Realisasi Pendapatan Daerah Capai Rp 738 Miliar

KRAKSAAN – Hingga akhir Mei 2019, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 738.263.034.069 atau 31,28% dari target Rp 2.359.851.664.872. Perolehan pendapatan daerah ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 88.975.967.173 atau 37,83% dari target Rp 235.224.207.080.

Selanjutnya dana perimbangan sebesar Rp 529.045.944.129 atau 35,32% dari target Rp 1.497.781.387.000 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 120.241.122.766 atau 19,18% dari target Rp 626.846.070.792 serta pembiayaan daerah yang pencapaiannya masih 0% dari target Rp 180.343.165.352.

“Alhamdulillah, hingga akhir Mei 2019 realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 738.263.034.069 atau 31,28% dari target Rp 2.359.851.664.872,” ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Pendapatan Susilo Isnadi.

Menurut Susilo, untuk capaian PAD diperoleh dari sektor pajak daerah sebesar Rp 22.976.106.961 atau 43,46% dari target Rp 52.865.000.000 dan retribusi daerah sebesar Rp 12.726.622.935 atau 45,56% dari target Rp 27.935.147.325.

“Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 5.575.958.000 masih belum masuk. Karena ini merupakan deviden dari Bank Jatim dan BPR Jatim. Serta Lain-lain PAD yang sah mencapai Rp 44.394.928.438 atau 29,83% dari target Rp 148.848.101.755,” jelasnya.

Sementara dana perimbangan terang Susilo, disumbangkan dari bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 36.353.080.950 atau 23,86% dari target Rp 152.381.054.000, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 420.470.335.000 atau 41% dari target Rp 1.008.758.706.000 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 72.222.528.179 atau 21,45% dari target Rp 336.641.627.000.

“Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah, berasal dari dana bagi hasil pajak dari provinsi, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Bantuan Keuangan Provinsi dan daerah yang lain serta dana penyesuaian otonomi khusus .

Demi memaksimalkan perolehan pendapatan daerah terang Susilo, upaya yang dilakukan adalah mengefektifkan penerimaan daerah dan pembiayaan daerah sesuai dengan target. Kalau sekarang bulan ke-5, mestinya yang tercapai 41%. Namun diakhir Juni 2019 mendatang dirinya optimis target tersebut akan tercapai.

“Selama ini perolehan PAD sudah efektif, hanya saja masih ada penerimaan PAD yang belum dilakukan secara efektif atau pendapatan yang mestinya diterima bulan Mei baru tercapai pada bulan Juni, karena memang perhitungan keuangan itu mundur. Kami optimis akhir Juni kalau sesuai dengan peraturan perundang-undangan capaian PDRD (Pajak Daerah Retribusi Daerah) harus 40% pada bulan Juni 2019,” terangnya.

Susilo berharap agar untuk PAD lebih mengefektifkan pemungutan pendapatan daerah. “Harapan kita transfer anggaran itu berjalan sebagaimana yang sudah kita jadwalkan dan terealisasi sesuai dengan target. Karena hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Akbar/pro)

Post a Comment

0 Comments