Ini Penjelasan Korban Penyekapan Oleh Pembantunya Di Probolinggo

Foto : Nur Hasanah (46) korban penyekapan oleh pembantunya sendiri (pantura7.com)


KANIGARAN - Aksi penyekapan yang terjadi di RT 01 RW 08 Jalan Tjokroaminoto Gang Sukun Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, mulai ada titik terang. Sempat diisukan karena asmara, ternyata karena sakit berawal dari candaan.
Ditemui awak media di rumahnya, Nur Hasanah (46) membeberkan, bagaimana aksi Rabu malam itu terjadi. Hal itu diduga karena Husni Tamrin (36) karena sakit hati.
Seperti  yang dilansir di PANTURA7.COM.Husni baru bekerja selama enam bulan itu, tiap harinya selalu mengantar korban ke tempat ia mengajar di SDN Kebonsari Kulon 3. Di situlah awal mula percandaan itu terjadi. Yakni ketika teman korban yang juga seprofesi menggoda Husni.
“Husni itu digoda katanya pernah hubungan intim sama saya. Padahal saya sudah mengingatkan, jangan menggoda Husni berlebih karena selain emosian, Husni kalau kadung emosi biasa bawa pisau,” kata Nur Hasanah, Kamis (15/8).
Bahkan saat itu, Sakur yang melihat korban ditelpon video call oleh Husni, sengaja merangkul korban agar Husni marah. Justru penjelasan korban ditanggapi senyuman oleh Sakur.
Karena Husni sudah kadung emosi dituduh yang tidak-tidak, korban mencoba klarifikasi dan menjelaskan. Namun Husni yang punya keterbatasan berbicara dan mendengar, apalagi tengah emosi membuat penjelasan tidak mempan yang saat itu meminta korban tetap di kamar.
“Saya sama Husni tidak apa-apa. Dia sudah saya anggap anak sendiri karena umurnya sama dengan anak saya. Kalau soal pekerjaan dia bagus cekatan dan profesional,” tambah Nur Hasanah.
Hal senada, disampaikan kakak Husni, Zainul Arifin (41). Ia membantah ada motif asmara di balik kejadian semalam. Pasalnya ia mengenal betul karakter adiknya.
“Adik saya memang karakternya seperti itu. Kalau sudah tidak ya tidak, kalau dituduh dan tidak benar modelnya ya begitu,” ucapnya di Mapolres Probolinggo Kota saat mendampingi Husni.
Hingga kini, Husni belum ditetapkan tersangka. Husni yang diperiksa di Unit Reskrim 1 itu, masih proses penyelidikan yang terus berjalan. (*)

Post a Comment

0 Comments