Sinergitas Beberapa Elemen Lokal dan Pemerintah Meriahkan Festival Kampung Bago Jilid #3

BESUK - Festival Kampung Bago (FKB) ibarat surga bagi para pecinta seni budaya dalam berkarya dan menyalurkan hasrat seninya. Berkat Eksistensi Pemuda Kampung Bago bersama Japung Nusantara di bidang seni budaya, kini banyak mata mulai melirik desa Bago kecamatan Besuk, motivasi dan dukungan berbagai pihak pun turut mendongkrak semangat lokal untuk semakin maju.

Hal ini terlihat dalam pelaksanaan FKB # 3 yang kali ini dikemas lebih fresh dan banyak bersinergi dengan berbagai pihak. Diantaranya adalah sinergi bersama lembaga pendidikan dan tim penggerak PKK kecamatan Besuk. Karnaval dan kirab Gunungan, Taman Literasi serta stand bazar kuliner lokal pun sukses mewarnai jalannya FKB # 3 hari pertama, Sabtu (28/10/2018) siang.

Selain dukungan element lokal, Kali ini FKB juga mendapatkan perhatian dari beberapa OPD Kabupaten Probolinggo. Hadir di hari pertama tersebut M. Sidik Widjanarko, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo bersama perwakilan Bappeda, Dinas PMD, dan Diskominfo Kabupaten Probolinggo.

Kehadiran mereka pun disambut segenap panitia dalam sebuah Talkshow yang terasa begitu mengalir melalui obrolan – obrolan ringan namun begitu inspiratif. Salah satunya disampaikan oleh M. Sidik Widjanarko yang mengapresiasi eksistensi FKB yang selalu memiliki kemasan unik dan berbeda setiap tahunnya. Hal ini disebut Sidik memiliki daya tarik tersendiri dan bernilai wisata. Olehnya kedepan Pemerintah Kabupaten Probolinggo akan support lebih jauh.

“Aktivitas seni dan budaya seperti ini Ideal nya memang harusnya berjalan selaras dengan pariwisata sehingga akan menghasilkan sesuatu yang luarbiasa dan manfaatnya akan lebih luas bagi masyarakat.”Ungkapnya.

Lebih lanjut Sidik mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Desa Bago dan segenap penggerak seni budaya di Desa Bago atas semangat nya memunculkan dari bawah karya dan seni budaya lokal yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia.

“FKB adalah sebuah apresiasi seni dan budaya yang mandiri tanpa harus menunggu pemerintah dan sponsor. Seperti Inilah yang diinginkan oleh pemerintah, seperti yang kita lihat bersama dengan melakukan aksi nyata maka semuanya merapat untuk mendukung gerakan ini,” tandasnya.

Senada pula dengan apa yang diungkapkan oleh Anna Maria DS. Sekretaris Bappeda Kabupaten Probolinggo. Apa yang telah dilakukan Pemuda Kampung Bago adalah contoh untuk ditiru oleh para pemuda di desa lainnya. Anna Maria Apresiasi kepada japung nusantara yang telah berhasil mendongkrak jiwa seni budaya masyarakat desa Bago.

“Kami harap hal ini sebisanya di tularkan di desa lainnya karena Probolinggo sangat kaya dengan seni budaya. Monggo merapat dan kita sosialisasikan untuk menjaring desa – desa yg lain untuk tergabung kedalam jaringan agar mampu melakukan hal yang sama, karena memang manfaatnya sangat luar biasa,” pungkasnya. (Trisianto)

Post a Comment

0 Comments