Beginilah Cara Komunitas Pecinta Lingkungan Tularkan Virus Cinta Lingkungan Kepada Generasi Muda

PAITON - Keanekaragaman hayati harus dilestarikan agar tidak terjadi kelangkaan atau bahkan kepunahan yang ujung - ujungnya sangat merugikan manusia. Salah satunya adalah satwa liar pada jenis burung yang keberadaanya di alam bebas selalu terancam perburuan bebas dan ilegal untuk beragam kepentingan. 

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, komunitas fotografer satwa liar Probolinggo (5am_wildlifephotography) bersama komunitas penjaga hutan (Perisai) mengajak generasi milenial yakni siswa - siswi jurusan multimedia SMKN 1 Kraksaan untuk berkegiatan bersama di alam bebas, Minggu (16/6/2019) pagi di kawasan KRPH Kabuaran desa Bhinor kecamatan Paiton. 

Selain ikut melakukan pengamatan dan pendataan satwa burung di habitat hutan dataran rendah, Para siswa yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler video itu juga berkesempatan untuk mempraktekkan materi multimedia yang mereka dapat di sekolah dengan me-filmkan aktivitas komunitas ini.  

Awalnya, cuaca terik dan udara panas hutan dataran rendah membuat para ABG ini tidak betah, bahkan mereka tidak ingin untuk berlama - lama. Namun selang beberapa menit setelah mereka disambut kicau burung liar dan turut serta dalam aktivitas birding, semangat mereka seperti tersulut, mereka pun mulai berbagi peran dan mengeluarkan satu persatu peralatan audio visual yang sebelumnya tersimpan rapi didalam tas punggung mereka. 

"Kegiatan semacam ini baru kali ini kami lakukan dan ternyata mereka terlihat enjoy. Minimal dua manfaat yang mereka dapat, selain untuk memperdalam materi videografi, sekaligus mereka juga bisa belajar tentang pengamatan satwa liar yang sangat jarang diketahui para pelajar," ungkap Syarifudin, pembina ekstrakurikuler sekaligus guru Produksi Multimedia pada SMKN 1 Kraksaan. 

Kedepan Syarifudin berencana untuk lebih sering lagi berkolaborasi, ia berharap melalui kegiatan ini pihaknya kedepan tidak hanya mampu mencetak bibit - bibit yang unggul dalam teknologi multimedia, namun juga mampu melahirkan pribadi - pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. 

"Film pendek yang sedang kami buat kali ini bertema tentang lingkungan, semoga film tersebut nantinya dapat mengedukasi masyarakat secara luas terkait pentingnya keragaman hayati khususnya di Probolinggo," Tutup Syarif sapaan karib guru muda yang terkenal santun ini. 

Sementara Joko Prasetio ketua 5am_wildlifephotography sangat mengapresiasi terobosan yang tengah dilakukan SMKN 1 Kraksaan ini. Menurut ia penyebab utama maraknya perusakan alam maupun perburuan satwa liar di Probolinggo adalah minimnya edukasi masyarakat tentang lingkungan. 

Oleh sebab itu pihaknya berharap kepada instansi dan pihak - pihak terkait untuk berfikir bagaimana agar masyarakat luas  tidak hanya teredukasi secara akademis saja, namun juga sangat perlu adanya edukasi tentang kepedulian alam. Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat tidak cenderung semena - mena terhadap alam. 

"Kegiatan semacam ini akan berdampak banyak, generasi muda ini akan tahu apa yang sedang terjadi di alam serta melihat langsung keseimbangan seperti apa yang  tuhan ciptakan di alam. Dengan begitu mereka akan terasah kepekaannya, sehingga mereka tidak akan ikut - ikutan kebanyakan orang - orang saat ini yaitu komersialisme dan apatisme terhadap lingkungan," pungkasnya. (dra/pro)

Post a Comment

0 Comments