Harga Cabe Rawit Di Probolinggo Mulai Meroket


PROBOLINGGO - Fenomena mahalnya harga cabai rawit membuat masyarakat di Kabupaten Probolinggo resah. Sebabnya, harga cabai rawit yang melangit sudah berlangsung selama 2-3 bulan terakhir.

Saat ini masyarakat di Kabupaten Probolinggo harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan baham pemedas makanan tersebut. Pasalnya harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional sudah mencapai Rp. 90-100 ribu per kilogram.

Seperti yang dilansir dari situs PANTURA7.COM. Mahalnya harga cabai disampaikan oleh salah satu konsumen cabai, Dewi Ely Amelia (26). Ia mengaku kaget ketika membeli cabai di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, karena harga yang ditetapkan pedagang jauh dengan perkiraannya.

“Saya beli Rp 3 ribu cuma dapat 15 biji cabai rawit, kalau Rp 5 ribu setengah ons. Setelah saya tanyakan ternyata harga cabai per kilogramnya sudah mencapai Rp 90 ribu,” kata perempuan asal Kelurahan Semampir ini, Senin (19/8).

Lantaran mahalnya harga cabai, ia mengaku saat ini hanya bisa membeli cabai rawit dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Padahal cabai merupakan salah satu bahan pelengkap masakan yang harus tersedia di dapurnya.

“Mau beli banyak tidak mungkin, takut lekas busuk kalau cuma untuk kebutuhan pelengkap rasa lauk pauk sehari-hari.  Bisa disiasati dengan bumbu sachetan, tapi tidak pas” keluh dia.

Terpisah, Moh Ismail (32) pedagang cabai di Pasar Semampir ini menyebut harga cabai yang berangsur naik sejak bulan Juni hingga Agustus ini lantaran suplai cabai ke pasaran berkurang. Alhasil jelas dia, harga cabai meroket karena minimnya pasokan.

“Tidak seperti biasanya. Sekarang suplai cabai dari petani ke pedagang makin berkurang, yang secara otomatis juga akan mengurangi stok cabai di pasaran,” tutur Ismail menjelaskan. (*)

Soursce
PANTURA7.COM

Post a Comment

0 Comments