Memanfatkan Medsos Untuk Kembangkan Usaha Kuliner Kepiting

Robi ( Topi Capil ) bersama kelompok generasi usaha muda sedang memanen kepiting hasil budidayanya
KRAKSAAN - Perkembangnya teknologi terutama Media Sosial ( Medsos) menjadi daya tarik sendiri bagi enterpreuneurship muda untuk mengembangkan usahanya.

Salah satunya, Ibnu Arrobbi atau sapaan akrabnya Robi, warga Kebonagung Kraksaan yang kini berdomilisi di desa Opo-Opo Krejengan , ini menggeluti usaha kuliner olahan kepiting sejak tahuh 2015.

Usaha ini gelutinya dengan telaten dengan etos kerja yang tinggi, pasang surut usaha pun ia jalani dengan tenang dan sabar.Bersama Kelompok Pemuda lainnya ,Generasi Usaha Muda (GUM), Kelurahan Kebonagung, mengembangkan bisnis ini dengan berbasis pada gerakan sosial.

"Saya dan teman-teman di Kelompok Generasi Usaha Muda (GUM) Kelurahan Kebonagung berusaha mengembangkan bisnis yang berbasis pada gerakan sosial dengan tujuan utama mengangkat potensi lokal daerah serta membuka lapangan kerja baru bagi para pemuda setempat," ungkapnya.

Dengan naiknya permintaaan kepeting , tentunya stok kepeting menjadi kendala utama. Robi, selain owner kuliner " Arto Moro ".Warung yang berlokasi di belakang Kantor Bupati Probolinggo, tepatnya di Kelurahan Patokan Kraksaan,juga seorang pengepul dan pembudidaya kepiting sejak tahun 2013, meski seorang pengepul kadang stok juga tidak dapat memenuhi permintaaan konsumennya.

"Untuk mengatasi minimnya stok di musim kemarau yang mengakibatkan banyak pelanggan sering tidak kebagian, kami akan segera memulai usaha budidaya pengembangan dan penggemukan kepiting lewat Kelompok kami,dengan begitu, nantinya kami bisa membuka lapangan kerja baru utamanya para pemuda di Desa kami, rencananya awal musim hujan depan usaha itu akan kita mulai," tuturnya.
Salah satu contoh flayer brosur arto moro

Dalam mengembangkan usaha kuliner kepiting, dirinya juga memanfaatkan teknologi internet dalam pemasarannya, baik melalui akun-akun sosial media, seperti Facebook, Twitter, Blog, YouTube, Whatsapp, ataupun Instagram yang rilis di tahun 2018 ini.

"Di akun-akun sosial media itu sudah ada penjelasan mengenai ragam menu, harga, serta cara pemesanan. Kami juga telah menyediakan tiga orang pengantar pesanan bagi pelanggan yang tidak bisa datang ke warung kami," pungkas Robi.(Reza)

Post a Comment

0 Comments