Sapi Diambil, Hutang Rp 22 Juta, Begini Kesedihan ‘Ngati’ Saat ini

Penulis : Firman
Jumat 09 Desember 2016


Probolinggo – Senyum Ngati (30) yang tinggal di kandang sapi, ternyata tak berlangsung lama. Ngati, sempat tersenyum setelah Bambang (35) suaminya dibebaskan dari tahanan sel Mapolsek Sumber, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (9/12) malam kemarin, atas kasus tuduhan mencuri sebatang kayu pinus milik Perhutani.

Namun, Ngati kini kembali dirundung kesedihan. Pasalnya, pasangan suami istri (pasutri) ini dipastikan kehilangan ternak sapi yang selama ini dirawat bersama suaminya. Sapi yang bukan milik sendiri itu, telah diambil oleh pemiliknya. Pasutri ini hanya mengambil hasil merawat sapi milik tetangganya itu.

Selain itu, kehidupan pasutri bersama seorang anaknya ini, ternyata masih terbelit hutang sebesar Rp 22 juta, ke seorang juragan tani untuk biaya operasi cesar putra pertamanya, yang sudah meninggal.

Saat tim Redaksi Kraksaan Online bertandang lagi kerumahnya, Ngati saat ini hanya merapikan tempat tidur, hingga membersihkan kandang dari kotoran sapi yang dirawat sebelumnya dan terlihat sisa rumput pakan sapi di dalam kandang dan tempat tidur mereka.

“Rencananya kami pelihara sapi milik tetangga itu untuk nyicil hutang kami, setelah dapat bagian dari anak sapi itu. Tapi sekarang sapi itu sudah diambil oleh pemiliknya. Kami mau cari rejeki lain saja,”tutur Ngati, saat ditemui dirumahnya, Jumat (9/12).

Pemilik sapi terpaksa mengambil sapi yang dia rawat bersama suaminya, karena suami ditahan polisi selama 3 hari kemarin. Atas keputusan tersebut, Ngati tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah.

“Sapinya diambil takut kurang makan kata yang punya, karena suami saya waktu itu masih ditahan polisi, pemiliknya khawatir tidak ada yang mencarikan rumput,”jelasnya.

Hanya dengan menjadi buruh macul kata Ngati, yang bisa menyambung hidupnya sehari-hari dengan upah Rp 25 ribu perhari. Dan hanya cukup dimakan dalam 1 hari saja. Sedangkan saudaranya pun tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi ekonominya juga tak memungkinkan.

Perlu diketahui untuk sampai kerumah Ngati, , di Dusun Pojok 1, Desa Pandansari, Kecamatan Sumber, yang terkenal dengan hasil pertanian kentang itu memerlukan waktu sekitar 3 jam dari arah jalur pantura Probolinggo. Karena letak tinggalnya berada di puncak pegunungan menuju puncak B 29 alias negeri diatas awan di Kabupaten Probolinggo.(fir)

Laporan : Firman
Editor    : Dicko


Post a Comment

0 Comments