Ketika Konflik AS-Rusia Terancam Memicu Perang Dunia III

Hunter Killer 2018 ©2018 entertaiment.kompas.com
FILM - Apa jadinya jika pasukan Amerika Serikat berjibaku untuk menyelamatkan Presiden Rusia dari kudeta. Cerita itu akan tersaji dalam film Hunter Killer arahan sutradara Donovan Marsh.

Hunter Killer adalah nama bagi kapal selam AS. Film ini sendiri diangkat dari novel fiksi Firing Point (2012) karya George Wallace dan Don Keith. Wallace adalah mantan komandan di Navy Seals yang berpengalaman selama 22 tahun di kapal selam nuklir.

Cerita film ini bermula di kedalaman laut Barent, yang berada di perairan Rusia. Sebuah kapal selam pimpinan Kapten Joe Glass (Gerard Butler) tengah menyelidiki insiden tenggelamnya kapal selam USS Tampa Bay. Glass menemukan fakta adanya keganjilan atas tenggelamnya kapal selam USS Tampa Bay.

Di sisi lain, empat pasukan elite AS Navy Seals, yakni Bill Beaman (Toby Stephens), Matt Johnstone (Ryan McPartlin), Devin Hall (Michael Trucco), dan Jimenez (Gabriel Chavarria), melakukan pengintaian di Pangkalan Angkatan Laut Rusia, di Polyarny kawasan Teluk Kola, Rusia Utara.

Dalam pengintaian, mereka juga menemukan fakta bahwa ada upaya kudeta yang dilakukan Menteri Pertahanan Rusia, Laksamana Dmitri Durov (Michael Gor) terhadap Presiden Rusia, Zakarin (Alexander Diachenko). Mereka menyandera presiden dan membunuh ajudan presiden.

Mendapatkan informasi ini, AS mengambil inisiatif untuk melakukan misi penyelamatan terhadap presiden Rusia atas kudeta tersebut. Upaya itu dilakukan untuk mencegah meletusnya Perang Dunia Ketiga.

Glass dengan kru kapal selamnya, sekaligus pasukan elite Navy Seals bahu-membahu menuntaskan misi penyelamatan tersebut.

Sepanjang 2 jam 1 menit, film tersebut menyuguhkan adegan yang menegangkan. Saat awal film diputar, adegan pertempuran di bawah laut antara kapal selam AS dan Rusia langsung memancing adrenalin naik.

Saling menembakan torpedo, menghindar, dan meledaknya kapal-kapal akan menjadi pemandangan menegangkan.

Seperti yang dilansir dari situs kompas.com ,yang menarik, bagaimana kita akan melihat ladang ranjau di pangkalan Polyarny mampu dilewati oleh kapal selam Hunter Killer.

Hal itu tidak lepas dari sifat bijaksana Glass yang mampu membuat Kapten Adropov (Michael Nyqvist), tahanannya, berbalik membantunya.

Meski menonjol dalam pertempuran laut, upaya pertempuran di darat juga tidak kalah menarik. Empat pasukan elite AS bak superhero ketika membebaskan presiden Rusia dari tahanan pasukan kudeta.

Sosok Butler sebagai Glass, komandan kapal selam penyelamat AS ini menjadi sosok yang vital. Meski tidak sepenuhnya mengabaikan protokol militer AS, keputusan-keputusan Glass patut diacungi jempol.

Pada dasarnya, film ini seolah ingin membawa pesan bahwa tidak ada negara di manapun yang ingin memicu perang. Namun, kelompok tertentu dengan kepentingan-kepentingannya lah yang ingin antar negara bertikai.

Meski demikian, layaknya film Amerika pada umumnya, di mana, AS seolah-olah sebagai negara adi kuasa yang selalu menjadi penyelamat bagi negara-negara lain.

Film Hunter Killer akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 24 Oktober 2018 mendatang.(*)

sumber : www.kompas.com

Post a Comment

0 Comments