IPNU-IPPNU Leces Kabupaten Probolinggo, Gelar Diklat Jurnalistik

PROBOLINGGO - Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Leces Kabupaten Probolinggo, mengikuti Pelatihan Jurnalistik dengan menghadirkan Narasumber Kontributor Berita Metro Probolinggo, Saifullah, di Aula Ponpes Nurul Falah desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, Minggu (27/1) pagi.

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Leces, Abdul Karim mengungkapkan, pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pelajar NU baik IPNU-IPPNU tentang dunia tulis menulis.

“Peserta merupakan perwakilan IPNU-IPPNU di se Kecamatan Leces,"jelasnya.

Karim berharap, hasil pelatihan dapat dipraktikan oleh para pelajar NU Leces untuk mengoptimalkan dan menghidupkan media yang dimiliki oleh Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Leces.

“IPNU-IPPNU punya media, ada Facebook, Instagram dan lainnya. Harapannya media yang ada bisa maksimalkan oleh rekan-rekanita pasca pelatihan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Narasumber pelatihan, Saifullah mengemukakan, ilmu jurnalistik perlu dimiliki dan diterapkan oleh pelajar Nahdlatul Ulama (NU) baik IPNU maupun IPPNU. Hal itu penting untuk menyebarkan kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.

“Pada dasarnya semua orang itu bisa menulis. Tidak harus jadi wartawan. IPNU-IPPNU punya kewajiban memberitakan hal-hal yang baik misalnya melalui media yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut Mas Sip panggilan akrabnya, cara penulisan berita yang baik harus memenuhi unsur-unsur berita yakni 5W + 1 H. Dimana mencakup, What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) + How (Bagaimana).

“Berita yang baik harus memuat semua unsur berita. Penulisan tidak harus urut, disesuaikan dengan selera penulis,” jelasnya.

Disela pemaparan, salah satu peserta pelatihan, Maimuna menyampaikan pertanyaan kepada Narasumber tentang bagaimana cara membuat judul yang baik dan cara memposting berita supaya tidak menyinggung orang lain.

“Judul yang menarik itu tidak lebih dari 7 kata. Kemudian, ketika memposting sesuatu lewat medsos, kita harus tahu sasarannya dan memperhatikan orang lain dan utamakan postingan yang baik, sehingga tidak menyinggung orang lain,” jawabannya.

Mas Sip juga menambahkan, kader IPNU-IPPNU harus memiliki ketajaman dalam melihat hal-hal yang baik, sehingga akan menjadi jurnalis yang baik. “Inilah pentingnya jurnalis NU,” imbuhnya.(*)

Post a Comment

0 Comments