Lestarikan Sisa Tanaman Kelapa, DKPP Lakukan Pengendalian Hawa Kwangwung

Oleh : Dimaz Akbar
JURNAL WARGA PROBOLINGGO - Dalam rangka untuk melestarikan sisa tanaman kelapa yang ada di Kabupaten Probolinggo, maka perlu adanya gerakan pengendalian terhadap tanaman kelapa yang terserang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) kelapa. Salah satunya OPT yang paling membahayakan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kepala berupa hama kwangwung.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Perlindungan Tanaman Perkebunan Suparman.

Menurutnya, demi menyelamatkan tanaman kelapa dari serangan OPT hama kwangwung, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo pada tahun 2018 ini melakukan kegiatan gerakan pengendalian hama kwangwung pada tanaman kelapa.



“Lokasi kegiatan pengendalian hama kwangwung ini berada di Desa Sumberrejo dan Sumberanyar Kecamatan Paiton serta Desa Bulujaran Kidul dan Gunung Bekel Kecamatan Tegalsiwalan,”katanya.

Lebih lanjut Suparman menerangkan kegiatan yang dilaksanakan diawali dengan sosialisasi pengendalian kwangwung baik di tingkat kecamatan maupun di kelompok tani (poktan).

“Proses pengendalian dilakukan dengan pendataan tanaman kelapa yang mati dan pemotongan tanaman kelapa yang mati (tunggul) dan sterilisasi larva kwangwung seusai pemotongan tunggul. Kemudian dilakukan tindakan pemusnahan sisa atau bagian tanaman tunggul yang dipotong untuk dibakar. Sedangkan larva dikumpulkan secara manual dan dimusnahkan,” jelasnya.

Suparman menegaskan pengendalian kwangwung ini ditempuh dengan melakukan sanitasi dengan cara membersihkan semua sarang kwangwung (tunggul) dan daun kering serta tapis untuk dimusnahkan.

“Selanjutnya melakukan penyemprotan pada sarang kwangwung seperti tumpukan sampah, tumpukan kotoran ternak, tumpukan serbuk penggergajian kayu, limbah selep (sekam) dan tumpukan jerami dengan menggunakan jamur metarizium. Jamur ini sangat efektif untuk membunuh larva yang ada di sarang kwangwung, ” tegasnya.

Menurut Suparman, pengendalian kwangwung juga dapat dilakukan melalui penggunaan pestisida kimia (Furadan 3G). “Upaya ini dilakukan dengan cara dicontong menggunakan kertas dan diletakkan di titik tumbuh kelapa di celah-celah daun muda yang ada,” terangnya.



Suparman menambahkan pengendalian hama kwangwung ini bertujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan sisa tanaman kelapa yang sehat, mengendalikan perkembangan populasi OPT yang ada, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa serta meningkatkan produksi tanaman kelapa.

“Melalui upaya ini diharapkan petani kelapa mampu dan trampil dalam pengendalian OPT kelapa, petani kelapa bisa meningkatkan produksi tanaman kelapa serta meningkatkan kesejahteraan petani kelapa,” harapnya.

Untuk kegiatan pengendalian hama kwangwung pada tanaman kelapa ini, DKPP memberikan bantuan kepada masing-masing kelompok tani (poktan) berupa 3 unit handsprayer, 25 pak Furadan 3G serta 80 liter metarizium. (*)


Post a Comment

0 Comments