Diduga Depresi, Seorang Wanita Paruh Banyak Nekat Melompat Dari Jembatan Randumerak

PAITON,Seorang perempuan paruh baya, diduga melakukan percobaan bunuh diri, dengan melompat dari jembatan setinggi 8 meter, di sungai Pancar Glagas, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Namun, ia masih selamat.



Perempuan yang diperkirakan berumur 35 tahun itu diduga mengalami gangguan jiwa (depresi) sehingga nekat menjatuhkan diri dari jembatan yang baru saja direnovasi itu.
Foto : Lokasi Jembatan Dimana Korban Melompat

Sontak saja ,peristiwa yang terjadi pada Senin (17/9/2018) sore ini, memantik perhatian warga setempat dan pengendara yang melintas. Pasalnya, perempuan yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut, naik ke pagar jembatan Provinsi Jatim, jalur Surabaya-Situbondo yang masih tahap perbaikan itu, dan langsung melompat ke air yang dangkal.



Menurut Rohim, seorang pekerja jembatan sekaligus saksi, sebelum terjun, ia melemparkan sandal yang ia pakai ke dasar jembatan. Setelah itu, ia pejamkan mata dan langsung melompat.

“Mendapati kejadian itu, sontak para pekerja proyek jembatan kaget, dan langsung menolong korban yang sudah melompat. Kami tidak sempat menolong dia saat mau melompat, karena posisi kami di bawah jembatan,” ujar Rohim.

Terkait peristiwa tersebut, Kanit Reskrim Polsek Paiton, Iptu Ade Maman mengatakan, mendapati laporan itu, pihaknya langsung mengecek ke lokasi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Kami masih menyelidiki kasus ini, dan mencari tahu asal perempuan itu, karena sampai sekarang belum ditemukan identitasnya dan belum ada keluarganya,” jelas Iptu Ade.



Informasi yang di himpun di TKP, Ciri-ciri perempuan (korban.red) itu mengenakan kaus hitam lengan panjang dan kaus dalam warna merah, serta memakai celana pendek warna biru dengan motif bunga-bunga warna merah. Selain itu, ia membawa selembar foto dan saat ini korban masih dalam penanganan medis di Puskesmas Paiton.

Iptu Ade Maman menambahkan, Jika ada yang mengenal perempuan itu, Iptu Ade Maman menyarankan agar menghubungi keluarganya. “Juga bisa langsung menghubungi Polsek Paiton,” pungkasnya. (*)

REKOMENDASI PEMBACA :








Post a Comment

0 Comments