Kampung Komak Kedungrejo Pasarkan Produk Via Jual Beli Online

BANTARAN – Mengintip keberadaan Kampung Komak Desa Kedungrejo Kecamatan Bantaran yang saat ini sedang bergeliat dan bergairah dengan ragam produk UKM/IKMnya. Kondisi ini ternyata tidak lepas dari keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Bangsa yang berperan besar sebagai wadah pemasarannya.
Dengan hanya bermodal gerai/display produk unggulan UKM/IKM yang baru saja diresmikan itu, BUMDes Tunas Bangsa sukses menarik kehadiran banyak pelanggan. Sekilas tampilannya terlihat sederhana, namun siapa kira dibalik kesederhanaannya itu transaksi melalui aplikasi jual beli onlinenya begitu fantastis.
Berkah jalinan kerjasama mutualisme ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para pelaku UKM di daerah penghasil komak ini saja, namun juga meluas kepada UKM luar kecamatan yang turut memasarkan produknya seperti Kopi Krucil, Abon Pajarakan serta produk unggulan daerah lainnyapun ikut nampang pada gerai berukuran 5×4 meter itu.
Saat itu tim monitoring dan evaluasi (monev) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo berkesempatan untuk mengunjungi gerai dan pusat pengolahan produk BUMDes Tunas Bangsa yang berlokasi sangat strategis. Yakni, di pinggir jalan Kecamatan Bantaran Dusun Kedungjambang RT 11 RW 05 Desa Kedungrejo yang sangat ramai dengan lalu lalang pengguna jalan.
“Ini adalah contoh sebuah BUMDes yang ideal, dimana keberadaannya mampu mensejahterakan masyarakat sekitar khususnya para pelaku UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto saat berkunjung bersama tim monitoring dan evaluasi perkembangan usaha mikro, Kamis (18/7/2019) siang.
Anung sangat mengapresiasi komitmen besar dan visi misi BUMDes Tunas Bangsa ini. Pihaknya berharap akan muncul BUMDes-BUMDes serupa di wilayah kecamatan lainnya. Dimana keberadaannya dapat menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UKM/IKM sebagai mitra dagang dan wadah kerja sama mutualisme.
“Kabupaten Probolinggo memiliki 325 desa yang selama ini selalu didorong untuk melahirkan pengusaha kecil menengah. Alangkah indahnya jika di setiap kecamatan, minimal ada satu yang berperan besar seperti BUMDes Tunas Bangsa ini yang keberadaannya nyata untuk mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.
Sementara Imam Suraji (54), Ketua BUMDes Tunas Bangsa mengemukakan, sejak awal terbentuknya BUMDes yang dikelolanya itu, dirinya memang memprioritaskan untuk penjualan secara online. Selain mudah dan murah, produk-produk yang dipasarkan juga berpeluang untuk transaksi-tansaksi besar.
“Alhamdulillah pada akun ‘Inmi Sumber Rejeki’ pada aplikasi jual beli online Bukalapak milik kami. Transaksi kami rata-rata berkisar Rp 10-15 juta per hari. Belum lagi ditambah transaksi langsung pada gerai BUMDes Tunas Bangsa,” papar Imam Suraji saat itu.
“Pada awalnya kami hanya fokus untuk memasarkan produk unggulan khas Kecamatan Bantaran seperti sirup pokak, pie kopi, pie komak, krupuk komak, kunyit asam, tepung komak dan kunci sirih. Kini gerai kami juga ramai dengan produk UKM kecamatan lain,” imbuhnya sambil tersenyum bangga. (dra)

Post a Comment

0 Comments