Wagub Jatim Canangkan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia

PAITON,Pantai Desa Bhinor Kecamatan Paiton dipercaya sebagai tuan rumah peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Konservasi Nasional Provinsi Jawa Timur tahun 2018, Minggu hingga Selasa (23-25/9/2018) di Komplek Paiton Resort. Peringatan ini mengambil tema Bersama Kendalikan Sampah Plastik.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur ini diikuti oleh 1.500 orang peserta terdiri dari pemerintah, masyarakat, pemerhati lingkungan, LSM dan perguruan tinggi se-Jawa Timur. Beragam kegiatan dilaksanakan diantaranya kemah hijau pendidikan sekolah berbudaya bagi anak sekolah se-Jawa Timur, pameran lingkungan dan coastal clean up (pembersihan sampah di laut) di Pantai Desa Bhinor Kecamatan Paiton.

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Konservasi Nasional Provinsi Jawa Timur tahun 2018 dilaksanakan Selasa (25/9/2018). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI MR Karliansyah, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Forkopimda Kabupaten Probolinggo, para Bupati/Walikota se-Jawa Timur serta CSR perusahaan di Jawa Timur.



Pencanangan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Konservasi Nasional Provinsi Jawa Timur ditandai dengan penabuhan kentongan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI MR Karliansyah, Wakil Bupati Wabup Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan Kepala DLH Provinsi Jawa Timur Diah Susilowati.

Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengaku bersyukur bahwa penetapan Desa Bhinor Kecamatan Paiton sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan kemah hijau ini bukanlah proses yang tiba-tiba, namun ini adalah salah satu berkah atas prestasi yang diraih Pemerintah Desa Bhinor dan masyarakatnya terhadap lingkungan hidup yang tahun ini telah berhasil masuk menjadi salah satu desa pelaksana program Kampung Iklim (Proklim) tingkat utama nasional.

Semoga dengan penempatan lokasi penyelenggaraan kegiatan kemah hijau dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Konservasi Nasional Provinsi Jawa Timur tahun 2018 ini akan semakin memotivasi kami dan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk dapat berbuat lebih banyak lagi untuk lingkungan hidup, katanya.

Melalui momentum pelaksanaan event ini Wabup Timbul mengajak semua untuk berkomitmen bersama-sama bertekad untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihannya termasuk pada ekosistem pantai dengan berupaya menurunkan sampah laut (marine litter) dan upaya pengendalian pencemaran pesisir dan laut.




Semoga ikhtiar yang kita laksanakan hari ini dapat menjadi ibadah dan mendapat ridlo dari Yang Maha Kuasa, bermanfaat untuk kita semua, makhluk hidup dan kelestarian lingkungan hidup, harapnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf mengungkapkan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun berpindah-pindah se-Jawa Timur sebagai momentum evaluasi sekaligus menyusun langkah-langkah ke depan agar lebih bagus penataan sampahnya. Semua harus diperbaiki agar Provinsi Jawa Timur lebih bagus pengelolaan sampahnya dan pengelolaan sumber daya alamnya secara umum sehingga menjadi provinsi yang terbaik se-Indonesia.

Sekarang ini kita harus bersyukur karena Provinsi Jawa Timur paling banyak mendapatkan penghargaan dari pusat. Ini harus kita syukuri, kita pertahankan dan kita pelihara di masa-masa yang akan datang, ungkapnya.



Menurut Gus Ipul, partisipasi masyarakat sangat besar dalam rangka pengelolaan lingkungan. Untuk mengelola lingkungan memang diperlukan kerja sama dari 3 (tiga) pihak meliputi aksi rakyat yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, swasta yang mengelola usahanya dengan mempertimbangkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan kebijakan pemerintah yang pro pemerintah. Tiga pihak ini harus terus bersinergi dan bekerja sama. Hal ini harus terus ditingkatkan, jelasnya.

Gus Ipul menerangkan bahwa masalah sampah menjadi tantangan yang begitu serius. Sesuai data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Indonesia terdapat 65 juta ton sampah. Sementara sampah plastik sebanyak 30 persen.

Ini kalau tidak dikelola dengan baik akan merusak lingkungan dan mencemari lingkungan jidup. Pengelolaan berkelanjutan ini sangat penting. Bersyukur kegiatan ini melibatkan anak-anak muda di masa-masa mendatang. Pendek kata intinya kita bersyukur Jawa Timur bisa mengelola lingkungan dengan baik, tapi masih membutuhkan perhatian kita semua, pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan beragam penghargaan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dan Hari Konservasi Nasional Provinsi Jawa Timur. Diantaranya, penghargaan laporan pengelolaan lingkungan hidup terbaik tahun 2018, penghargaan pelestari fungsi lingkungan hidup tahun 2018, penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur 2018 dan penghargaan program berseri 2018 kategori mandiri. (Zidni Ilham)

REKOMENDASI PEMBACA :

Post a Comment

0 Comments