Pelajaran dari Seorang Penjual Dawet


JURNAL WARGA - Lelaki separuh baya bertampang ceria di depan saya ini terlihat sangat murah senyum. Walaupun sedikit nampak wajah lelah dari tatapan matanya.

Namanya Mas Roy. Roy Sandie Soekarno lengkapnya. Bisa jadi bapaknya salah satu pengagum Bung Kurno. Entahlah.

Perawakannya tinggi besar dengan warna kulit yang memperlihatkan bahwa kesehariannya selalu berada di bawah teriknya matahari.

Dia adalah penjual es dawet ayu. Pastilah sudah banyak yang mengenal kuliner yang satu ini. Minuman cendol dengan santan yang dipermanis dengan air gula merah.

Mas Roy menamai es dawetnya dengan Es Dawet "Gentong". Karena wadah cendol dan santannya menggunakan gerabah gentong. Bahkan penyajiannya pun menggunakan mangkok yang terbuat dari tanah liat.

Saya bertemu dengannya pertama kali di Perpusda. Saat dirinya mengantarkan es dawet produksinya untuk acara pelatihan digital marketing. Namun informasi tentangnya sudah saya dapatkan sebelumnya dari pemateri pelatihan digimart, Pak Agung Wiendarto. Jadi, pertemuan kemarin saya manfaatkan untuk mengenal lebih jauh tentang Mas Roy.

Page: 1 2 3

Post a Comment

0 Comments