Bupati Tantri Sambangi Korban Keracunan Ikan Buntal

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE, Jum’at (8/2/2019) pagi, mengunjungi sekaligus menyantuni dua pasien bernama Mahfud (42), Moh. Habibullah (13) warga dusun Gluguk RT 22/RW 04 Desa Brumbungan Kidul kecamatan Maron yang mengalami musibah keracunan Ikan Buntal (Buntak) pada hari Rabu (6/2/2019). Saat ini mereka dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Hal ini merupakan salah satu wujud keprihatinan Pemkab Probolinggo terhadap warganya, dimana sebelumnya kedua orang tua Moh. Habibullah tidak tertolong nyawanya setelah sempat ditangani di Puskesmas Maron, Rabu (6/2/2019) malam.

Bupati Tantri menyayangkan kejadian ini sekaligus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo agar lebih berhati-hati dalam mengolah maupun mengkonsumsi salah satu Ikan perairan laut yang memang umumnya dikenal sangat riskan jika di konsumsi bagi yang tidak tahu cara mengolahnya.

“Sudah kami lihat dari dekat dan alhamdulillah kondisi pasien sudah jauh lebih baik daripada kondisi sebelumnya. Mereka sudah membaik, dan efek racun sudah jauh berkurang tinggal pusing saja yang masih terasa,” kata Bupati Tantri.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto menjelaskan karakter racun yang dimiliki oleh Ikan Buntal ini cenderung menyerang fungsi syaraf dan organ vital manusia.

“Oleh karena itu keluhan mereka yaitu mengalami kelumpuhan, tanda-tanda vital mereka rata – rata tensi darah meningkat, muntah, kondisi fisik melemah, dan jika menyerang jantung sifatnya cepat dan sangat fatal, seperti pada dua korban meninggal kemarin di Puskesmas Maron,” jelas Anang.

Anang menerangkan sebelumnya dua pasien keracunan ini dirujuk ke RSUD Waluyo Jati pada hari Kamis (07/02/2019) pagi, dan langsung dilaksanakan pelacakan dengan mengambil sampel makanan dan langsung dikirim ke Surabaya untuk dilakukan uji lab. Diperkirakan akan memakan waktu satu minggu untuk mengetahui hasil lab tersebut.

“Alhamdulillah atas kesigapan petugas dan perawat rumah sakit mereka masih sempat tertolong dan kondisinya sudah jauh lebih baik saat ini. Dan alhamdulillah lagi atas instruksi ibu Bupati semua biaya perawatan akan dibebankan atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Sugianto Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan mengemukakan kasus keracunan Ikan Buntal sebenarnya sudah sering terjadi, namun baru kali ini sampai menelan korban jiwa. Ia menambahkan sebelumnya korban memang sudah terbiasa mengkonsumsi ikan buntal ini, mungkin karena racunnya ada yang masih tertinggal sehingga akhirnya mereka mengalami keracunan.

“Sebenarnya masyarakat mengetahui bahwa Ikan buntal adalah Ikan yg tidak lazim dimakan karena beracun, oleh karena itu kami menghimbau agar masyarakat lebih berhati hati. Kalau bisa dihindari saja mengkonsumsi Ikan tersebut, toh masih banyak Ikan jenis lain yang aman untuk di konsumsi,” tandasnya. (Trisianto)

Post a Comment

0 Comments