Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo Meminta Desa Segera Musrenbang

Penulis : Saifullah
Kamis, 27 April 2017

Probolinggo,kraksaan-online.com Keterisoliran padukuhan Kedung Miri, Desa Opo opo, kecamatan Krejengan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Bagaimana tidak camat Krejengan dan ketua komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo langsung angkat bicara terkait permasalahan ketiadaan akses jembatan yang telah berlangsung selama nyaris 30 tahun itu.

Camat Krejengan, Rachmad Hidayanto menyampaikan pihaknya sudah melakukan kroscek langsung ke lokasi yang menjadi tempat lalu lalang para siswa dan warga padukuhan Kedung Miri tersebut. Dia menyampaikan bahwasannya padukuhan yang dihuni oleh sekitar 41 kepala keluarga (KK) itu memang membutuhkan akses berupa jembatan layang.
Sementara itu terkait pelaksanaan Musrenbang desa, kepala desa Opo opo, Didik Sugiyanto menyampaikan, jika Musrenbangdes sebenarnya sudah kerap kali dilaksanakan dan pembahasan terkait keterisolasian padukuhan kedung Miri sudah kerap dibahas dan memunculkan rekomendasi berupa proposal pengajuan pembangunan jembatan, namun belum ada satu pun tindak lanjut.

"Kondisi sungai yang lebar dan dangkal, memang membutuhkan sarana jembatan. Jembatan layang yang kami rasa cocok untuk dibangun ditempat ini,"ujar Rachmad ketika meninjau lokasi.

Dia mengungkapkan sejumlah langkah strategis telah diupayakannya untuk merealisasikan permintaan warga padukuhan tersebut. salah satunya dengan meminta pemerintah desa setempat untuk melakukan Musrenbangdes untuk kemudian memunculkan rekomendasi berupa proposal pengajuan kepada pihak terkait yang mengurusi soal pembangunan jembatan, Sudah saya perintahkan kepada kades setempat untuk segera melakukan Musrenbang, agar nantinya kami bisa bantu dorong ketika maju kepada dinas terkait, paparnya.

Sementara itu, Ketua komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto mengaku sudah mendengar masalah keterisolasian padukuhan Kedung Miri, Diakuinya kondisi padukuhan tersebut memang cukup kurang menguntungkan, namun bukan tanpa adanya akses.

"Itu sebenarnya jalan pintas menuju dusun sebelah yang letaknya berada disisi sungai, namun bagaimanapun kami akan berjuang merealisasikan tersedianya jembatan penghubung itu baik dari anggaran pusat maupun daerah, "ungkapnya.

Akan tetapi, politisi asal fraksi nasdem ini mengaku untuk mengadakan pembanguna jembatan penghubung itu akan membutuhkan proses. Andi berharap dengan adanya proposal pengajuan yang dilayangkan oleh desa, Dia akan berupaya mengawalnya hingga disetujui dan segera direalisasikan.

"Akan segera kami tindak lanjuti jika proposal itu sudah masuk, karena untuk mengadakan jembatan butuh banyak pihak yang berkontribusi didalamnya,"tandasnya.

"Dulu pernah ditinjau dan disurvey pada tahun 2015, tapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya lagi,"tandasnya.

Editor : Agam


Post a Comment

0 Comments