Geger, Pawai Anak TK Di Probolinggo Bercadar dan Membawa Replika AK47


PROBOLINGGO, Kota Probolinggo kembali diviralkan dengan pawai anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasalnya pawai yang momentumnya kemerdekaan itu, justru dicederai dengan melambangkan kekerasan membawa replika senjata api mirip AK47.





Pawai yang digelar Sabtu (18/8/2018) pagi dengan rute Jl. Panglima Sudirman (depan Pemkot) – Jl. Suroyo – Alun-alun itu diikuti ratusan anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK). Salah satu TK menampilkan anak-anak berpakaian hitam bercadar dan membawa replika senjata AK47.

Foto dan video itu awalnya diunggah juga oleh akun bernama Ahmad Zainullah. Dalam foto tersebut, terlihat anak-anak perempuan mengenakan pakaian tertutup berwarna hitam, dilengkapi atribut seperti senjata laras panjang.

Sontak hal ini viral di media sosial, beberapa akun FB juga melakukan protes. Warganet (netizen) pun ramai- ramai mengomentarinya.Tak hanya di dunia maya . Video itu juga viral di luar kota.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Muhammad Maskur mengaku, sudah memanggil Kepala Sekolah dan Guru TK yang bersangkutan. TK yang dimaksud adalah TK Kartika.

“Saya sudah menghubungi pihak sekolah. Bahkan kepala TK sampai bersumpah bahwa itu tidak ada maksud apa-apa.”

“Kepala TK berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.”

“Dia (kepala TK) menyampaikan bahwa penampilan seperti itu hanya untuk hiburan, dan tidak ada maksud negatif sama sekali,” kata Maskur.





Terpisah , viralnya video itu akhir membuat pihal TK bersangkutan angkat suara , Pihak sekolah mengatakan bahwa kejadian itu diluar kesengajaan.

Kepala TK Kartika V-69, Hartatik mengaku bahwa busana pawai yang dikenakan anak-anak murni hanya untuk pawai tanpa ada niat apa-apa. Kostum inipun, merupakan properti bekas yang tersimpan dalam gudang sekolah.

Pemakaian kostum itu di sesuaikan dengan tema "Perjuangan Bersama Rasulullah Untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa". Pihak sekolah pun meminta maaf atas ketidaknyamanan ini.

“Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tak mengulangi hal yang sama,” tandas Hartatik seusai dimintai keterangn oleh polisi di Maporesta Probolinggo, Sabtu (18/8/2018).

Sementara itu Letkol Depri Rio Saransi Dandim 0820 menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui pawai menggunakan atribut itu. " Mereka tidak koordinasi sebelumnya, tahu-tahunya begini” tegasnya.

Atas hal itu, pihaknya atas nama Kodim 0820 Probolinggo meminta maaf atas hal ini. Kodim juga juga akan menyiapkan sanksi. ” Akan kami siapkan sanksinya, berupa administrasi”, tukas Dandim.

Seperti diketahui TK Kartika V-69 terletak di kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggu itu sendiri berada dalam naungan Kodim 0820 Probolinggo.Bahkan lokasi sekolah, berada dalam kompleks Makodim setempat. (*)

REKOMENDASI PEMBACA :




Post a Comment

0 Comments