Tim RSUD Tongas Jadi Tim Medis Sekjen PBB

BALI - Dalam pelaksanaan Annual Meetings (AM) International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG), 8 hingga 14 Oktober 2018 di Nusa Dua Bali, RSUD Tongas diberi kepercayaan untuk menjadi tim medis di ajang internasional tersebut.

AM-IMF dan WBG adalah pertemuan tahunan dan tahun 2018 ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah. Tim RSUD Tongas terdiri dari dokter umum dr Benny Kristanto, 2 (dua) orang perawat Sulhan Bada Rudin dan Road Falah Filhibri serta satu orang driver Wagito.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tongas dr. Moch Asjroel Sjakrie mengungkapkan tugas tim melakukan pengamanan VVIP delegasi PBB dengan menjamin evakuasi medis bila diperlukan bersama Paspamkes dibawah komando Paspampres.

“Dan yang lebih membanggakan lagi, RSUD Tongas dipercaya menjadi tim medis untuk Sekjen PBB Antonio Gutteres,” katanya.

Tim RSUD Tongas sendiri tiba di Nusa Dua Bali disambut oleh Event Organizer (EO) acara tersebut dan langsung dipertemukan dengan petugas dari Sekretariat Negara (Setneg) RI Agus W. Susetyo.

“Dalam briefing ada beberapa hal yang harus tim mengerti dengan cepat diantaranya cara koordinasi tugas dengan Setneg RI, cara koordinasi dengan pasukan pengaman presiden (paspampres), cara menentukan rumah sakit rujukan terdekat, cara absensi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Setelah tim diberi briefing yang lengkap maka sesi selanjutnya pemeriksaan mobil ambulan oleh paspampres. Pemeriksaan dilakukan berupa kelengkapan administrasi petugas, pemerikasaan alat kesehatan dan pemeriksaan obat-obatan emergensi. Setelah lolos pemeriksaan barulah memberi fasilitas berupa HT, ID card dan stiker warna merah (golongan A).

“Hanya stiker golongan A yang bisa mengakses keseluruh tempat tanpa pemeriksaan. Setelah itu tim pun dipersilahkan untuk check in di Hotel Ayodya Palace,” terangnya.

Tim benar-benar merasakan berada di range 1 pengamanan super ketat. Tim harus di cek ulang kembali semua kelengkapan. Tugas selanjutnya adalah membuat mini ICU di kamar hotel. Tim harus menurunkan peralatan medis dan obat emergensi yang berada di ambulan dan ditata sedemikian rupa sehingga terciptalah mini ICU.

“Tidak hanya peralatan dan obat yang lengkap, namun petugas medis pun dituntut mempunyai skill, attitude dan stamina yang prima dalam menyediakan pelayanan kesehatan. Setiap keberangkatan dan kedatangan Sekjen PBB, tim harus selalu siap sedia dan standby di ambulan,” tegasnya.

Satu momen yang tidak terlupakan bagi tim adalah bisa berfoto dengan posisi disebelah Sekjen PBB Antonio Gutteres diantara begitu banyaknya paspampres. (Zidni Ilman)

Post a Comment

0 Comments