Band Letto Hipnotis Ribuan Penonton di Kampung Kelir Kalibuntu

Penulis : Hendra
Kamis, 04 Mei 2017

Probolinggo,kraksaan-online.com -  Malam puncak Festival Wirakarya Kampung Kelir Zone 9 di Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan dimeriahkan oleh Konser Band Letto, Rabu (3/4/2017) malam. Kehadiran Band Letto dari Jogjakarta ini merupakan penutup rangkaian acara dari festival yang telah diadakan selama 3 hari itu.

Seluruh anggota Pramuka peserta festival nampak berbaur bersama penonton lain yang sedari awal memang sudah memadati lokasi konser yaitu di depan Kantor Desa Kalibuntu. Dari lagu awal yang dibawakan, vokalis Band Letto Noe Putra, anak dari MH Ainun Najib ini, mampu menghipnotis ribuan penonton yang menghadiri malam puncak itu.

Sambil menghimbau kepada penonton agar tetap menjaga keamanan bersama selama konser berlangsung, Noe sapaan karib vokalis ini mengajak semua penonton untuk mendendangkan lagu dolanan yang sudah tak asing ditelinga yaitu “gundul-dundul pacul”.



Suasana konser di malam penutupan itu pun kontan riuh ramai dikala lagu dolanan itu diiringi alunan musik rock cadas yang menggugah semangat. Tak berselang lama dengan piawai para personil Band Letto ini pun mengganti alunan music gundul-gundul pacul nya menjadi nuansa reggae, penonton yang rata-rata masih berusia belasan ini pun tampak berjoget bergoyang megikuti irama yang memang sangat pas jika dimainkan di daerah pantai seperti Desa Kalibuntu itu.



Setelah Noe berhasil memancing semangat para penonton dengan musik cadas dan Reggae nya, kemudian dengan piawainya Band Letto ini meredam kembali semangat yang mulai berapi-api ini. Dengan tembang-tembang slow andalan mereka yang memang sudah sangat dikenal di kalangan remaja seperti Sebelum Cahaya dan Sandaran Hati, kembali suasana pun menjadi mellow diiringi jerit histeris penonton wanita yang berada di garis depan panggung.

“Menampilkan Band Letto sebagai pamungkas acara memang merupakan pilihan yang tepat, selain syair lagunya yang disukai banyak remaja, nuansa lagunya yang relatif kalem sangat jarang memancing timbulnya anarkisme pada saat konser,” ujar Kak Edi Junaidi Humas Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo.

Post a Comment

0 Comments