Targetkan Kenaikan Strata Posyandu

Penulis : Syamsul
Selasa, 04 April 2017

Probolinggo,kraksaan-online.com - Saat ini jumlah posyandu di Kabupaten Probolinggo mencapai 1.312 posyandu. Dalam perkembangannya, posyandu ini terbagi dalam 3 (tiga) strata yang meliputi Mandiri 100 posyandu, Purnama 868 posyandu dan Madya 344 posyandu. Demi memaksimalkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menargetkan kenaikan strata posyandu. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Taupik Alami mengungkapkan bahwa tahun 2017 ini pihaknya memiliki target menaikkan madya ke purnama sebanyak 5 posyandu dan purnama ke mandiri sebanyak 2 posyandu.

“Ada empat indikator yang menentukan strata posyandu meliputi rencana kerja, sarana dan prasarana, dana dan tenaga. Jika nilainya berada di bawah 60 masuk kategori pratama, nilai 60-74 kategori madya, nilai 75-94 kategori purnama dan nilai 95-100 kategori mandiri,” katanya.

Menurut Taufik, posyandu merupakan pelayanan kesehatan, khususnya dari ibu dan anak balita. Posyandu merupakan garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan. “Setiap permasalahan yang berhubungan dengan masalah kesehatan, indikatornya dapat ditemukan di posyandu khusus ibu dan anak,” jelasnya.

Lebih lanjut Taufik menerangkan salah satu kendala naik dan tidaknya strata posyandu disebabkan karena faktor kader. Idealnya setiap posyandu minimal ada 5 kader. Tetapi faktanya masih ada 3 kader di posyandu. Sehingga diperlukan regenerasi kader posyandu.

“Kenaikan strata posyandu ini bisa dilakukan dengan pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan pendanaan baik dari pemerintah maupun swadaya dan peningkatan SDM. Semua itu sangat menentukan di bidang perencanaan posyandu,” jelasnya.

Salah satu indikator strategi perencanaan yang dapat dilakukan adalah melalui terobosan dengan menggaet pihak swasta maupun CSR perusahaan untuk ikut berperan serta dalam pembinaan posyandu.

“Terobosan ini dapat dilakukan dengan pelatihan kewirausahaan bagi kader posyandu. Sehingga posyandu mempunyai usaha ekonomi produktif. Hasil keuntungannya bisa digunakan untuk operasional posyandu,” terangnya.

Hingga saat ini baru ada 5 (lima) desa di Kecamatan Paiton yang kegiatan posyandunya bekerja sama dengan CSR PJB Paiton dan Sekolah Konang. Diantaranya Kelompok Kader Posyandu Sumber Ayu Desa Sumberanyar, Kelompok Kader Posyandu Mutiara Desa Sukodadi, Kelompok Kader Posyandu Taman Ayu Desa Taman, Kelompok Kader Posyandu Anggrek Desa Binor dan Kelompok Kader Posyandu Lancar Rizki Desa Pondok Kelor. “Kelompok kader Posyandu tersebut dikelola dalam program bernama Postaklim (Posyandu Berketahanan Iklim),” ungkapnya.

Taufik menambahkan ada dua capaian utama yang dilakukan dalam program tersebut. Pertama, kegiatan pertanian lahan sempit yang bertujuan untuk pemanfaatan halaman rumah sebagai pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan serapan oksigen dan pengurangan dampak perubahan iklim.

“Kedua, kegiatan wirausaha olahan pangan sehat berbasis potensi lokal dengan tujuan memanfaatkan bahan baku lokal sebagai alternatif pemenuhan gizi tambahan dan peningkatan potensi ekonomi baru. Kegiatan ini sinergi antara DPMD, DLH, Dinkes, Puskesmas Paiton dan PT PJB UP Paiton,” pungkasnya

Editor : Ary
 

Post a Comment

0 Comments