Unik, Petani Desa Opo Opo Berantas Hama Tikus Dengan Memelihara Burung Hantu (Tyto Alba)

Foto : Tylo Alba (omkicau.com)
KREJENGAN, Hama tikus merupakan penyakit tahunan yang di alami oleh setiap petani , tak hanya para petani di probolinggo saja , hama tikus ini menjadi momok bersama oleh petani dimana pun.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk membasmi hama yang menyebalkan ini .Sejumlah petani di Desa Opo Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo,  memliki cara yang terbilang unit, yakni dengan mengembangkan biakkan Serak Jawa atau Burung hantu jenis Tyto Alba.




Burung hantu Tyto Alba ini merupakan bantuan dari Pemkab Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yakni sekitar 10 pasang burung hantu Tyto Alba, didistribusikan di 3 titik kecamatan, seperti Kecamatan Gading, Kecamatan Krejengan dan Kecamatan Pajarakan.




Baidawi,Ketua Poktan Sumber Indah, mengungkapkan , teknik pembasmi hama tikus ini bukan hal yang baru,tepatnya sejak tahun 2013, namun dengan memelihara dan mengembang biakan burung ini menurutnya mampu menekan populitas tikus di desanya.

" kami sangat senang dan betul-betul merasakan dampak manfaat dari teknik ini sebab sekitar 363 hektar lahan pertanian di desa kami, kini bebas dari gangguan tikus." ungakapya.

Perlu untuk di ketahui, jenis burung hantu ini tidak bisa membuat sarang sendiri, seperti burung lainnya, sehingga petani membuatkan sarang berupa bangunan kecil ,seperti terpantau di persawahan dusun Alas Lumbung Desa Opo-opo Kecamatan Krejengan.



Di areal persawahan diatas Tandon Air terlihat berdiri bangunan papan berukuran kecil mirip kandang yang ditopang sebuah penyangga dari bambu.

Foto : istimewah


Sementara itu, Camat Krejengan, Rachmad Hidayanto,mengatakan seiring semakin marak nya aktifitas perburuan burung hantu untuk komersil dan hobby , maka perlu mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk membuat Perdes tentang Konservasi dan Perlindungan Satwa Liar tentang pelarangan memburu burung hantu maupun burung lainnya di kawasan tesebut,serta penggunaan dana desa untuk mendukung keberlangsungan ekosistem hayati yang dapat memberikan keuntungan bagi warga.

“Kami akan mendorong pemdes untuk itu. Burung predator itu dinilai efektif untuk mengendalikan hama tikus yang kerap membuat tanaman padi mereka terancam gagal panen. Jangan sampai menjadi sasaran perburuan oknum-oknum nakal yang hanya mementingkan kesenangan pribadi,” tandasnya.(*)

REKOMENDASI PEMBACA :












Post a Comment

0 Comments