Produk Olahan Bawang Merah Miliki Daya Saing Tinggi

DRINGU – UKM Dua Putri Sholehah Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu menerima kunjungan tim monitoring dan evaluasi (monev) UKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/7/2019) pagi.
Cita rasa dan kualitas salah satu produk olahan makanan unggulan Kabupaten Probolinggo ini sukses membawa nama daerah Kabupaten Probolinggo tidak hanya terkenal penghasil bawang merah saja, namun juga sebagai penghasil olahan bahan pangan berbahan baku bawang merah yang berdaya saing tinggi.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kunjungannya bersama tim monev ini adalah untuk melihat dari dekat perkembangan pesat pada industri pengolahan bawang merah yang terkenal dengan nama produk Hunay ini.
Pihaknya meyakini industri pengolahan bawang merah ini sangat berpeluang untuk dikembangkan lebih luas di desa-desa lain penghasil bawang merah. Mengingat bahan baku bawang merah di Kabupaten Probolinggo memang sangat melimpah dan budidayanya kini telah menyebar.
Oleh sebab itu Anung berharap keberhasilan ini juga bisa diikuti oleh pelaku UKM lainnya. Jika ini terwujud bukan tidak mungkin Kabupaten Probolinggo juga akan dikenal sebagai sentra penghasil olahan bawang merah.
“Menurut saya ini sangat luar biasa, dimana produk Hunay ini telah mampu merubah image masyarakat luas bahwa bawang merah tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap bumbu dapur saja, tapi juga mempunyai nilai ekonomis tinggi jika diolah sebagai bahan pangan,” kata Anung Widiarto
Senada dengan hal tersebut, Nurul Khotimah (35) selaku Ketua UKM Dua Putri Sholehah sekaligus pelopor pemberdayaan aneka olahan bawang merah itu mengaku dengan senang hati menerima siapapun yang berniat untuk belajar pengolahan bawang merah di tempatnya.
Diakui oleh ibu dua orang anak ini bahwa selama tiga tahun terakhir UKMnya sering sekali dikunjungi oleh para petani maupun para pelaku usaha kecil utamanya dari luar daerah. Hal ini menandakan bahwa prospek bisnis olahan bawang merah masih sangat luas.
“Kami berharap akan bermuculan para pelaku usaha pengolahan bawang merah lainnya dari Kabupaten Probolinggo, karena peluang pasarnya masih sangat terbuka luas. Sampai saat ini setiap harinya kami harus menyediakan tiga kuintal bawang merah grade A-B untuk mencukupi pesanan,” tandasnya. (dra)

Post a Comment

0 Comments