PERPUSDES : Mampu Bertani dan Beternak Setelah Belajar di Perpustakaan


Penulis : Hesthiyono S. Adhi



Probolinggo,KraksaanOnline.com - Ada banyak ilmu bisa didapatkan bila kita mau memanfaatkan perpustakaan. Ilmu yang akan mengantarkan kehidupan kita menjadi lebih baik. Tak memandang apakah kita orang desa ataukah datang dari kalangan perkotaan. Tak melihat apakah kita mengenyam pendidikan tinggi ataukah mungkin hanya berkesempatan sekolah ditingkatan rendah saja.

Perpustakaan tak mengenal itu semua.

Perpustakaan hadir untuk semua elemen masyarakat. Anak-anak bahkan hingga orang tua sekalipun berkesempatan untuk membersamai dan menggumuli perpustakaan.

Marzuki, 32 tahun, warga dusun Krajan desa Krejengan kec. Besuk kab. Probolinggo. Pria berperawakan kekar ini sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan. Karena terlahir dari kalangan orang tidak mampu, sekedar untuk makan layakpun orang tuanya kesulitan memenuhinya. Alhasil, pendidikan SMP-pun sudah merupakan anugerah terindah yang pernah ia miliki.

Pria ulet ini awalnya melihat buku-buku dirumah kepala desa sekaligus teman sepermainannya dulu, Bapak Nurul Huda Lawyer. Buku-buku itu merupakan koleksi milik perpustakaan desa (perpusdes) yang sementara ditaruh dirumah pak kades karena gedung perpusdesnya masih dalam proses pembangunan, sebelum akhirnya buku-buku tersebut dipindah ke kantor desa.

Karena buku-buku itulah, hobi yang telah lama terpendam akhirnya tersalurkan kembali. Ya, hobi baca merupakan salah satu kebiasaannya sejak kecil. Hampir setiap ada kesempatan, ia selalu menyambangi rumah pak kades hanya sekedar untuk meminjam buku. Selain itu, akses internet yang disediakan dirumah pak kades dan kantor desa selalu pula ia manfaatkan untuk mencari literatur yang dibutuhkan. 

Dari hasil baca dan browsing internet itulah banyak ilmu yang ia dapatkan. Tak sekedar hanya untuk kepuasan intelektual semata, ilmu yang ia peroleh hampir pasti selalu dipraktekkan dirumah. Bertanam, beternak maupun bertani menjadi kesibukannya selain kuli bangunan.

Walhasil, pekarangan rumahnya yang tidak seberapa luas tampak dipenuhi berbagai hasil usahanya dari baca dan browsing internet. Tanaman katuk, ayam cemani, ayam hutan, hingga ayam kalkun menghiasi halaman rumahnya.

"Banyak ilmu yang sudah saya dapatkan dari baca buku dan buka internet di perpustakaan. Kalau cari informasi, saya selalu datang ke perpustakaan", kata pria kelahiran tahun 1982 ini.

Terbukti, perpustakaan mampu berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik. Kalau Pak Marzuki aja yang tamatan SMP mau memanfaatkan perpustakaan, terus kamu kapan. Iya kamu....

#perpuseru

#untukhiduplebihbaik

Post a Comment

1 Comments

  1. terimakasih atas informasinya, jangan lupa kunjungi kami di http://blackwaletfacialsoap.com/sabun-bekas-jerawat/

    ReplyDelete

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.