Unik, Upacara Hari Santri Nasional Ke 4 Tahun 2108 Di Alun-Alun Kraksaan, Peserta Memakai Sarung

KRAKSAAN - Uniknya upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke IV Tahun 2018 di Kabupaten Kabupaten Probolinggo, yang dipusatkan di alun-alun kota Kraksaan, Senin (22/10/2018) pagi.

Semua peserta upacara baik pembina dan semua undangan yang hadir saat itu memakai kain sarung khas santri lndonesia. Tidak hanya itu saja, petugas utama pada upacara tersebut juga berasal dari kalangan Santri.

Ummi Kulsum (21) santriwati sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka Pokjar Ponpes Syekh Abdul Qodir Jaelani Kraksaan (SAQO) yang saat itu bertugas sebagai pembaca teks “Ikrar Santri Nusantara” mengaku bangga atas tugas yang sedang diembannya itu.

“Sebagai seorang santriwati kami merasa terhormat dengan kesempatan ini, dan dengan semangat Hari Santri Nasional ini kami santriwati Indonesia siap menjadi pembeda dalam prestasi dan akhlakul karimah,” ungkap remaja kelahiran Bago kecamatan Besuk ini.

Ummi menerangkan sebelumnya dia bukanlah seorang santriwati, namun karena dia harus kuliah di lingkungan Pondok Pesantren maka sejak saat itu ia pun harus tinggal di asrama Ponpes SAQO dan tercatat sebagai santriwati.

“Alhamdulillah banyak sekali keuntungan saat kita belajar di Pondok Pesantren, selain diajarkan kesederhanan, kita juga mendapat ilmu tambahan yaitu ilmu agama. belajar mengaji dan kitab yang akan menjadi bekal saya kelak di masa depan dan akhirat,” tandasnya.

Di sisi timur juga nampak Paduan Suara (padusa) Ponpes Zainul Hasan (ZAHA) Genggong Pajarakan yang juga ikut ambil bagian dalam upacara tersebut. Meskipun masih tergolong muda, namun komposisi dan warna suara serta teknik musikalisasi yang di tunjukkan oleh para santri ini patut diacungi jempol.

“Empat hari nonstop kami latihan setiap pukul 19.30 WIB memanfaatkan waktu luang disela – sela kegiatan Pondok Pesantren. Syukurlah meski baru terbentuk namun penjiwaan mereka terhadap lagu Yalal Wathon, Mars Santri dan Syukur mampu mereka kuasai,” kata Zainal Abidin pembina Padusa, sekaligus kepala pondok Hafsa Ponpes ZAHA Gengong.

“Di hari Santri Nasional ini kami sebagai Santri sampai kapanpun akan tetap menjunjung tinggi Pancasila dan NKRI sebagai harga mati seperti yang sudah diajarkan para guru kami,” pungkasnya. (Trisian)

Post a Comment

0 Comments