Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Semampir Berikan Pelatihan Ketrampilan

KRAKSAAN – Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan empat jenis pelatihan ketrampilan. Meliputi, pelatihan dasar membatik, menjahit, membordir dan pembuatan keset.
Masing-masing pelatihan pemberdayaan masyarakat ini diikuti oleh 15 orang peserta terdiri dari unsur PKK, kader posyandu, masyarakat umum dan remaja di wilayah Kelurahan Semampir.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Lurah Semampir Agus Suprayoga didampingi oleh Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat, Senin (19/8/2019) pagi di Kantor Kelurahan Semampir.
Lurah Semampir Agus Suprayoga mengungkapkan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa pemberian pelatihan ketrampilan ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan bagi masyarakat sehingga memiliki ketrampilan yang pada akhirnya dapat berwirausaha sebagai sumber pendapatan keluarganya.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan agar masyarakat di Kelurahan Semampir bisa kreatif dan bisa menjadi seorang wirausaha. Kami menginginkan agar masyarakat memiliki usaha produktif sehingga memiliki kesibukan dan mampu mengurangi angka pengangguran,” ungkapnya.
Agus menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan supaya menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat, khususnya dari kalangan ibu rumah tangga agar nantinya bisa terampil dan mandiri.
“Paling tidak dengan bekal ketrampilan yang dimilikinya, ibu-ibu yang ada di Kelurahan Semampir bisa memiliki usaha sampingan untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ke depan kami akan membentuk kelompok usaha bersama yang akan diterbitkan oleh Kelurahan Semampir dengan SK Lurah Semampir ,” terangnya.
Sementara Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan pelatihan ini bisa memperkuat program Disnaker untuk meningkatkan jumlah peserta pelatihan. Hanya saja Disnaker harus menyamakan program pelatihan ini sesuai dengan target dari pelatihan yang harus dicapai berupa out put hasil pelatihan tersebut.
“Dengan pelatihan ini peserta memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. Oleh karena itu, pelatihan harus mengikuti standart pelatihan yang dianut oleh Disnaker seperti tenaga instruktur, materi pelatihan serta waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan. Standart ini bisa berjalan harus dimulai dari perencanaan dan penganggaran,” katanya.
Menurut Herman, peran dari Disnaker dalam pelatihan ini adalah memfasilitasi instruktur yang sudah memiliki metodologi pelatihan. “Pelatihan ini diharapkan dapat menambah penduduk usia produktif yang memiliki ketrampilan yang selama ini menjadi problem bagi penduduk usia produktif dalam mencari pekerjaan baik melalui jalur formal maupun non formal,” pungkasnya. (wan)

Post a Comment

0 Comments