agama Kraksaan sebagai salah satu persyaratan untuk diterbitkannya Buku Nikah.

Program itsbat nikah bagi keluarga pra sejahtera ini dimulai pada tahap I pada 7 Maret hingga 2 Mei 2014 dengan peserta sebanyak 370 pasutri. Sedangkan yang lulus dalam putusan Pengadilan Agama Kraksaan sebanyak 320 pasutri dari 11 kecamatan. Sementara tahap II dimulai 26 September hingga 14 November 2014 mendatang dengan jumlah peserta sebanyak 467 pasutri dari 14 kecamatan.

Kepala Dispenduk dan Capil Retno Ngastiti Djuwitani mengatakan, sidang itsbat nikah ini dilakukan agar masyarakat dapat memproses pernikahannya secara sah melalui penetapan Pengadilan Agama Kraksaan sehingga pencatatan akte kelahiran buku anaknya bukan lagi anak seorang ibu.

“Saya berharap agar masyarakat memanfaatkan peluang ini sebagai upaya untuk memperoleh dokumen kependudukan yang sah. Dengan adanya sidang itsbat nikah ini maka masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam mengurusi akta kelahiran anaknya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Hadi Prayitno didampingi Rumnesa menyerahkan buku nikah, akta kelahiran anak dan Kartu Keluarga kepada 16 pasutri. “Itsbat nikah tidak berefek menggampangkan dan melegalkan pernikahan yang tidak legal. Hal ini hanya agar dapat menekan tradisi pernikahan di bawah tangan yang dilakukan secara turun temurun,” ungkap Hadi.

Sementara Rumnesa mengatakan, semua aspek harus melayani dengan sebaik-baiknya tentang pelayanan sidang itsbat nikah terpadu bagi keluarga pra sejahtera. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Rencananya, para peserta yang telah mendapatkan surat nikah nantinya akan diikutkan dalam acara resepsi pernikahan bagi pasangan suami istri yang dihibur dengan musik dangdut.(dc/fir)

Dua Jamaah Haji Probolinggo Wafat di Mekkah

Penulis Dicko
Sabtu 18/10/2014 , 08 : 00 WIB

Dua Jamaah Haji Probolinggo Wafat di Mekkah

KRAKSAAN – Jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang diberangkatkan beberapa minggu lalu, saat ini membawa duka bagi kelaurganya. Sebab dua jamaah haji wafat ditanah suci Mekkah setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Adalah  Suwito Binti Sidin (54) salah satu warga pesisir Dusun Melati Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dan Nirjo bin Ma’in salah satu warga Dusun Rebbesan Desa Alas Tengah Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Busthami, mengatakan, wafatnya kedua jamaah haji asal Kabupaten Probolingggo itu dikarenakan dalam kondisi tidak sehat/sakit,”itu kami keathui setelah mendapat informasi dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang diikuti kedua jamaah,”aku Busthami kepada saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jum’at (17/10/14).

Sementara pada jamaah haji atas nama Suwito,  lanjut Busthami, ia mengikuti KBIH An-Nahdiyyah, dari informasi yang didapat Suwito wafat dalam kondisi sakit. Sedangkan Nirjo mengikuti KBIH Haramain, wafat akibat serangan paru-paru.

Busthami menyebutkan, kedua jamaah haji itu sudah dinyatakan sudah selesai menjalankan wukuf,”yang jelas mereka sudah syah melaksanakan semua kegiatan sesuai yang dianjurkan dalam ibadah haji,”ungkapnya.

Busthami menuturkan, kedua jenazah jamaah asal Kabupaten Probolinggo itu sudah selesai dimakamkan di tanah suci Mekkah.”Jamaah haji dari Negara manapun kalau meninggalnya di Mekkah, pasti dikubur di sana, sebab, telah diketahui di Mekkah memang sudah disediakan lahan untuk pemakaman umum khusus jamaah haji,”jelasnya.

Ia menambahkan, jamaah haji akan tiba di Kabupaten Probolinggo pada 29 Oktober besok. Untuk kloter 47, awalnya sebanyak 442 orang. Namun, karena ada yang meningal dunia 2 orang sehingga hanya tersisa 440 orang. Sedangkan untuk kloter 46 berjumlah 123 orang jamaah haji.

“Itu data yang kami ketahui untuk jamaah haji Kabupaten Probolinggo. Dan setelah penjemputan nanti, pihak keluarga cukup menjeputnya di miniatur Ka’bah Raya Curahsawoh Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo,”imbuh Busthami.(dc/fir)


SMA Nurul Jadid Paiton di Latih Broadcasting

Penulis Dicko
Jum'at 17/10/2014 , 16 : 00 WIB 

SMA Nurul Jadid Paiton di Latih Broadcasting

PAITON – Suasana berbeda tampak pada siswa-siswi pelajar SMA di Ponpes Nurul  Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Puluhan siswa terlihat dengan wajah sumringah setelah mengikuti pelatihan sebagai penyiar radio Jum’at (17/10), sebab bagi mereka pelatihan Broadcating ini adalah kali pertama bagi mereka. Pelatihan yang digelar di ruang Auditorium di sekolah tersebut, diikuti siswi kelas X yang merupakan tahap pertama untuk pelajar perempuan.

