1.034 Petani Terima Fasilitas Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Penulis : Dimaz Akbar
Rabu 15 November 2017

Probolinggo,kraksaanonline.com - Sedikitnya 1.034 petani di Kabupaten Probolinggo menerima fasilitas perlindungan kerja dari program BPJS Ketenagakerjaan. Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk petani ini diserahkan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan Wahyudi Purwanto di ruang pertemuan Bentar Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/11/2017).

Selain menyerahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada petani, dalam kesempatan tersebut Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan memberikan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan Wahyudi Purwanto mengatakan petani merupakan pekerja berisiko cukup tinggi dan cukup menjadi perhatian akan jaminan sosialnya. Oleh karena itu petani harus mendapatkan jaminan dan perlindungan dari musibah dan kecelakaan dalam bekerja.

“Dengan bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan ini, para petani akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Semua resiko kecelakaan kerja yang akan dialami petani dalam bekerja dan kematian akan menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan, ” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo Yahyadi menyampaikan kewajiban dari petani penerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini dikenakan membayar iuran setiap bulan sebesar Rp 16 ribu. Sementara untuk 1.034 petani sudah didanai oleh pemerintah selama 6 bulan sampai April 2018 mendatang. “Terpilihnya 1.034 petani ini karena sesuai dengan e-RDKK yang ada di Simluhtan (Sistem Informasi Penyuluh Pertanian),” ujarnya.

Sedangkan Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengungkapkan jumlah petani di Kabupaten Probolinggo mencapai 170 ribu. Diantara jumlah tersebut, yang sudah masuk Kartu Tani tahap I sebanyak 33 ribu. Sementara dari 33 ribu itu, 1.034 petani diantaranya sudah mendapatkan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan Petani gratis selama 6 (enam) bulan.

“BPJS Ketenagakerjaan bagi petani ini diberikan dengan tujuan untuk melindungi para petani kalau memang nantinya ada permasalahan kecelakaan kerja yang berhubungan dengan aktivitasnya di sektor pertanian,” katanya.

Hasyim mengharapkan setelah 6 bulan berakhir nanti petani secara swadaya membayar sendiri-sendiri, meskipun kami tidak bisa memaksakan. “Semoga program ini berlanjut, setelah 6 bulan BPJS Ketenagakerjaan akan mensubsidi lagi pembayaran premi sehingga diharapkan semua petani bisa ikut BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hasyim menerangkan, klaim asuransi petani yang ikut BPJS Ketenagakerjaan ini berhubungan erat dengan kecelakaan kerja petani. Kecelakaan kerja apa saja baik itu sampai meninggal dunia atau cacat permanen nantinya akan ditanggung dan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan Petani ini manfaatnya sangat banyak sekali. Apabila mengalami kecelakaan atau musibah lain yang berhubungan dengan pertanian semua akan ditanggung oleh BPJS. Harapannya asuransi tenaga petani tidak berhenti selama 6 bulan saja, namun bisa diteruskan kepada 1.000 petani tahap selanjutnya di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Hasyim menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya adalah memberikan perlindungan kepada petani saat melakukan aktivitasnya mengelola pertanian.

“Pemberian Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.034 petani ini adalah pilot project bagi petani lain agar supaya ikut asuransi. Harapannya yang kebetulan belum bisa ikut secara mandiri sehingga ada perlindungan dalam bekerja di sektor pertanian,” harapnya. (maz)



Post a Comment

0 Comments