Selamatan Dan Ngaji Bersama Awali Festival Kampung Bago Jilid 3

BESUK - Untuk mengawali dilaksanakannya Festival Kampung Bago # 3, Pemuda Kampung Bago mengadakan selamatan dan ngaji bersama di makam mbah gunung dan mbah Ru (sesepuh Desa Bago), Jum’at (19/10/2018) sore. Hal ini merupakan salah satu nilai luhur yang diajarkan secara turun temurun di Desa Bago dan tetap di pertahankan sampai generasi saat ini.

Seperti yang telah dilakukan para pendahulunya, saat akan mengawali sesuatu pekerjaan besar di desa Bago kecamatan Besuk, mereka berziarah ke makam sesepuh desa seraya berdoa kepada Allah Swt. untuk memohon kelancaran dan keselamatan desa Bago.

“Alhamdulillah tradisi kulonuwun ini tetap lestari sampai generasi saat ini, dan hal ini bisa dilihat di rangkaian acara Festival Kampung Bago 3. Intinya ini merupakan ungkapan rasa syukur kami kepada Allah Swt. atas Jasa para pendahulu kami dan apa yang sudah kami peroleh,” ungkap Subagyo Hadi Santoso kepala desa Bago

Hadi mengungkapkan salah satu sesepuh yang menjadi tokoh penting di balik keberadaan desa Bago adalah Mbah Gunung. Sedangkan nama desa Bago sendiri menurut ia adalah merujuk dari nama Mbah Gunung yang kemudian di singkat menjadi Bago.

“menurut cerita para pendahulu kami, Mbah Gunung adalah salah satu dari Telik Sandi kerajaan Majapahit pada saat masa kejayaan raja Hayam Wuruk. Saat itu Mbah Gunung ditugaskan untuk mengawasi di wilayah Bago yang dulunya adalah belantara,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Fajar, Humas Pemuda Kampung Bago. Sebagai seorang Pemuda Kampung Bago, dirinya mengaku bahwa salah satu yang menginspirasi dirinya bersama Pemuda Kampung lainnya adalah semangat sesepuh desanya.

“pelajaran hidup yang bisa kita petik adalah Perjuangan tanpa mengenal lelah untuk mengawali sebuah peradaban di tempat yang dulunya adalah antah berantah belantara. Alhamdulillah semangat ini terefleksikan melalui semangat berkarya dari para generasi penerusnya disini melalui karya seni,” pungkasnya. (Trisianto)

Post a Comment

0 Comments