“Ini merupakan kegiatan yang harus diikuti oleh siswa kelas X, tahap pertama untuk perempuan dan tahap kedua nanti untuk laki-laki, yang akan dilaksanakan pada hari minggu (19/10) ditempat yang sama,” ujar Faizin selaku kepala sekolah .

Sebagai nara sumber dalam cara tersebut, diisi oleh penyiar dari Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM 92.3 MHz kota Kraksaan, Kabupaten setempat. Dari pelatihan itu tidak hanya diikuti oleh siswi/santriwati dari dalam Kabupaten Probolinggo, mereka banyak yang berasal dari luar daerah. Seperti dari Banyuwangi, Situbondo dan Jember. Bahkan, ada 6 santri yang mengikuti pelatihan itu dari Negara luar yaitu dari Thailand.

“Santri disini memang banyak yang dari luar daerah, yang dari Negeri Thailand ada 9 orang, hanya saja yang tertarik mengikuti pelatihan siaran radio ini ada 6 orang,”kata Faizin.

Faizin mengaku, kegiatan pelatihan penyiaran radio ini sangat dipentingkan, apa lagi di dunia pendidikan dalam pesantren. Selain siswa-siswi mendalami ilmu pendidkikan dan mendalami ilmu agama Islam, siswa juga perlu mengetahui banyak wawasan tentang dunia Broadcasting.

“Di pesantren ini kami mempunyai radio komonitas, kami sangat berharap agar para siswa-siswi disini yang sudah mengikuti pelatihan ini mampu menerapkan ilmu yang didapat di PP Nurul Jadid ini, dan bisa diterapkan lewat radio terhadap khalayak, sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat,”paparnya.(dc/fir)

Petani Probolinggo Kembangkan Metode Hydroponik

Penulis Dicko
Jum'at 17/10/2014 , 09 : 00 WIB 

Petani Probolinggo Kembangkan Metode Hydroponik

KRAKSAAN - Memperingati hari pangan sedunia yang jatuh pada kamis 16 Oktober 2014. Ratusan petani se-Kabupaten Probolinggo, menggelar temu karya poktan/gapoktan dan festival panganan lokal. Mulai dari buah-buahan, sayuran serta berbagai macam produk hasil pertanian, asal Kabupaten Probolinggo, di jual di kios-kios yang bertempat di alun-alun kota Kraksaan.


Berbagai macam hasil produk pertanian itu, sengaja didatangkan langsung oleh para petani yang berada di 24 Kecamatan, dengan tujuan agar para petani saling mengetahui, sejauh mana hasil inovasi serta kualitas produk pertanian di Kabupaten Probolinggo hingga saat ini.


Selain itu, akan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN pada tahun 2015 mendatang. Membuat para petani Indonesia, dituntut untuk lebih berinovasi dan menggunakan teknologi yang baik, mampu bersaing dengan Negara lain, dalam menghasilkan hasil produk pertanian yang berkualitas.


Salah satunya, yakni metode penanaman secara Hydroponik. hydroponik adalah metode menanam sayuran tanpa tanah, yang mana tiap-tiap wadah tempat menanam, mampu ditanami lebih dari satu jenis tanaman.  


Tak hanya itu, penggunaan pupuk jenis organik, sengaja dipilih sebagian petani, guna memberi pembelajaran pada petani lain, bahwa hasil produk pertanian yang menggunakan jenis pupuk organic, tak kalah bagusnya dengan menggunakan pupuk jenis kimia.


Hasan, selaku ketua Asosiasi Petani Jawa Timur mengatakan, untuk merubah pola pikir petani, agar bisa beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk jenis organic, ia sengaja menerapkan metode penanaman secara Hydroponik, ini karena tanaman jenis Hydroponik lebih baik hasilnya jika menggunakan jenis pupuk organik.


“Tujuan lainnya yakni sebagai bekal pembelajaran bagi para petani. Mengantisipasi terbatasnya lahan pertanian jelang masa era globalisasi mendatang,”sebut Hasan.


Sementara itu, Bupati probolinggo, Hj.P.Tantriana Sari,SE  mengatakan, ia mengapresiasi apa yang dilakukan sebagian para petani tersebut, karena saat ini mayoritas para petani, masih cenderung bergantung dengan penggunaan pupuk jenis kimia.



“Saya mengapresisasi kepada seluruh petani di Kabupaten Probolinggo, untuk melakukan metode ini, sebab,hal ini adalah suatu terobosan baru di Kabupaten Porobolinggo. Dan tidak ada salahnya untuk mencoba untuk mendapatkan yang terbaik,”kata Bupati Tantri.(dc/fir)


Back Home
 

Wisata Kuliner

Hukum dan Kriminal

Ekonomi Bisnis

Pendidikan

Olah Raga

Blogger Widgets

Kecelakaan dan Peristiwa

Pemerintahan