FENOMENA “NING NAILA”, ANTARA DICINTAI DAN DIMAKI

JURNAL WARGA,PORTAL PROBOLINGGO - Baru-baru ini kita dihebohkan dengan video-video pendek anak kecil yang menurut saya cerdas, bahkan bisa dibilang super cerdas. Ning Naila namanya, adalah putri pertama dari Kyai muda di Probolinggo, KH. Moh. Syakur, atau Gus Dewa masyarakat menyebutnya (sesuai nama pena puluhan buku yg sudah ditulis). Beliau adalah pengasuh PP. Darut Tauhid Krejengan, Probolinggo. Alumni PP. Lirboyo Kediri, sekaligus Khadimul majelis Muhibbur Rasul.

Kenapa anak ini saya katakan Super cerdas, ia mampu menghafalkan Al-Quran dan ratusan Hadits dengan mudah beserta sanadnya, selain itu anak ini sangat fasih menjelaskan sejarah Islam dengan fasih dan lengkap. Kemampuan ini tentu jarang dimiliki anak seumuran Ning Naila, bahkan orang dewasa sekalipun. Termasuk saya pribadi, he3x 😄

Sebenarnya video-video neng Naila sangat banyak, hanya saja viralnya anak ini ketika ia menjelaskan tentang kewajiban menghormati setiap orang, termasuk Presiden. Waktu saya pertama kali melihat video ini sebenarnya biasa saja, karena memang setiap anak sudah seharusnya diajarkan demikian. Namun karena mungkin saat ini tahun politik sehingga video pendek neng Naila ini dikaitkan dengan kubu tertentu.

Ketika saya share ke salah satu grup yg namanya islami banget, yg kami harap adalah apresiasi pada anak kecil ini, yg hafalannya Quran dan hadistnya kuat, mampu memaknai hadist & tau sanadnya, ehh ternyata sebaliknya. Komentar sinis yg muncul, mulai anak kecil yg sudah diajari politik, anak kecil tau apa, memahami hadist aja kurang benar. Padahal yg coment juga belum tentu ngerti, lha wong mondok aja ga pernah.

Sungguh sangat miris, sebagian orang ‘nyinyir’ akan kecerdasan anak ini dengan komen-komen yang kurang berpendidikan. Begitupun sebaliknya, mereka yang pro dengan capres tertentu, pliss...jangan jadikan anak kecil yang tidak berdosa ini, sebagai alat untuk mencaci lawan politik anda. Sungguh aneh… orang ingin menjadi baik saja harus dihubungkan dengan permusuhan sesaat.

Marilah kita berusaha melihat usaha orang tua menjadikan anaknya baik secara dzohir dan batin. Secara singkat kami simpulkan, terusalah menghormati usaha orang lain, hilangkan sifat picik kita untuk selalu menilai negative orang lain dan selalu melihat kekurangan orang lain. Terakir kami sangat mengapresiasi kepada Ning Naila dan Abinya Gus Dewa. Terus jadilkan inspirasi bagi kami dan seluruh bangsa Indonesia.

Abahnya dik Naila ini adalah salah satu pengasuh Yayasan kami, Yayasan Berkarya Yuk Jadi Keluarga Yatim Cabang Probolinggo wilayah daerah Krejengan. Masih muda, umur masih 34 th tapi sudah pengasuh pondok, nulis puluhan buku2 tentang fiqih, masalah2 keseharian, tentang remaja, dll. Alhamdulillah kami bisa dipertemukan & diperkenalkan dengan Beliau.(*)



Moh. Bachrudin ST.
C&I Engineer PT. YTL Jawa Timur Paiton
Pengajar/ Dosen LB Universitas Nurul Jadid
Direktur Yayasan Berkarya Pusat
Web : www.keluargayatim.com

Post a Comment

0 Comments