Mesum, Mahasiswa dan Mucikari Terjaring Razia

Penulis: Firman
Rabu 11 mei 2017

Probolinggo, KraksaanOnline.com - Sebanyak 6 wanita nakal dan 1 pasangan mesum berhasil diamankan dalam razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar oleh pihak satpol PP Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/5). Razia tersebut dilakukan seiring dengan mendekatinya bulan suci ramadhan.

Razia dilakukan selama tiga jam setengah, yakni mulai pukul 12.30 sampai pukul 15.00. Belasan anggota Satpol PP menyasar hotel di kawasai panton asri dan mendapati pasangan tidak sah berada dalam satu kamar berinisial EOE dan MR. Setelah itu penyusuran dilanjutkan JR dan kembali pihak satpol PP mengamankan 3 cewek pemandu lagu berinisial LM, LA, dan MJ.

Tak berhenti disitu saja, pihak satpol pp kemabali menyisir kawasan warung remang-remang kawasan Pasir Panjang Sumberanyar dan kembali mengamankan tiga orang mucikari yang berinisial, ES, M, dan LP. Mereka yang terjaring razia di wilayah paiton itu langsung dibawa ke kantor satpol PP di Kraksaan untuk didata.

MR, yang kedapatan berada dalam sebuah kamar hotel bersama seorang mahasiswa disebuah perguruan tinggi itu mengaku hanya berteman saja dan baru mengenal pasangannya itu hanya satu bulan. Ia datang kamarnya untuk mengambil sepeda yang ia pimjam.

“saya tidak tau kalau dia sudah berada di kamar. Saat itu saya sedang mandi dan dia langsung masuk untuk mengambil sepedanya dan kemudian ada petugas itu dan saya dibawa kesini,” ujarnya.

Dwijoko Nurjayadi, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya melakukan razia rutin untuk mengurangi penyakit masryarakat yang berada diwilayah kabupaten probolinggo dan berhasil mengamankan 6 orang wanita nakal dan satupasangan tidak sah berada dalam kamar.

“Kami berhasil mengamankan 3 orang mucikari, 3 pemandu lagu, dan satu pasangan tidak resmi yang berada di dalam sebuah kamar hotel,” ujarnya.

Untuk mereka yang telah berhasil di amankan ini, pihaknya memberikan pembinaan serta Dengan membuat surat pernyataan, tidak akan mengulangi lagi. Saat ke depan kembali terjaring razia, maka akan di-tipiring (tindak pidana ringan,).

“Untuk para mucikari dan pemandu lagu kami bina dan mengurangi aktifitasnya selama bulan ramadhan untuk menghormati bulan suci. Sedangkan pasangan tidak sah yang mengaku magang itu kita suruh buat surat,” jelasnya.

Selama itu, mendekati bulan suci ramadhan pihaknya akan melakukan razia semakin rutin untuk mengurangi penyakit masyarakat. Itu dilakukan agar saat ramadhan nanti lebih khusuk dan tidak terganggu dengan perbuatan maksiat.(fir)



Editor : Cahyo

Post a Comment

0 Comments