Kapolres Apresiasi Komunitas Fotografer Satwa Liar Probolinggo

PAJARAKAN – Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengapresiasi sepak terjang komunitas 5:am_wildlifephotography (Fotografer satwa liar Probolinggo), dalam upayanya mengedepankan penyadartahuan masyarakat tentang pentingnya pelestarian satwa liar di Probolinggo.

Kesempatan tersebut dilakukannya saat mengunjungi pelaksanaan kegiatan lintas komunitas bertajuk “Sabhara bersama Milenial” yang dilaksanakan selama dua hari (22-23 Februari) di kawasan pertokoan Pajarakan. Di hari pertama tersebut berbagai komunitas di kota Kraksaan dijadwakan untuk memberikan workshop tentang ilmu yang mereka miliki.

Dari sekian banyak komunitas, komunitas 5:am_wildlifephotography cukup menarik perhatiannya. Dimana komunitas ini cukup dikenal melalui hasil karyanya berupa foto dokumentasi perilaku alami satwa liar di alam bebas yang kemudian mereka cetak dan di unggah di media sosial sebagai media edukasi masyarakat.

“Inilah hasil tembakan – tembakan yang perlu dilestarikan, yakni buah karya seni fotografi dengan menyajikan keindahan satwa liar di alamnya yang dapat dinikmati oleh siapa saja,” ungkap Eddwi Kurniyanto.

Menurut Eddwi, komunitas yang boleh dibilang cukup jarang seperti ini sangat perlu di apresiasi dan didukung. Selain memberikan manfaat bagi alam, informasi – informasi positif yang mereka sebar tentu juga akan bermanfaat bagi masyarakat agar mengetahui aturan dan larangan terkait perlindungan satwa liar.

“Menurut saya komunitas fotografer satwa liar seperti ini perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar mendapatkan dampak dan capaian lebih luas, dalam rangka mengajak masyarakat Probolinggo agar lebih arif dan bijak dalam memperlakukan satwa liar,” katanya.

Menyikapi maraknya aktivitas perburuan satwa liar saat ini, pihaknya juga sangat menyayangkan segala macam jenis perburuan khususnya satwa liar langka dan dilindungi, baik menggunakan jerat, jaring dan terlebih dengan menggunakan senapan angin. Karena menurutnya, para penghobi senapan angin ini sebenarnya hanya diberi kapasitas untuk latihan – latihan di kawasan tertentu saja, yang bebas dari aktivitas satwa liar dan makhluk hidup lainnya.

“Saya harap Perbakin selaku induk komunitas hobi senapan angin bisa memberikan wadah kegiatan di Probolinggo agar penghobi – penghobi ini tidak menjadikan satwa liar sebagai sasaran, apalagi yang langka dan dilindungi sehingga tidak menambah laju kepunahannya,” tegas perwira berpangkat melati dua di pundaknya ini.

“Berburu satwa langka dilindungi juga merupakan perbuatan melanggar hukum, apalagi di kawasan hutan lindung. Tentu kami akan tindak tegas siapa saja jika melakukan pelanggaran dalam hal ini,” tandasnya. (Trisianto)

Post a Comment

0 Comments