Rajut Toleransi Perkuat NKRI, Warga Tengger Ikuti Diskusi Publik

SUKAPURA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo menggelar diskusi publik tentang radikalisme dan terorisme, Kamis (22/8/2019) di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura.
Kegiatan yang mengambil tema “Rajut Toleransi Perkuat NKRI” ini diikuti oleh 200 orang warga Tengger dari Desa Wonotoro, Ngadisari, Jetak dan Ngadas dengan melibatkan kalangan pelajar, akademisi, ormas dan insan pers. Kegiatan ini dimaksudkan untuk kembali merajut tali kebersamaan menjadi lebih kokoh. Masyarakat yang hidup dalam kerukunan dan kebersamaan akan mewujudkan kesejahteraan.
Diskusi Publik yang dihadiri oleh Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Roedy Widodo, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Gun Gun Siswandi, Kepala Bidang Infokom Publik Diskominfo Kabupaten Probolinggo Ofie Agustin dan Bambang Suprapto selaku anggota Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Probolinggo.
Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban BNPT Roedy Widodo menjelaskan, BNPT memiliki tugas pokok untuk merumuskan, mengkoordinasikan, melaksanakan kebijakan, strategi dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi dan deradikalisasi.
“Pencegahan paham radikal teroris dilakukan dengan mengedepankan pengajaran keagamaan yang moderat dan rahmatal lil alamin selaras dengan Pancasila, wawasan kebangsaan dan semangat cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.
Roedy Widodo mengajak agar senantiasa membentengi keyakinan dari berbagai provokasi, hasutan dan pola rekruitmen teroris di lingkungan masyarakat. “Berdayakan komunitas dan lembaga sebagai tempat yang efektif dalam menyampaikan pesan perdamaian dan cinta NKRI. Selalu terlibat aktif dalam meluruskan pemahaman radikal dan kekerasan, baik melalui media pengajian, dakwah, tulisan dan kampanye di dunia maya,” terangnya.
Sementara Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Komunikasi Gun Gun Siswadi menuturkan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat. Hal ini tentunya jika digunakan secara bijak dan cerdas.
“Masyarakat harus dapat mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi ini dengan bijak. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan Bambang Suprapto, selaku tokoh masyarakat sekaligus anggota Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dan landasan untuk mempererat kerukunan beragama. “Selama ini, kita sudah tunjukkan kepada orang lain bahwa masyarakat tengger ini memiliki tradisi solidaritas dan toleransi kerukunan umat beragama,” katanya. (y0n)

Post a Comment

0 Comments