Sosialisasikan Pengelolaan Sanitasi Aman Dalam Program RTLH

BESUK,USAID IUWASH Plus Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Besuk memberikan sosialisasi pengelolaan sanitasi yang aman untuk masyarakat penerima manfaat program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dana ADD (Alokasi Dana Desa) di Kecamatan Besuk, Selasa (4/9/2018).



Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Besuk ini diikuti oleh 61 orang peserta terdiri dari Kasi Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Desa, Kaur Pembangunan Desa, tokoh masyarakat serta Pendamping Dana Desa Kecamatan Besuk.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang pengelolaan sanitasi yang aman oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo dan spesifikasi teknis jamban dan tangki septik Program RTLH serta peran dan fungsi Pendamping Dana Desa dalam Program RTLH oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo.

Camat Besuk Teguh Prihantoro mengungkapkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya memiliki jamban sehat dan dapat tersampaikan ke masyarakat secara luas. Serta memberikan pemahaman kepada peserta tentang pengelolaan sanitasi yang aman dan dapat tersampaikan ke masyarakat secara luas dan meningkatkan jumlah masyakarat yang memiliki akses ke jamban sehat.



“Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini peserta memahami tentang pentingnya memiliki jamban sehat, pengelolaan sanitasi yang aman serta adanya peningkatan jumlah masyakarat yang memiliki akses ke jamban sehat,” katanya.

Menurut Teguh, untuk memastikan peningkatan akses terhadap layanan WASH secara berkelanjutan, USAID IUWASH PLUS berpegang pada hipotesis pembangunan yang berfokus pada penguatan sistem pemberian layanan agar dapat menjangkau segmen penduduk yang paling miskin dan rentan secara lebih efektif.

“Untuk mencapai hal tersebut, program ini melakukan sejumlah kegiatan melalui empat komponen yang saling terkait. Meliputi, meningkatkan layanan WASH rumah tangga, memperkuat kinerja kelembagaan WASH di tingkat kota, memperkuat lingkungan pembiayaan WASH dan memajukan advokasi, koordinasi dan komunikasi WASH nasional,” jelasnya.

Untuk mendukung komponen-komponen tersebut jelas Teguh, USAID IUWASH PLUS juga menjalankan Komponen Keberlanjutan dan Inovasi Lokal (LSIC) yang dirancang untuk mendorong inovasi WASH yang dapat memperkuat masyarakat, sektor swasta, pemerintah dan penyedia layanan WASH.



“Untuk mendukung pencapaian Akses Universal di Kabupaten Probolinggo, USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat, terutama masyarakat B40. Sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk percepatan peningkatan akses air minum dan sanitasi di tahun 2019,” terangnya.

Teguh menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memiliki program pembangunan 1000 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang didanai dari ADD. Di tahun 2018, pembangunan RTLH tidak hanya fokus pada pembangunan atau renovasi rumah namun juga harus dilengkapi dengan pembangunan jamban rumah tangga.

“Pelaksanaan program ini akan dikawal oleh fasilitator atau pendamping dana desa yang akan memastikan pembangunan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,” tegasnya.



Oleh karena itu tambah Teguh, perlu adanya peningkatan pemahaman kepada fasilitator atau pendamping dana desa tentang pengertian jamban sehat dan syarat yang harus dipenuhi dan hal-hal lain yang harus diperhatikan selama penggunaan jamban tersebut.

“Selain itu, mereka juga harus mengerti hal-hal yang harus dilakukan (termasuk kewajiban untuk menguras tangki septik) dan tidak boleh dilakukan dalam perawatan jamban. Dengan demikian, para fasilitator atau pendamping dana desa ini dapat menyampaikan ke masyarakat secara luas sebagai calon penerima manfaat,” tambahnya. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Post a Comment

0 Comments