Pemkab Gelar Pelatihan Pengembangan Model Wisata Edukasi Entrepreneur

GADING,Dalam rangka peningkatan kelembagaan klinik konsultasi UKM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar business coaching pengembangan model wisata edukasi entrepreneur di Kampoeng Kita Hotel & Resto Desa Condong Kecamatan Gading, Selasa hingga Kamis (18-20/9/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari unsur UKM di Kabupaten Probolinggo. Meliputi bidang handycraft, batik dan olahan makanan minuman. Sebagai narasumber hadir dari Bappeda Kabupaten Probolinggo dan LPPM Universitas Brawijaya Malang.



Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Bambang Supriadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi entrepreneur sesuai dengan standar pembelajaran edukasi yang menarik dan atraktif sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan.

“Selain itu memotivasi pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan destinasi wisata berbasis UMKM sebagai salah satu tujuan wisata berbasis produk-produk khas dari Kabupaten Probolinggo. Serta menciptakan destinasi-destinasi wisata edupreneur (edukasi entrepreneur) sebagai pendukung dan penopang destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Bambang, pengembangan model wisata edukasi entrepreneur diperlukan untuk membuka pola pikir pelaku UMKM agar dapat lebih memanfaatkan potensi ekonomi dari destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo sekaligus menciptakan paket-paket wisata edupreneur secara mandiri maupun bersinergi dengan destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Bambang menerangkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempersiapkan para UMKM untuk bersinergi dengan dunia wisata edukasi. Setidaknya para pelaku UMKM sudah mulai berfikir dan menggandeng dunia wisata. Demi mewujudkan hal tersebut, persiapan penting juga harus dilakukan dari sisi managemen.



“Dengan adanya akses tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), kita harapkan pelaku UMKM ini mempunyai pasar di rest area tol. Sehingga UMKM mempunyai area pemasaran. UMKM harus siap menerima keterbukaan. Artinya manakala ada wisata yang dibawa oleh agen travel mengunjungi wisata di Kabupaten Probolinggo, nantinya juga bisa mengunjungi sentra UMKM yang berada di sekitar destinasi wisata,” terangnya.

Lebih lanjut Bambang menambahkan pelaku UMKM harus bisa menangkap peluang yang ada dengan keberadaan akses Tol Paspro. Artinya nanti rest area tol bisa diisi dengan produk UMKM Kabupaten Probolinggo.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan UMKM bisa menjadi eksis serta menjadi pengusaha di rumah sendiri. Sekaligus UMKM mampu naik kelas dari sebelumnya,” harapnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA:


Post a Comment

0 Comments