Puluhan Warga Dilatih Lima Kejuruan Berbasis Kompetensi

KRAKSAAN – Sedikitnya 96 warga perwakilan dari beberapa desa di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo. Pelatihan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan ketrampilan.

Ke-5 kejuruan tersebut meliputi menjahit pakaian sesuai style selama 280 jam pelajaran, pemasangan instalasi listrik selama 280 jam pelajaran, pengelasan SMAW 3G selama 280 jam pelajaran, Prosessing Hasil Pertanian selama 160 jam pelajaran dan bordir manual selama 200 jam pelajaran. Khusus untuk pakaian sesuai style mencakup 2 kelas. Dimana masing-masing kelas diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total peserta mencapai 96 orang.

Pelatihan berbasis kompetensi ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Ach. Fauzie Effendy didampingi Kepala UPT BLK Ali Imron serta beberapa instruktur, Rabu (13/2/2019).

Kepala UPT BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo Ali Imron mengatakan pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan pelatihan kerja yang dititikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja. Kemampuan kerja tersebut mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai standar yang ditetapkan di tempat kerja.

“Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk terus menggenjot program peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Ali Imron pelatihan berbasis kompetensi ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat agar nantinya benar-benar memiliki kompetensi sesuai bidangnya sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja. “Dengan adanya pelatihan ini saya mengharapkan agar masyarakat bisa mempunyai ketrampilan yang benar-benar kompeten,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Ach. Fauzie Effendy mengungkapkan pelatihan berbasis kompetensi ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan ketrampilan. Harapannya apabila sudah terampil dengan ketrampilan tertentu, maka nantinya akan berfikir secara ekonomis untuk mencukupi kebutuhan dirinya.

“Selain itu akan memberikan pengaruh positif bagi lingkungannya dengan mengundang tetangganya untuk bekerja di usaha yang dimilikinya. Sehingga bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperluas kesempatan kerja,” ungkapnya.

Menurut Fauzie, pelatihan berbasis kompetensi ini sangat signifikan dalam menurunkan kemiskinan. Sebab kemiskinan itu terjadi karena rendahnya daya beli, apakah dia benar-benar tidak mampu secara ekonomi atau kemampuanya tidak mampu mencapai apa yang dibutuhkan sehingga masuk kategori tidak mampu atau miskin.

“Oleh karenanya dicari jalan keluarnya melalui pemberian pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan maka akan mempunyai keahlian tertentu sehingga memiliki ketrampilan dan mempunyai kegiatan produktif. Dengan demikian akan mempunyai pendapatan dan mampu membeli kebutuhan hidupnya,” jelasnya.

Dengan masuknya tol, Fauzie menganggap hal itu sebagai berkah. Karena nantinya akan tumbuh unit-unit usaha produktif yang pada akhirnya akan meningkatkan daya beli masyarakat. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik dengan mencari ketrampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi untuk selanjutnya membuka usaha produktif.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang membutuhkan pelatihan ketrampilan silahkan hubungi BLK Disnaker Kabupaten Probolinggo di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Silahkan pilih sesuai dengan minat dan kebutuhan secara gratis,” pungkasnya. (Zidni Ilman)

Post a Comment

0 Comments