10 Ribu Hektar Lahan Padi Dijamin Asuransi

Penulis : Dimaz Akbar
Senin 20 November 2017



Probolinggo,kraksaanonline.com - Para petani padi di Kabupaten Probolinggo saat ini tidak perlu waswas jika mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak. Sebab mulai tahun 2015 lalu, pemerintah telah meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Jika tanaman padi rusak karena serangan hama maupun bencana seperti kekeringan dan banjir, maka akan diganti maksimal sebesar Rp 6 juta sesuai dengan tingkat kerusakan dan umur tanaman.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari. Menurutnya AUTP untuk musim tanam tahun 2017 khususnya bulan Nopember dan Desember, pihaknya sudah mengasuransikan usaha tani seluas 10 ribu hektar. "Diharapkan dengan adanya asuransi, jika gagal panen karena bencana atau penyakit, para petani tidak bingung karena sudah diback up asuransi," katanya.


Hasyim menerangkan untuk AUTP ini pembayarannya mencapai total Rp 180 ribu. Hanya saja dari Rp 180 ribu tersebut, Rp 144 ribu sudah disubsidi oleh Pemerintah Daerah. Sehingga petani hanya membayar Rp 36 ribu. "Tapi untuk AUTP tahun 2017, petani sudah tidak usah membayar alias gratis karena dananya sudah diback up oleh CSR (Coorporate Sosial Responsibility),"  terangnya.

Lebih lanjut Hasyim mengharapkan agar untuk tahun 2018 mendatang, CSR bisa tetap membantu petani dalam program AUTP ini sehingga petani tidak perlu membayar lagi. Selain itu, petani yang tidak kebagian program ini agar dengan kesadarannya bisa ikut program AUTP sehingga ada jaminan terhadap tanaman padinya jika nantinya gagal panen karena bencana atau diserang penyakit.


"Dengan ikut program AUTP ini petani bisa tenang mengolah tanaman padinya. Sebab jika nantinya rusak oleh suatu hal yang tidak diinginkan, petani tidak resah. Karena lahannya sudah masuk dalam asuransi,"  tegasnya.

Hasyim menambahkan asuransi pertanian ini diberikan dalam rangka untuk melindungi petani padi dari kegagalan panen. Dengan petani ikut asuransi, manakala ada kegagalan panen, mereka langsung bisa tanam lagi dari dana kliamnya. Sehingga tanahnya tidak terlalu lama dibiarkan, pungkasnya. (maz)



Post a Comment

0 Comments