54.219 Orang Masih Buta Aksara

Penulis : Akbar
Rabu, 14 Desember 2016


KRAKSAAN – Selama tahun 2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo telah menuntaskan penduduk buta aksara sejumlah 2.200 orang. Jumlah tersebut jauh menurun bila dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 17.260 orang. Meskipun demikian, tercatat sebanyak 54.219 orang di Kabupaten Probolinggo masih buta aksara.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo mengungkapkan, program penuntasan buta aksara yang dilakukan adalah melanjutkan program keaksaraan fungsional dasar untuk sasaran 1.500 orang yang dimulai Oktober lalu dengan menggunakan metode Baca Delila (Bangkitkan Cantolkan Dengar Lihat Lakukan).

“Serta tambahan sasaran sebanyak 700 orang yang berasal dari dana APBN. Program ini difokuskan di Kecamatan Bantaran sebanyak 240 orang dan Kecamatan Tiris sebanyak 460 orang,” katanya.

Menurut Tutug, sasaran tahun ini memang lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak lagi melihat jumlah tingginya buta aksara, tetapi rata-rata lama sekolah dan rata-rata harapan lama sekolah.

“Sehingga lebih diprioritaskan agar alumni warga belajar yang sudah mendapatkan Sukma (Surat Keterangan Melek Aksara) tidak putus belajar, maka melanjutkan ke program Paket A Pasma (Pasca Melek Aksara) setara SD,” tegasnya.

Tutug menegaskan, sasaran Paket A Pasma tahun ini mencapai 1.900 warga belajar. Warga belajar yang sudah lancar baca, tulis dan berhitung (Calistung) dan sudah mempunyai Sukma nanti diarahkan untuk mengikuti Paket A Pasma. 

“Diawali dengan tes uji penempatan. Sementara ini mereka kita anggap lulus kelas 4 SD. Dengan demikian setelah lulus mereka akan mendapat ijazah setara SD sehingga akan menambah rata-rata lama sekolah,” pungkasnya. (Abk/wan)




Post a Comment

0 Comments