Sinergitas lintas komunitas upayakan perlindungan kawasan hutan lestari

Catatan 05_AM Wildlife Photography,PAITON - Aktivis lingkungan lintas komunitas Kabupaten Probolinggo bersama Perhutani dan pemerintah desa kawasan penyanggah hutan mengupayakan penyadartahuan masyarakat melalui pemasangan papan himbauan pelestarian hutan dan larangan perburuan satwa liar, Sabtu (09/02/2019) pagi. 

Papan himbauan tersebut dipasang pada 6 wilayah desa (Curah Temu, Kotaanyar, Bhinor, Banyuglugur, Silobateng, Sumberejo) yang berada pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung KRPH Matikan dan Kabuaran. 

Sedikitnya lima komunitas yang tergabung dalam aksi tersebut yakni Komunitas Pecinta Rimba dan Satwa Liar Indonesia (Perisai), 5:am_wildlifephotography, Bhinor Green Community (BGC), Suporter Profauna Indonesia, dan beberapa mantan pemburu lokal. 

Zainal Abidin, Ketua Perisai yang menginisiasi kegiatan ini menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk penyadartahuan masyarakat tentang pemanfaatan hutan secara lestari dan manfaat keberadaan satwa liar sebagai penyeimbang ekologi alam.

"Selain kegiatan Patroli hutan rutin yang biasa kami lakukan untuk mengedukasi langsung para pelaku pemburu liar di sekitar kawasan hutan Perhutani, papan himbauan ini kami harap juga menjadi media sosialisasi yang efektif," jelas Frans sapaan akrabnya. 


Lebih lanjut pria bertubuh tegap ini mengemukakan, setelah satu tahun pihaknya mengupayakan perlindungan terhadap satwa liar dan habitatnya ini boleh dikatakan intensitas perburuan jauh semakin berkurang dibanding sebelumnya. Ia mengasumsikan jika sebelumnya dalam seminggu menjumpai tiga sampai empat aktivitas perburuan, namun saat ini intensitas ini jauh menurun yakni satu sampai dua kali aktivitas perburuan dalam satu bulan. 

"Satwa liar di kawasan ini kini relatif mudah di jumpai mulai dari berbagai jenis burung seperti merak hijau, Ayam hutan hijau, elang, dan kijang. Hal ini tentunya juga karena support kawan - kawan lainnya dari berbagai komunitas aktivis lingkungan, Instansi terkait serta dukungan pihak swasta kepada kami," tandasnya. 

Senada hal tersebut, Kusmani, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Matikan sangat menyambut baik adanya kegiatan konservasi yang berkonsentrasi di wilayah kerjanya itu. Menurut pria kelahiran Bondowoso ini, kawasan RPH Matikan dengan luas 1.200 hektar ini tentunya sangat membutuhkan bantuan fungsi pengawasan dari masyarakat. 

"Alhamdulillah, bantuan seperti ini sangat kami harapkan kapan saja. Kami juga sepakat bahwa dengan adanya kegiatan - kegiatan semacam ini sangat efektif dalam menurunkan angka kasus pencurian kayu dan aktivitas perburuan satwa liar baik dengan senapan, jaring, jerat maupun dengan pikat," Pungkas Kusmani. (Trisianto)

Post a Comment

0 Comments