Disporaparbud Gelar Ngaji Kebangsaan

Penulis : Dimaz Akbar
Senin 20 November 2017

Probolinggo,kraksaanonline.com - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2017, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan bertajuk Ngaji Kebangsaan di Paiton Resort Hotel, Sabtu dan Minggu (18-19/11/2017). Kegiatan ini bertujuan sebagai pemantapan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara bagi pemuda.

Ngaji Kebangsaan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari BEM Panca Marga, BEM Inzah, BEM STIH, HMI, GMNI, PPI, DKC dan Kwarcab Gerakan Pramuka. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber anggota Kodim 0820 Probolinggo dan Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga I Wayan Riasa Yana mengatakan pembinaan wawasan kebangsaan kepada pemuda merupakan bentuk kegiatan yang diharapkan dapat memberikan bekal serta pemahaman kepada masyarakat, khususnya kaum muda dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Negara Republik Indonesia yang memiliki ragam suku dan ras bahkan memberikan kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinnya adalah aset dan potensi yang harus dijaga agar tetap berada pada semangat persatuan dan kesatuan untuk mencapai negara yang berdaulat, adil dan makmur,” ungkapnya.

Menurut Wayan, sejarah mencatat kemerdekaan bangsa Indonesia dan terlepas dari penjajahan bangsa lain adalah berkat tekad persatuan dan kesatuan para pejuang pahlawan kemerdekaan.

“Tekad serta semangat persatuan dan kesatuan ini perlu kita pupuk kembali agar bangsa yang kita cintai ini semakin bermartabat dan mencapai pada cita-cita luhur sebagai bangsa dan negara sejahtera adil dan makmur,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wayan berharap agar para generasi muda, khususnya pengurus organisasi dapat memberi kontribusi positif dengan mengesampingkan perbedaan, memelihara kebersamaan, persaudaraan dan meningkatkan kerukunan sosial maupun persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peningkatan wawasan kebangsaan yang mantap, kokoh dan kuat merupakan benteng pertahanan yang tangguh terhadap pengaruh negatif budaya asing tersebut. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi hendaknya juga tetap berpondasi pada keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah,” pungkasnya. (maz)



Post a Comment

0 Comments